Surat Terbuka Untuk MFF

Dear MFF,

Rasanya kalau mendengar surat terbuka seperti mau disomasi *uhukz*. Tapi, kali ini demi grup tempat belajarku, saya meluangkan waktu untuk menulis surat cinta *eh* terbuka ini.

Baiklah..

Saya mencoba mengingat pertama kali bergabung di grup pecinta flash fiction ini, jadi saya bergabung karena melihat postingan Eka Putri soal flash fiction, maka saya pun meng-klik grup tertutup bernama Monday Flash Fiction. Jujur, saya tidak tau grup ini seperti apa, tapi seperti ada kekuatan magis membuat saya meng-klik grup ini. Waktu itu prompt sudah berjalan kedua *kalau gak salah*, saya pun mencoba membaca karya yang sudah ada. Seperti apa sih flash fiction itu? Saya pernah mengikuti lomba FF dari Kampung Fiksi Desember 2012 dan hanya lolos 25 besar. Dari situ saya mulai cari tahu tentang FF hingga terjerumuslah saya masuk di grup ini.

Saya memberanikan diri untuk menulis prompt, itu saat Eka Putri melempar sebuah kalimat untuk dijadikan tulisan. Saya membuat judulnya ‘Demi’. Dan dari situ, saya terus menggali kemampuan saya menulis fiksi. Ternyata harus terus menerus menulis untuk mendapatkan hasil yang baik *ya iyalaah*, saya pun banyak membaca karya teman, membaca banyak buku atau nonton demi sebuah imajinasi.

Bergabung di grup ini, saya mengenal teman-teman dengan kualitas menulis yang baik. Dari mereka pun saya belajar tentang diksi baru, gimana menutupi logika patah. Di grup ini, saya benar-benar menimba ilmu, tak terhitung berapa banyak artikel kebahasaan yang ingin rasanya saya rebus dan minum airnya biar terus ingat. Ilmu yang menyadarkan saya betapa bahasa Indonesiaku itu *errrr* masih banyak bolongnya :((( *mlipir di pojokan*. Tapi, satu yang pasti, di grup ini tak ada yang merasa pintar dan lebih, tak ada yang menggurui. Semua mau sharing cara membuat karya yang baik, saling menyemangati, dan terkadang OOT berkepanjangan hahahaha :))) Grup yang rata-rata banyak emak-emak, kini makin bertambah spesies lelaki *horeee*

Pencapaian saya paling tinggi adalah menang audisi membuat novel yang diadakan oleh DIVAPRESS. Ini tak luput dari MFF tempat saya menimba ilmu. Jujur, tanpa grup ini, saya takkan punya ilmu memoles tulisan saya, tanpa grup ini saya tidak akan mengenal teman-teman hebat yang membawa warna baru dalam tulisan saya. *tissue mana tissuee* .. Pertama kali karya saya masuk antologi MFF, senangnya itu tak terkira, pake bangeeettt… Saya sampai mewek, akhirnya saya punya buku! Impian saya selama ini akhirnya terwujudkan :’)

Untuk para admin :

Mak Carra, sungguh saya sangat berterima kasih karena dirimu menggagas grup ini, saya menemukan rumah untuk belajar. :”) Mak Carra ini orangnya sangat baik, baiik banget, multi talented dan terutama sangat ramaaah! Semoga kedepannya, Mak Carra tetap sehat, ya, agar terus menjadi kepala sekolah yang baik, ramah dan tegas. Ilmu promosi kepala sekolah MFF ini mantap benaarr! Lihat saja, sudah berapa banyak yang gabung di grup ini.

Mbak Latree, dirimu adalah admin yang komennya pedas sangat tapi sangat dinanti hahaha.. Selama prompt yang saya ikut, ada satu prompt yang sampai sekarang saya ketawa kalo ingat. Komen promptnya ‘ini kayak bercerita’ #jleb. Tapi, it’s okay, saya menerimanya 😉 dan tidak sakit hati. Namanya karya menuai pro kontra itu mah biasa. Tetaplah menjadi admin yang kadang menyebalkan ya, mbak hihihih jangan berubaah 😉 tetaplah memberikan komen yang pedas untuk karya-karya kami. Satu juga Mbak La, i love ur voice 😉 hehehe

Mak Isti, admin yang nan jauh di mato ini, membuat saya banyak belajar tentang EYD. Sungguh mak Isti sangat galak kalau berhubungan dengan EYD. Saya sampai membaca ulang artikel kebahasaan demi memperbaiki EYD. Jangan bosan-bosan, ya, Mak mengkritik EYD kami. 😉 *ditunggu harga karpetnya* *eh*

Untuk para PIC :

Saya sangat suka dengan keragaman topik tiap hari. Kalau saya menilai, Mbak Na dan Bang Riga akhir-akhir ini yang aktif saja dibanding dua PIC lainnya yaitu Pak Guru Sulung dan Mak Rahma. Saya kehilangan jumat kebahasaan, padahal artikelnya saya tunggu. Dan sharing resensi agaknya sangat tersendat. Ternyata, Pak Guru harus mundur dari jabatannya karena kesibukannya. Sediih 🙁 Sedangkan Mak Rahma, sekarang kurang aktif di grup. Sangat disayangkan karena PIC tugasnya juga menghidupkan grup selain admin. Mak Rahma pun jarang saya lihat di MFF Idol.

Sedikit saran untuk admin, hari rabu yang FIksi Mini kalau bisa ditunjuk PIC biar Mak Carra dan Mak Isti gak kelimpungan, kadang sedih liat kedua admin ini jungkir balik menyeimbangkan tugas nyata dan maya. Dan untuk PIC diharapkan lebih aktiff lagi.

Last but not the least..

Namanya ulang tahun pastinya ada harapan bukan? Harapanku semoga MFF terus eksis (((AMIIINNNN))), anggotanya aktif dooong jangan ini itu ini teruuus bosan kali lihatnya *ditendang berjamaah*, semoga para admin dan PIC bisa ada ide kreatif untuk mengembakan grup ini *apapun itu*. Daan semoga kami para anggotanya, makin aktif bikin prompt *ingat, raaan,, aktiiiffff* 😉

Selamat Ulang Tahun MFF.. I love youu

ultah mff

Xoxo

Love,

Ranny

3 Comments

  1. ndop
  2. jampang
    • ranny

Reply