Cara Mengobati Gusi Belakang Bengkak Karena Perikoronitis

Gusi bengkak ini sudah menjadi musuh saya sejak duduk di bangku kuliah. Sakit yang satu ini bisa dikatakan bikin pening karena tidak bisa makan, mau buka mulut pun susah. Makanya, cara mengobati gusi belakang bengkak ini menjadi tugas rumah tersendiri bagi saya agar tidak sering kambuh.

Sudah tepat lirik lagu : lebih baik sakit hati daripada sakit gigi ini …

Sah memang!

Walaupun saya alhamdulilah belum pernah mengalami sakit gigi, gigi berlubang, tapi ternyata malah muncul sakit gusi belakang bengkak. Duh!

Gusi belakang bengkak ini tepatnya di gigi terakhir yang tumbuh. Sayangnya gigi bungsu yang tumbuh di bagian kanan tidak segaris dengan gigi lainnya. Nah, ternyata inilah akar masalah gusi belakang bengkak yang sering saya alami.

Mengenal Perikoronitis Penyebab Gusi Belakang Bengkak

Gigi bungsu saya pertama kali tumbuh ketika saya duduk di bangku kuliah sekitar semester awal. Duh rasanya ngilu, cenut-cenut dan bengkak! Karena mau tumbuh jadi gusinya pun bengkak.

Karena sudah tidak tahan lagi, jadi Mama mengajak ke dokter gigi dekat rumah. Setelah dilakukan serangkaian perawatan seperti mengeluarkan nanah, dibersihkan, baru terasa lega. Saya pun diresepkan beberapa obat.

Selang beberapa tahun, sakit gusi belakang bengkak pun kambuh. Itu terjadi di tahun 2014. Saking tidak tahannya akhirnya saya ke rumah sakit untuk diperiksa.

Oleh dokter gigi saya diminta untuk rontgen gigi. Jadi saat itu juga saya ke ruang radiologi untuk rontgen gigi.

Tidak menunggu lama, hasilnya pun keluar. Ternyata gigi bungsu saya tumbuhnya tidak sesuai ‘jalur’ dan ada pembengkakan di gusi belakang.

Kembali lagi dokter melakukan perawatan dan memberikan saya obat.

Sayangnya, beberapa tahun kemudian gusi belakang bengkak ini muncul lagi. Dan frekuensinya lumayan! Alhamdulilah ada BPJS yang memudahkan saya untuk perawatan tanpa dipungut biaya.

Di dokter gigi kali ini saya pun diberitahu bahwa penyebab gusi belakang bengkak adalah perikoronitis.

Apa tuh perikoronitis?

Dilansir dari Sehatq, perikoronitis adalah gangguang yang ada di sekitar gigi bungsu (gigi molar ketiga), di mana jaringan yang ada di gusi belakang membengkak dan terjadi infeksi.

FYI, gigi molar ketiga merupakan geraham yang tumbuh paling akhir dan letaknya di bagian paling belakang. Gigi bungsu ini biasanya baru mulai tumbuh ketika seseorang memasuki usia belasan bahkan ada yang mengalaminya di usia dua puluhan.

Dokter gigi pun menjelaskan bahwa gusi belakang bengkak saya ada infeksi, makanya kembali lagi dilakukan perawatan membersihkan gigi dan disuntik pereda nyeri.

Nah, perikoronitis ini bisa terjadi ketika gigi bungsu baru tumbuh sebagian ke permukaan gusi dan kemudian menyebabkan permukaan gusi terbuka. Inilah yang memberi celah bagi bakteri masuk di sekitar gigi dan terjadi infeksi.

Ternyata ada berbagai sisa makanan juga plak yang tertinggal lalu terperangkan di bawah lipatan gusi sekitar gigi sehingga menyebabkan iritasi gusi dan terjadilah perikoronitis. Ketika perikoronitis semakin parah, infeksi pun bisa menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit menjalar ke pipi, rahang bahkan ke leher.

Ada beberapa hal yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya perikoronitis, antara lain:

  • Gigi bungsu tumbuh pada saat usia dewasa muda (20-29 tahun)
  • Gigi bungsu yang belum tumbuh sempurna
  • Terdapat operkulum (jaringan gusi berlebih) di atas gigi bungsu yang tumbuh
  • Tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut
  • Kelelahan dan stres emosional
  • Kehamilan

Dari kasus gusi belakang bengkak saya itu memang murni karena terjadinya infeksi. Sewaktu dibersihkan ada sisa-sisa makanan yang menempel. Setelah dibersihkan baru terasa lega.

Baca juga : Penyakit yang timbul karena sakit gigi

Lalu gimana sih gejala gusi belakang bengkak?

Adapun gejala gusi belakang bengkak yang disebabkan oleh perikoronitis sebagai berikut :

  • Gusi merah
  • Rasa sakit di gusi bagian belakang, pokoknya menjalar ke bagian leher-rahang-pipi
  • Adanya pembengkakan di jaringan gusi karena akumulasi nanah atau cairan infeksi
  • Kebocoran nanah dari gusi sehingga muncul rasa nggak enak di mulut
  • Gusi terasa empuk
  • Bau mulut
  • Kesulitan membuka mulut
  • Demam
  • Sulit menelan
  • Kebocoran nanah dari gusi

Setiap orang pastinya memiliki gejala yang berbeda ya untuk gusi belakang bengkak. Tapi, kalau saya pribadi, gejalanya rasa sakit di gusi bagian belakang dan adanya infeksi.

Akhirnya karena saya udah dua kali datang ke dokter gigi BPJS ini dengan kasus sama, beliau pun menyarankan beberapa hal sebagai cara mengobati gusi belakang bengkak.

Cara Mengobati Gusi Belakang Bengkak

Untuk mengobati gusi belakang bengkak ini tergantung dari gejalanya, ya. Karena saya ini termasuk perikoronitis maka dokter melakukan beberapa hal ini.

Meminta untuk rontgen berkala

Gigi bungsu saya ini tumbuhnya tidak sesuai ya, maka dokter pun menyarankan untuk melakukan rontgen berkala. Fungsinya untuk melihat keselarasan deretan gigi geraham dan juga memeriksa apa ada operkulum gigi di area yang sakit.

Berkumur dengan air garam

Apabila perikoronitis ini hanyalah terbatas di gigi dan tidak menyebar, disarankan untuk berkumur dengan air garam hangat.

Mengapa garam?

Garam ini bersifat menyerap air sehingga ampuh membunuh bakteri jahat yang ada di dalam mulut. Biasanya bakteri hanya akan tumbuh subur di lingkungan yang lembap dan asam. Jadi, saat kondisi mulut kering bakteri tidak akan bertahan lama.

Kamu cukup melarutkan ½ sendok teh garam ke segelas air hangat lalu berkumur.

Rutin sikat gigi dan lakukan dengan perlahan

Menjaga kebersihan area gigi bungsu itu wajib hukumnya. Ini menjaga agar tidak ada sisa makanan yang tertinggal atau tersangkut di bawah operkulum gigi.

Dokter menyarankan untuk menggunakan pasta gigi khusus gusi dan ketika menyikat gigi lakukan dengan perlahan. Tak lupa saat sikat gigi, pastikan gigi bungsunya pun keikut untuk disikat.

Gunakan obat kumur yang aman

Setiap kali saya berobat ke dokter gigi, di resep pasti ada obat kumur Betadine.

Pernah sewaktu saya datang kedua kali, iseng saya bertanya, “Dok, kok mesti kumur dengan obat kumur?”

Karena obat kumur bisa membantu pengobatan sakit gigi, di mana kandungan obat kumur seperti Povidone Iodine bisa menghambat pertumbuhan bakteri di mulut, sekaligus bisa membersihkan rongga mulut dan memelihara kesehatan.

Nah, di obat kumur Betadine ada kandungan Povidone Iodine 1%. Jadi, nggak heran sih kalau dokter sering menuliskannya di dalam resep.

Manfaat Betadine moutwash and gargle selain bisa membunuh bakter tapi juga bisa mengurangi plak gigi dan jumlah mikroba dalam mulut.

Saya menggunakan obat kumur Betadine moutwash and gargle (warna biru) itu setelah selesai menggosok gigi. Terlebih saat di malam hari. Ketika gusi belakang bengkak, obat kumur ini sangat membantu meredakan sakit juga.

So far selama penggunaan, alhamdulilah di tahun 2019 itu adalah kali terakhir saya ke dokter gigi BPJS. Karena saya sudah rutin memperhatikan gosok gigi sampai bagian belakang dan menggunakan obat kumur Betadine untuk mencegah bertumbuhnya bakteri.

Memang sih obat kumur ini terasa seperti antiseptik, tapi percaya deh efeknya itu really worth it. Untuk saya yang sering sakit gusi belakang bengkak ini sangat bermanfaat.

Bau dan rasa itu nomor kesekian yang penting khasiatnya. Betul?

Walaupun saya alhamdulilah udah nggak mengalami gusi belakang bengkak, tapi obat kumur Betadine ini masih saya setok setiap bulannya.

Saya tobat terlalu menyepelekan kesehatan mulut. Hiks.

Bagi kamu yang ingin tahu lebih lanjut tentang obat kumur Betadine, bisa kunjungi ke website resmi https://betadine.co.id/ .

Selain cara mengobati gusi belakang bengkak yang di atas, dokter pun memberikan resep sejumlah obat seperti pereda nyeri dan antibiotik yang berfungsi membunuh bakteri juga menurunkan bengkak.

Semoga pengalaman saya dan cara mengobati gusi belakang bengkak ini bisa membantu kamu ya yang memiliki sakit sejenis.

Pokoknya kalau udah sakit gusi belakang bengkak pertolongan pertama adalah air garam dan obat kumur Betadine. Kalau masih sakit langsung ke dokter untuk melihat penyebabnya.

Sehat selalu, ya.

One Response

Reply