5 List Kuliner Malang Legendaris yang Ingin Dikunjungi Saat Liburan Keluarga

Wacana untuk liburan ke Malang kembali menyeruak saat lagi ngobrol berdua bareng Abang. Seperti biasa, Abang mengajak untuk liburan setelah urusan semua beres. Saya mah hepi saja dan masih antusias saat destinasinya, Malang. Secara udah pernah bikin list wisata keluarga ke Malang dan pengin wujudin.

Abang sih mengajukan opsi untuk pakai mobil, tapi saya maunya kereta api. Jadi, ke Malang naik kereta api terus rental saja mobil selama di sana. Biasanya sih cek harga tiket kereta api destinasi liburanmu di salah satu website traveling langganan.

Pertimbangan saya memilih kereta api karena suka melihat keriuhan di stasiun kereta (hih, aneh ya? :D) dan anak-anak itu sangat senang naik moda transportasi ini juga. Harga tiket juga masih terjangkau.

Saat membicarakan tentang wacana ini, saya sudah punya list kan untuk wisata, nah berikutnya membuat itinerary kuliner! *yiaay, ini adalah bagian yang paling ditunggu. Karena melakukan traveling tanpa mencicipi kuliner lokal yang khas itu bagai malam tanpa bintang. *tsaaah 😀

Setelah membaca berbagai referensi, saya pun memilih 5 kuliner Malang yang masuk ke intinerary untuk dikunjungi. Untuk list ini sengaja saya pilih kuliner yang sudah ada sejak puluhan tahun. Karena pengen tau apa sih yang membuat kuliner ini bisa bertahan hingga saat ini.

5 List kuliner Malang legendaris yang ingin dikunjungi saat liburan keluarga.

  1. Pos Ketan Legenda (1967)

Sumber foto via @Fa_amelia

Keluarga saya itu jarang banget makan ketan. Nah, saya dong penasaran akan kuliner yang satu ini.

Dari referensi, pos ketan legenda ini sudah ada sejak tahun 1967 dan letaknya di alun-alun Batu. Antriannya pun buanyaaak.

  1. Orem-orem yang ternyata bukan Arem-arem

Sumber foto via Instagram Jogja Food/Travel Culinary Guide

Eh ciyusan deh, saya pikir ini orem-orem masih satu familia dengan arem-arem, ternyata saya dong salah besar.:D

Orem-orem merupakan sejenis makanan berbahan dasar tempe. Nah, tempe ini disajikan dengan taoge juga ketupat lalu disiram pakai kuah santan. Looks gurih kayaknya nih! Dari berbagai referensi yang saya baca, taste-nya ini mirip sayur lodeh hanya saja lebih pedas. Dan lebih enak jika dimakan bareng tempe goreng.

Konon, orem-orem hanya disajikan di hajatan kayak pernikahan juga syukuran. Sejak tahun 1980-an, masakan ini bisa dibeli di warung tradisional hingga pedagang kaki lima.

Rekomendasi : orem-orem pak Tik yang sudah ada sejak tahun 1967.

Baca juga : Rumah Batu Villa & Spa Solo – Cinta pada pandangan pertama

  1. Cwimie-Fosco-Lunpia di Depot Hok Lay

sumber foto via @Batukulineran, @Sriindajan, @Jogjabikinlaperi

Depot Hok Lay ini sudah ada sejak tahun 1946, beuh udah kayak usia kemerdekaan kita ya. Yang menarik di Depot Hok Lay ini ada lunpia, cwimie dan fosco.

Sebagai lunpia lovers, saya dong pengin cicipin kuliner yang satu ini. Apakah rasanya seperti lunpia Semarang? Juga ada cwimie, saya pikir ini apa ternyata sejenis pangsit yang disajikan dengan dua buah pangsit renyah, daging ayam, daun bawang juga bawang goreng.

Untuk fosco, ternyata minuman loh! Resepnya itu pun ternyata sudah ‘tua’ karena berasal dari zaman Belanda. Penyajiannya itu di dalam botol Coca Cola, campuran susu yang creamy juga cokelat. Anak-anak pasti suka nih!

  1. Sate Gebug yang berusia hampir satu abad

Sumber foto via @Sukmadi_r, @Pessimisticpasta

Sajian khas dari benua Asia ini selalu diminati oleh wisatawan dalam maupun luar negeri. Setuju?

Sate di sini banyak variannya tapi yang ada di Malang ini sungguh bikin penasaran. Legendaris banget karena usianya hampir 1 abad.

Sate gebug ini sudah ada sejak tahun 1920, letaknya di pertokoan Kayutangan. Walau berusia hampir satu abad, tak ada yang berubah dari warung ini. Tempatnya masih berwarna hijau juga plang nama masih jadul. Wah favorit ini!

Sate gebug ini merupakan sate daging yang terkenal dengan daging yang lembut dan bumbu yang meresap. Gurih!

Salut untuk warung satu ini karena masih bertahan di tengah euforia restoran dengan menu kekinian.

  1. Warung Lama Haji Pak Ridwan, sensasi kulineran di tengah pasar

Sumber foto : @Richoxagustin, @Adinugroho

Saya ini pasar mania. *halah

Suka banget menyusuri pasar to pasar, apalagi kalau ada kuliner terkenal di dalamnya. Beuh makin semangat dong saya. Bisa sekali jalan kulineran juga hunting foto.

Warung lama Haji Pak Ridwan ini berada di area pasar besar kota Malang. Ada tiga menu utama di warung ini, sate komoh bakar, ayam goreng juga tempe goreng. Menu ini selalu menjadi daya tarik para pengunjung yang datang ke warung ini.

Dan, fyi, warung lama Haji Pak Ridwan ini sudah ada sejak tahun 1925 loh!

Baca juga : Wahana di Dunia Fantasi yang wajib dikunjungi

Masih banyak sebenarnya, ya tapi saya dong mesti menyesuaikan dengan waktu perjalanan. Dan lima kuliner Malang yang legendaris ini menjadi utama setelah menyaring dari puluhan lainnya. 😀

Doain semoga saya bisa wujudin tahun ini, ya. (((AMIN)))

Anyway, ada yang udah pernah coba dari 5 kuliner di atas? Atau ada yang mau menambahkan?

 

 

Reply