Quiz Monday Flash Fiction #3 – Lelaki dan Halte

halte-iisip

Hari ini ada yang spesial di angkot nomor 35 ini. Sesosok lelaki berparas oriental duduk berhadapan denganku. Wajahnya mirip dengan aktor Korea favoritku, Rain.  Aku tak bisa menahan diri untuk terus menatapnya. Merasa diperhatikan, ia balik menatapku. Sebuah senyuman tersungging di wajahnya. Aku menjadi salah tingkah, berusaha membalas senyumannya tapi gagal. Ahh, bodohnya aku ini, rutukku dalam hati.

“Charles, mau kemana?” Sapa seorang wanita paruh baya yang baru naik.

Lelaki bernama Charles itu hanya tersenyum dan urung menjawab. Wanita itu pun tak bertanya lagi dan duduk disampingku.

 Ia turun di halte Pasar Minggu. Rasa penasaranku, membuat aku memberanikan diri bertanya pada wanita itu.

“Bu, kenal lelaki itu?”

“Iyah. Dia tetanggaku.”

“Ohh..”

“Harusnya bulan ini ia menikah. Tapi sayangnya calon istrinya ditemukan meninggal dalam keadaan yang mengenaskan sebulan lalu.”

“Mengenaskan gimana bu?”

“Tubuhnya di mutilasi dan di masukkan dalam koper, lalu di buang  di selokan samping halte itu.  Dalam koper itu ternyata ada 2 jasad. Sampai sekarang pembunuhnya belum ditemukan.”

Bulu kudukku meremang. Angkot yang kutumpangi masih berhenti di halte. Aku menoleh ke arah lelaki itu dan ia menatapku tajam dengan seringai misterius membingkai wajahnya. Raungan sirine mobil polisi terdengar mendekat.

“Jangan-jangan, lelaki itu….”

**

"Yuk, ikutan QUIZ MONDAY FLASH FICTION #3 – On The Street"

Foto di ambil di sini

12 Comments

  1. Leny
    • ranny
    • ranny
  2. ranny
  3. RedCarra
    • ranny
  4. ronal
    • ranny
  5. ndutyke
    • ranny

Leave a Reply to ndutyke Cancel reply