Perkembangan Anak di Usia 2 Tahun

Perkembangan anak adalah hal yang selalu sangat menarik untuk diikuti. Setiap hari ada saja ketrampilan atau kosakata baru. Excited? Indeed! Apalagi ketika anak kita bisa melakukan sesuatu diluar pikiran kita, rasanya membuncah banget.

0-5 tahun dipercaya sebagai golden age. Mama selalu berpesan, “Didik Athar sebaik mungkin di usia itu! Bentuk dia, beri pengetahuan yang baik untuknnya. Lepas dari umur itu, kamu tak bisa bentuk dia, hanya bisa mengarahkannya saja!”

Kalimat mama selalu mengiang dengan jelas. Saya berusaha melakukan yang terbaik untuk Athar. Tapi, tentu saja saya masih banyak kurangnya. Masih harus bisa sabar menghadapi Athar yang super aktif, want to know dan cerewet. Karena hanya berdua saja di rumah, Athar jadi kolokan banget, sangan manja! Kalau sudah bosan main, pasti gangguin saya di dapur. Mulai dari pasang wajah memelas, meluk kaki, minta gendong, mainin bumbu dapur, hingga demo minta buah atau jely. Pusing lah kepala mamak! Pada akhirnya, saya membujuk Athar dengan buah! Demi ketenangan memasak, tiap hari saya menyediakan buah di kulkas. Dan tiap pagi, Athar selalu minta buah sambil nonton tv. Athar udah tahu piringnya yang mana, gelas hingga sendok. Sekali makan buah, pasti satu paket.

Apa saja sih perkembangan anak di usia 2 tahun?

  1. Bisa lancar ngomong lebih dari dua kata.
  2. Sangat cepat menyerap apa yang kita omongin dan apa yang di lihat di tv. Contoh terbaru, sering kali tiap nonton ada iklan es krim yang menampilkan Taylor Swift dengan lagunya ‘Shake it’. Dan Athar pun mulai bisa ngomong, shaek shaek! Lalu iklan air mineral, dia udah mengerti lucunya di mana karena melihat saya tertawa, dan tiap kali adegan ‘Narji Sandoro’, Athar pun sukses tertawa.
  3. Bisa makan sendiri pakai sendok. Untuk hal ini diperlukan kesabaran super extra karena kita harus membereskan messy thing. Tiap hari kerjaan saya ngepel! Karena gak mau rumah kotor akibat Athar makan yang berserak-serak. Saya percaya, jika anak diberi kepercayaan untuk melakukan sesuatu, mereka akan cepat menyesuaikan.
  4. Bisa pakai sepatu sendiri. Sepatu Athar tidak memakai tali jadi mudah baginya sehabis pakai langsung direkatkan. Sebelumnya kami ajarin terlebih dahulu cara memakainya, kemudian perlahan dia ikutin.
  5. Bisa pakai celana sendiri. Untuk ini terkadang masih butuh bantuan saya untuk finishing touchnya.
  6. Mulai memilih pakaian. Athar sudah tahu, jika kami udah naik ke lantai dua, Athar gegas ke kamar yang ada lemari pakaiannya, kemudia membuka rak dan mengambil sendiri pakaian yang akan dipakai.
  7. Jika makan snack, gak mau disuapin lagi.
  8. Pintar membujuk! Jika ada yang Athar inginkan, pelan medekatiku lalu ngomong dengan halus, “Ma, Athar minta ya..” atau “Ma, satu jo..” atau menciumku. Melted? Banget! Ini semua tak lepas dari peran omanya juga yang selalu ajarin gimana cara meminta dengan baik.
  9. Bisa nyanyi panjang. Kami ajarin berbagai lagu anak ke Athar dan yang paling panjang dinyanyiin : nenek sudah tua, giginya tinggal dua dan gring..gring ada sepeda. Kosakata mulai jelas. Dan so happy, dia bisa nyanyi walau sumbang hehehe.. Favortinya : nina bobo..nananana gigit nyamuk. Hahahaha
  10. Pakai baju sendiri tapi masih sering salah.
  11. Sehabis main beresin mainan, walau kadang gak mau.
  12. Tiap masuk rumah : mikum. Tiap dikasih sesuatu, saya selalu ngomong, “Bilang apa?” pasti dijawabnya, “Makacih.” Saya juga membiasakan kalau teleponan sama oma, nenek akhir telepon : dadah, aipiyu (i love u), mikum. Juga sebelum tidur.
  13. Udah bisa pipis sendiri. Ini adalah bagian yang mengharukan! Sekarang tiap pipis, dengan gegas dia menuju kamar mandi, keluarin ‘burungnya’, pipis lalu siram. Athar memang masih pakai pampers, hanya malam mau tidur dan keluar. Itupun pagi hari, ketika rasa pipis, dia pasti minta teriak, “Pipiss!” dan akhirnya pampers dibuka.
  14. Gak bisa lihat orang lagi ngomong pasti dia sibuk ngomong bahasanya dengan volume keras. Sering banget terjadi jika abang sama saya lagi ngomong, atau oma, cici dan saya lagi ngomong. Pada akhirnya kami berhenti ngobrol karena ribut banget.
  15. Athar tahu kalau mimik mamanya udah kaku, mata melotot, pasti dia akan buang muka, katupin bibir dan gak berani lihat ke saya. Ini sebenarnya sudah dia tahu sejak satu tahun lebih.

Itulah sedikit dari perkembangan Athar menginjak usianya 2 tahun 2 bulan. Saya masih menerapkan NO GADGET FOR ATHAR!, hanya bisa nonton Disney Junior, disiplin waktu warisan mama : tidur siang jam satu paling telat jam dua, tidur malam paling telat jam sepuluh. Makan sambil duduk di sofa atau sambil nonton, tidak pernah saya nyuapin Athar di luar rumah sambil kejar-kejaran. If i say No, it means No! No doubt on it! Saya pun menyisipkan satu per satu kata english, bahasa daerah dari saya maupun abang.

Saya akui, saya masih jauh dari kata sempurna. Emosi dan kesabaran harus bisa dimanage lagi. Sungguh, anak adalah proses kita untuk bisa menata emosi, serta memompa kesabaran. Saya selalu sedih sehabis memarahinya. Dan pada akhirnya, pelukan adalah hal yang menenangkan bagi saya dan pastinya akan menambah bonding dengannya.

Poin-poin di atas jangan dijadikan acuan, karena sejatinya tiap anak itu istimewa dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Teruslah berusaha, saya pun begitu. Saya berusaha untuk terus membangun komunikasi yang baik. Karena saya percaya komunikasi yang bagik akan memacu anak kita untuk cepat belajar berbahasa dengan baik.

One Response

Leave a Reply to Susindra Cancel reply