Menyatu

Sungguh saya tak pernah mengerti dengan konsep menyatu. Apa dua jiwa hidup bersama, baru bisa dikatakan menyatu?
Bagaimana jika, dua jiwa yang berada di dua ruang berbeda, tapi selalu merindu, bisa dikatakan menyatu?

Entahlah.. Saya tak pernah mengerti.

Saya mencoba untuk berkompromi dengan hal itu. Pamanku begitu setia melajang, karena hatinya telah tertambat mati pada perempuan itu, sedangkan perempuan itu telah menikah dengan orang lain, tetapi mereka masih sering komunikasi. Apakah itu bisa dikatakan menyatu?
Ayah menikah lagi setelah 5 tahun Ibu meninggal. Padahal Ayah sangat mencintai Ibu, begitu sebaliknya, tapi mengapa harus menikah lagi?! Bukankah jiwa Ayah dan Ibu telah menyatu? Apa karena Ibu telah tiada, jadi tidak menyatu lagi?

Potongan kejadian itu, menyiksaku. Konsep menyatu mulai kupertanyakan, saat saya harus menempuh jalan terakhir untuk masalahku dengan suami, perceraian. Pernikahan selama 10 tahun, harus usai dengan ketokan palu pak Hakim.

Katakan padaku, apa ada yang benar-benar menyatu dalam hidup ini? Saya tidak pernah percaya dengan hal itu. Bagiku menyatu hanyalah sebuah omong kosong belaka!

Posted with WordPress for My Blog

Tags:

2 Comments

  1. ranny
  2. Lidya

Reply