Mantra Tidur

23.00 am

Mata masih tak bisa terpejam. Apa mungkin karena tidur siangku terlalu lama? Aahh tidak juga,siang tadi aku hanya tidur setengah jam saja, selebihnya hanya baring-baring tidak jelas saja di tempat tidur.
Suara napas dan jam dinding,membentuk sebuah harmoni didalam kesunyian. Wajahmu begitu syahdu dalam lelapmu. Mengamatimu saat tidur, membelai wajahmu, memainkan rambutmu, mencium pipimu, diam-diam sering aku lakukan saat dirimu sudah jauh dalam dunia mimpi meninggalkan aku yang tidak bisa terlelap dalam kesunyian malam. O ya, aku juga sering lakuin ritual kecil itu saat pagi hari, ya saat aku lebih dulu bangun dan dirimu masih asyik dalam dunia mimpi.

1 am
Aku sudah mencoba memejamkan mata, tapi tetap saja tidak bisa memasuki dunia mimpi.
Ku palingkan wajahku, dirimu sudah jauh terlelap.
Aku iri denganmu!! Ya, iri karena dengan mudahnya dirimu jatuh terlelap. Sedangkan aku? Hah, pejamkan mata berjam-jam tidak berhasil membuat terlelap.

2 am
Aaahhhh sudah semakin larut, sebentar lagi mentari akan absen di langit biru. Ku singkap sedikit kain gorden, gelap, tak ada bintang.
Sekian menit, ku termenung melihat langit gelap.
Tiba-tiba ada sesuatu yang menyentuh perutku, tanganmu. Ku amati wajahnya, sedang mimpi apakah kekasihku?
Pandangaku beralih ke tangannya.
Ku tempelkan jemariku ke tangannya. Senyum mengulas diwajahku,ahh jemari kami sama ramping,tapi jemarinya lebih tinggi khas pria. Ku raba telapak tangannya, agak kasar, padahal tidak pernah bekerja kasar. Ku tautkan jemari kami berdua.
Ku tautkan erat, ku kecup tangannya dan ku pejamkan mata.

Tik tok tik tok….

Samar-samar ku dengar sesuatu, ku kumpulkan setengah kesadaranku. Ahhh suara itu berasal dari gadgetmu, alarm pagi yang sengaja kamu stel dengan lagu “Nightmare” Dream Theatre. Tanpa perlu melihat jam, pasti ini sudah jam 6.30 pagi.
Ku palingkan wajahku, wajahnya hanya berjarak beberapa cm dengan pundakku, dan tanganku terasa kebas karena bertautan dengan tangannya.

Senyum menghiasi wajahku.
"Aku sudah menemukan mantra tidurku." Ucapku dalam hati.
Ku kecup tangannya, dan ku cium pipinya.
"Makasih sayang." Ucapku ditelinganya.

Tentunya dia tidak mendengar,karena dia masih asyik berpetualang di dunia mimpinya. Dan dia takkan pernah tau ritual-ritual kecil ini.

Dan mantra tidur ini, ku simpan rapat-rapat, jangan sampai dia tahu.

“I get misty, holding ur hand.” Johnny Mathis, Misty.

Tags:, ,

3 Comments

  1. CaDaS
  2. Lidya

Reply