[Remake] Prompt #7 : Love At The First Sight

Postingan sebelumnya, klik disini.

love at the first sight

Akhirnya aku memutuskan menerima tawaran dari kantor untuk menjadi auditor salah satu kantor cabang di Jawa Tengah. Sudah seminggu aku berada di sini, udara yang sejuk dan tetangga yang ramah membuat aku betah, walau tempat ini jauh dari kota. Setiap pulang kantor, aku selalu mengambil rute memutar melewati pantai. Dan selalu mendapati pemandangan yang menggelitik rasa keingintahuanku.  Seorang lelaki, duduk di bangku yang terbuat dari pohon kelapa, memandangi senja yang perlahan tenggelam di balik lautan.

Hari libur kali ini aku putuskan untuk menghabiskan waktu berjalan di pantai. Berjarak semeter, kudapati lelaki itu masih tetap di posisinya, menghadap laut. Rasa penasaranku mencuat ke permukaan.  Lantas, aku mengambil tempat disampingnya, menghadap laut juga. Kuberanikan diri untuk menyapanya duluan.

“Ada apa di laut biru itu? Kelihatannya sangat menarik perhatian Anda.” Ujarku.

Dia memalingkan wajah dan tersenyum. “Ada senja.”

“Lalu?”

“Laut.”

Aku berusaha mencerna jawabannya. “Oke, laut dan senja. Hmm, kan sama saja tiap harinya.”

Dia tersenyum lagi, memandangi lautan dengan tatapan kosong. Tampan juga lelaki ini.

“Aku menyukai dua hal itu.” Jawabnya ringan.

Jawabannya membuat keningku berkerut, aku tak mengerti. Dari percakapan yang sederhana, mengalirlah cerita demi  cerita tentang kehidupan. Namanya Aryo. Ia berada di kota ini untuk menghabiskan cuti. Ada debaran aneh setiap memandangi wajahnya, sorot mata yang tajam mengingatkanku akan kekasih yang meninggalkan lebam di hati. Terlalu cepat untuk memutuskan aku jatuh cinta. Tapi, apakah ini cinta pandangan pertama? Entahlah.

Tak terasa malam kian larut. Aku melirik jam di ponsel, pukul 10 malam. Kami memutuskan untuk menyudahi percakapan.  Debaran itu makin kencang, saat dia mengantarkan aku sampai di depan rumah. Kami pun bertukar nomor ponsel dan berjanji untuk ketemu lagi besok di tempat yang sama. Debaran itu turun ke perut, seperti ada kupu-kupu didalamnya. Apakah aku jatuh cinta? Kusingkirkan pikiran itu dan berusaha mengalihkan pikiran ini darinya dengan menonton film.

**

Perempuan itu sungguh menarik,  seperti namanya Andira. Ngobrol dengannya membuat aku betah walau berjam-jam. Ada sesuatu dalam dirinya yang membuat jantung ini berdebar setiap menatap wajahnya. Apakah aku jatuh cinta dengannya? Tak mungkin secepat itu. Aku berusaha mengalihkan pikiran yang penuh bayangan senyumannya. Kusesap tetes kopi terakhir  yang mulai dingin, sedingin hatiku.

Ponselku bergetar, pertanda pesan masuk.

“Sayang, lusa udah kelar cuti kan? Kita ketemu di Arya Bridal yah untuk fitting baju pengantin. Cepat pulang, miss you.”

Kubiarkan pesan itu tak berbalas.

Cinta, mengapa kau hadir disaat tidak tepat?

3 Comments

  1. Leny
  2. Lidya

Reply