Sore – Istri dari Masa Depan

“Kamu siapa?” tanya Jonathan dengan ekspresi terkejut.

“Aku Sore, istrimu dari masa depan,” ujar wanita berparas ayu dengan senyum terukir di wajahnya.

Lalu adegan berikutnya Sore dan Jontahan menyusuri jalanan di salah satu kota di Itali sambil ngobrol.

Years and month are illution that i can count
When the sun goes down on when it flies as leave in
Like your smile for the last time we met
Distance and time leave you honest

Suara Kunto Aji yang lirih dengan lirik menyentuh jiwa membuatku menghentikan adegan di menit ke satu. Saya beralih ke Abang dan memintanya untuk mengunduh film Sore esok hari.

Sebenarnya, saya tahu tentang Sore ini dari Gita, sahabatku. Di beberapa sesi percakapan room chat WhatsApp, Gita sekilas menceritakan tentang film ini.

Iya, film yang sangat berarti baginya karena mengingatkan satu episode manis saat dia dan Nico (suaminya) menghabiskan waktu berdua dengan menonton film ini.

Seriously, saya memang sudah berminat untuk mengunduh film ini sejak ‘diendorse’ oleh Gita. Tapi, apa yang saya lihat di Youtube menguatkan keinginanku untuk segera menonton film ini! Nggak boleh ditunda!

Apa yang membuat saya tertarik dengan film Sore – istri masa depan ini?

Saya jatuh cinta melihat setting film ini. Gosh, I really love that place! Saya sangat mengidolakan jalanan tua Eropa.

Iya, itu alasan utama saya pengin nonton film ini.

Dan inti cerita ini menarik bagi saya, kisah cinta yang singkat.

Baca juga : Meaning of friendship

Sore – Istri dari Masa Depan

Sumber : youtube

Let me correct one thing. Ini bukanlah film panjang.

Trully saya tidak tau kalau ini adalah webseries. Setelah baca keterangan di akun Tropicana Slim barulah saya tahu kategori film ini.

Apa tuh webseries?

Jadi, serial Sore ini bukanlah film berdurasi lama. Melainkan hanya 12-14 menit. Dan ini ditayangkan di channel Youtube Tropicana Slim. Itulah mengapa disebut webseries, film yang ditayangkan setiap hari Rabu di website.

Sore – istri masa depan ini berjumlah sembilan episode.

Dan memang Tropicana Slim Stevia adalah sponsor utama, but selama film berlangsung saya kok nggak pernah lihat produk ini ya di sela meja makan or anything lah. Good then!

Okay back to Sore.

Adegan awal memang flashback ya. Sore datang mengunjungi Jonathan 2 tahun sebelumnya.

Sore mengikuti ke manapun Jonathan melangkah. Di sisi lain Jonathan agak bimbang apa benar Sore ini dari masa depan?

Tapi beberapa hal ditunjukkan Sore agar Jonathan percaya.

Sore secara perlahan mengubah gaya hidup Jonathan yang selama ini slebor, suka minum, ngerokok, begadang hingga pagi untuk selesaikan kerjaan.

Dan di satu adegan, Sore marah ke Jonathan hingga mengungkapkan satu kejadian.

“Kenapa kamu membuat aku sangat menyayangimu dan pada akhirnya kamu meninggalkanku!” ucap Sore sambil terisak di pelukan Jonathan.

Okay gaes, saya baper di sini. Sore datang ke masa lalu untuk mengubah gaya hidup Jonathan yang ternyata menjadi salah satu pemicu kematiannya.

Too bad, webseries ini gantung, hiks!

Belum ada cerita bagaimana Sore melakukan time traveling, bagaimana Jonathan meninggal, mereka menikah. Masih banyak cerita yang belum terungkap, walau garis besar penonton sudah tau.

Ahh, saya berharap banget webseries ini bisa diangkat ke layar lebar.

Walaupun berdurasi pendek tapi webseries ini sangat bagus dari segi cerita, setting, lagu dan pemainnya. Recomended banget untuk ditonton.

Antara Gita dan Sore

Uhmm…

Ada satu keinginan Gita yang mirip Sore. Ingin kembali ke masa lalu dan mengubah gaya hidup suaminya.

Bulan lalu, tepatnya hari kamis saat kenaikan Isa Al Masih, saya mendapat kabar yang membuat mata ini basah seharian.

Hari itu saya tumbennya nggak buka Facebook, hingga pukul dua siang akhirnya saya membuka beranda FB.

Status paling awal dari Gita : selamat jalan sayang…

Saya bingung, siapa yang meninggal? Setelah ke TL Gita, saya baru tahu kalau Nico meninggal. Oh my…

Waktu itu saya hendak menuliskan pesan ke Gita, tiba-tiba ponsel berdering menampilkan nomor tak dikenal tapi saya tebak dari Bandung.

Baca juga : Long distance marriage, yay or nay?

Betul dugaan saya. Suara lirih diiringi isakan pelan Gita membuka percakapan.

“Ran, Nico udah nggak ada…”

Air mata saya pun tumpah. Honestly, saya sedih banget di saat kayak gini saya nggak bisa meluk sahabatku. Dan lidah ini terasa kelu, entah apa mau ngomong ke Gita.

Oh life…

Saya pun mengerti kenapa Gita beberapa kali ngomong tentang Sore ini. Saya mengerti perasaannya.

Wish I could turn back time… Barangkali itu yang ada di pikiran Gita.

Kalau saya di posisi Gita pun pengin banget bisa kayak Sore. Time traveling

Tawa dan tangis nggak bisa ditebak kapan dia akan menghampiri kita.

Hidup hanya sekali, lakukan terbaik yang bisa dilakukan untuk diri dan orang yang kita cintai.

….

 

I’ll find you wherever you go
Ill find you wherever you go
Ill find you wherever you go
Through the days and night

Here’s the song of dreams that we make tonight
All the fears and words send the hopes feel the melody
Like you there for the last time we met

3 Comments

Reply