Memilih Jajanan Sehat di Supermarket Bisa Dilakukan Dengan 5 Cara Ini! Anak Sehat, Mama pun Senang

Salah satu momen ‘surga’ bagi kedua anakku adalah ketika belanja bulanan. 😀

Kenapa begitu? Karena di saat inilah mereka bisa bermain sepuasnya di beberapa arena bermain dan memilih jajanan favorit di supermarket.

Saya punya alasan mengapa sangat membatasi mereka untuk membeli jajanan entah itu di pasar, mini market maupun supermarket. Bukan karena saya pelit, err no, tapi lebih merujuk ke kesehatan mereka.

Beklah, saya akan menceritakan sebuah kejadian singkat mengapa saya menjadi ‘mamak singa’ dalam hal jajanan ini.

Suami dan saya tipikal mengabulkan permintaan anak untuk urusan jajan. Selama ini jajan mereka ya seputar cokelat, biskuit cokelat, jelly, susu, permen. No problemo lah bagi kami, lagian harganya nggak mahal juga.

Hingga, satu kali saat kami belanja bulanan, anak-anak dengan random mengambil apa saja yang mereka lihat. Walhasil, kulkas pun setengah penuh dengan jajanan mereka.

Saya hepi lah, mereka makan snack, nggak recokin saya di dapur. In my head, jajanan ini benar-benar penyelamat deh!

Too bad, yang namanya berlebihan itu pastinya nggak bagus. Yeah, kalian bisa tebak, mereka berdua sakit. Batuknya nggak berhenti dan di saat bersamaan Kei alergi susu yang saya belikan.

Holly crap!

Saya diharuskan menghentikan konsumsi snack oleh dokter, terlebih cokelat, snack berbumbu. Dan untuk Kei, dia harus mengalami serangkaian diet ketat dan nggak boleh makan makanan di luar rumah selama proses penyembuhan.

Baca juga : Minuman sehat untuk anak

Karena kejadian itu pula saya diomelin mama, hiks.

“Sayang anak sih sayang, tapi nggak gitu juga biarin mereka makan snack sembarangan. Kamu ini sering baca ini-itu tapi nggak diterapin! Udah tau beberapa snack itu mengandung bahan yang nggak aman bagi mereka. Berapa sih harga snack dibanding kesehatan mereka?”

Omelan panjang mama itu seperti howler di cerita Harry Potter. I’m feeling guilty.

“Kamu kan bisa bikin kue, ya bikin lah sesuatu yang mereka suka. Atau beli saja buah.”

Duh, kenapa coba nggak kepikiran dengan hal itu? Saya terlalu menuruti kemauan anak tapi ternyata itu salah!

Menuruti kemauan mereka tanpa filtering bisa menjerumuskan ke hal-hal yang nggak baik. Sebagai orang tua, fungsi filtering ini mesti diturn-on kan.

Kisah itu udah setahun berlalu. Sekarang saya sungguh selektif bener dalam hal jajanan mereka. Saya percaya, ada kok jajanan yang menyehatkan. Pintar-pintar kita saja mencarinya.

Sebenarnya berapa banyak sih camilan yang dikonsumsi anak-anak per hari?

jajanan sehat2

Tiap anak memiliki porsi konsumsi camilan berbeda, tapi sebaiknya dibatasi.

Pertanyaan ini mencul begitu saja di benakku, dan pastinya sih tiap anak beda-beda ya prosi konsumsinya.

Setiap tahun, seorang anak itu mengonsumsi kurang lebih 400 biskuit, 120 cake-roti-pastri, sekitar 100 porsi snack manis, 70 cokelat batang dan es grim, 150 gelas jus dan minuman dingin.

Rata-rata, anak-anak mengonsumsi setidaknya tiga camilan tidak sehat dan minuman manis sehari, dengan sekitar sepertiga mengkonsumsi empat atau lebih. Hasil keseluruhannya adalah anak-anak mengonsumsi gula tiga kali lebih banyak dari yang direkomendasikan!

Banyak camilan yang tidak sehat dikonsumsi anak-anak secara teratur dan ternyata memiliki kadar gula dan kalori tinggi, misalnya:

  • Es krim mengandung sekitar 175 kalori
  • Satu pak keripik mengandung sekitar 190 kalori
  • Cokelat mengandung sekitar 200 kalori
  • Kue kering mengandung sekitar 270 kalori

Oh my, data-data tersebut bikin saya tertegun.

Saya pun teringat kata dokter, “Stop dulu snack apalagi cokelat, karena batuknya sudah lebih dari dua minggu dan ini sudah masuk kategori alergi.”

Anak-anak begitu rentan untuk terkena penyakit karena kita sebagai orang tua yang nggak pintar mengatur pola makan mereka.

Bagaimana kita sebagai orang tua menolong anak-anak untuk memeroleh jajanan sehat?

jajanan sehat3

Sebaiknya camilan dikonsumsi per hari itu berjumlah 100 kalori dan maksimal dua kali sehari.

Awal tahun 2018, Publich Health Englad mengadakan sebuah kampanye yang bernama change4life. Kampanye ini bertujuan membantu para orang tua di South West untuk memberikan camilan yang sehat bagi anak-anak.

Landasan kampanye karena selama ini anak-anak mengonsumsi gula berlebih yang berasal dari camilan. Diperkirakan konsumsi gula anak-anak per hari itu sekitar tujuh balok gula (ewww). Dan ini didapat dari camilan yang nggak sehat maupun minuman manis.

Efeknya? Anak-anak mengalami obesitas, gigi geripis dan berlubang.

Nggak hanya itu loh, data menunjukkan bahwa tingkat obesitas anak-anak di South West sudah memasuki zona merah. 22% untuk anak berusia 4-5 tahun mengalami obesitas, dan 30% di anak berusia 10-11 tahun.

Asli saya bergidik membacanya. Do you?

Kampanye ini memberikan solusi bagi orang tua perihal jajanan sehat bagi anak.

Para orang tua didorong untuk membeli jajanan yang mengandung 100 kalori, dan memberikannya kepada anak-anak hanya dua kali sehari.

Rasanya, kita perlu mengadopsi ya cara kampanye mereka ini. Memang sih agak sedikit susah ya mencari jajanan yang mengandung 100 kalori itu. Tapi, ini menjadi tantangan bukan bagi kita demi kesehatan anak-anak?

Berbelanja di supermarket dan anak-anak bisa jajan sehat, 5 tips ini patut dicoba!

Sejak kejadian di atas, saya lebih tegas dalam hal jajanan ini termasuk ketika belanja di supermarket. As we know ya, supermarket itu seperti ‘kantong doraemon’ bagi anak-anak, karena di sini mereka bisa mendapatkan apapun yang mereka mau.

Eits, saya nggak mau dong anak-anak sakit lagi, makanya 5 tips ini saya lakukan ketika berada di supermarket dalam memilih jajanan sehat.

  1. Snack area

Rata-rata pengaturan area di supermarket di negara kita ini membuat troly harus menyusuri terlebih dahulu area perlengkapan mandi, pakaian dan snack!

Bagian ini bikin ‘nyut-nyutan’ ya, karena di sini berjejer camilan yang seakan memanggil pengin ikutan di troly. 😀

Bisa disiasatin dengan memilih camilan yang mengandung gandum, oat, jagung maupun kacang.

Ada banyak bukan biskuit yang mengandung gandum, ada pula cookies dari oats, pop corn bisa banget jadi pilihan tapi mending pilih yang unbuttered ya. Semua camilan yang saya sebutin itu lendah kalori loh. Aman untuk si kecil dan untuk kita yang pengin diet pun bisa banget.

  1. Candy area

Duh area ini mah 11-12 sama snack deh. Berjejer permen, cokelat, jelly dan sebagainya yang bikin anak-anak heboh melihatnya.

Untuk area ini saya selektif dengan memilih dark chocolate dengan level gula yang rendah, jelly satu pak saja nggak lebih. Saya pengin cari marshmallow tapi agak sulit di dapat. Kalau ada, ini pilihan oke juga.

Permen? Saya mah punya pilihan tepat dan anak-anak pun suka!

Namanya Pindy Permen Susu. Permen ini jenis yang nggak keras (chewy candy), tapi lembut dikunyah. Makanya saya mau karena bisa dikonsumsi sama Kei.

jajanan sehat1

Pindy Permen Susu aman dikonsumsi dan memiliki 3 varian rasa

Kenapa memilih Pindy Permen Susu?

Ada tiga alasan utama yang membuat saya menyukai permen ini.

  • Pindy Permen Susu ini lulus uji BPOM dan MUI. Bisa dilihat di kemasan bagian depan ada logo MUI juga nomor BPOM. Ini sekaligus menepis berita miring yang beredar di penghujung tahun 2017 yang mengatakan Pindy Permen Susu mengandung narkoba jenis benzodiazepin.

  • Ada tiga rasa di mana ketiganya favorit anak-anak, strawberry and milk chewy candy, milk chewy candy, chocolate and milk chewy candy.

  • Alasan terakhir ini yang bikin saya yakin banget bahwa permen ini aman dikonsumsi anak-anak. Apalagi kalau bukan nilai gizi di permen ini ada di area ‘hijau’. Bisa dilihat bahwa kalori per permen itu di angka 10kkal, lemak 0%, karbohidrat 1% (2 g), protein 0%, gula 1 g, sodium 0 mg. Bisa dikatakan Pindy Permen Susu ini low kalori, gulanya pun masih ditaraf aman, dan sodiumnya 0. Ini angka bagus menurutku. Penasaran sama permen ini? Bisa kepo langsung deh ke IG @permenpindy_id

So, berapa banyak konsumsi permen ini per hari?

Saya nggak memberikan permen ini per hari loh. Saya memberikannya tiga kali seminggu. Iyes, saya menjaga betul hal ini. Untuk per hari saya memberikan maksimal 5 buah permen.

  1. Dairy area

Untuk area susu ini ada bagian ‘kulkas’ juga ya. Nah, biasanya saya agak selow aja di bagian ini.

Anak-anak saya biarkan memilih susu kotak favorit mereka, bisa berapapun tapi mereka paling banter ambilnya dua saja sih. Untuk area ‘kulkas’, mereka suka banget dengan yogurt. Beneran loh, anak-anakku suka yogurt 😀 barangkali karena saya suka konsumsi kali ya jadi mereka terbiasa.

Baca juga : Make over makanan dan minuman yang dikonsumsi

  1. Fruit area

Di bagian ini saya juga selow saja. Biasanya favorit anak-anak itu anggur atau apel. Ini sudah jadi kebiasaan dari awal loh membeli buahan tiap belanja bulanan.

Nggak hanya tiap belanja bulanan, ke pasar pun saya membiasakan mereka untuk membeli buah. Biasanya di pasar lebih ke semangka, nanas.

Jadi, biasakan membeli buah ya, karena ketika kita melakukan hal ini rutin, anak-anak pun akan terbiasa.

  1. Baked area

Ini mah salah satu area yang saya bilang depend on. Hehehe …

Melewati area ini, anak-anak nyantai saja. Apalagi Athar, dia agak pemilih soal cake, jadi Kei saja yang suka nunjuk ini-itu. Nggak tiap belanja saya beli cake, brownies. Paling sekali waktu saja, itupun sepotong cake aja.

Saran saya sih untuk area ini nggak mesti sering juga beli karena cake itu kan mengandung banyak kalori, lemak, gula. Kalau saya pribadi sih lebih senang bikin sendiri.

A Healthy Life for Our Children

jajanan sehat5

Senyum anak-anak adalah bahagia kita

Saya mah yakin bener, pola jajan sehat anak ini bisa diatur. Kapan mulainya? Sejak dini!

Disiplinkan anak-anak dengan membatasi apa yang bisa mereka konsumsi. Ini bukan berarti kita pelit! Saya mah bodo banget dengan omongan orang, toh ini anak kita, kesehatan mereka ya kita juga yang mesti jaga.

Jika sudah sejak dini disiplin akan jajan, ini akan menjadi sebuah kebiasaan pada anak-anak. Kelak, saat di luar jangkauan kita, mereka bisa menjaga diri dengan tidak sembarang jajan.

Athar sudah saya kenalkan dengan apa itu vitamin dan protein. Tiap membeli satu camilan dia pasti bertanya, “Ma ini ada vitamin nggak?” dan saya nggak segan menjawab dengan menunjukkannya tabel gizi di kemasan atau nggak ya tanya mbah Google. 😀

Alah ada karena biasa.

Semoga pepatah lawas ini selalu menjadi pedoman kita dalam mengatur pola makan dan jajan anak-anak. Ingat selalu, kita adalah filtering (bukan infiltran yak :D) yang bisa membawa mereka ke arah baik atau tidak.

Semangat selalu untuk para mama dalam memilih jajanan sehat, ya.

Referensi tulisan :

http://www.itv.com/news/westcountry/2018-01-02/new-campaign-to-control-childrens-unhealthy-snacking/

https://kumparan.com/@kumparannews/bpom-dan-bnn-pastikan-kabar-permen-susu-narkoba-di-banyumas-hoax

4 Comments

    • ranny
    • ranny

Reply