#RandomStory : Operasi (Lagi)

Hello November …

Dari kemarin udah niat mau nulis Random Story lagi, tapi as usual selalu saja ada halhal yang mengalihkan perhatian juga mood. 😀

So, hari ini tanggal 2 November genap seminggu pasca operasi gigi bungsu. Ya, minggu lalu di hari Selasa juga, sekitar pukul 9.30 pagi, saya menjalani operasi pengangkatan gigi bungsu.

Ahh, operasi (lagi) …

Jika diingat, total saya sudah melakukan operasi sebanyak lima kali dalam kurun waktu satu dekade lebih dikit.

Dimulai dari tahun 2010, operasi pengangkatan kista. Tahun 2013, sectio anak pertama. Tahun 2014, operasi sinusitis. Tahun 2015, operasi sectio anak kedua. Dan, tahun 2021 operasi pengangkatan gigi bungsu.

Jujur, saya sedih.

Sedih karena mesti menjalani beberapa kali operasi yang efeknya membuat ketahanan tubuh agak sedikit menurun. Saya mesti pintar manajemen waktu dan kegiatan agar tidak terlalu capek. Karena seorang Mama mesti sehat SELALU, setuju yes.

Ketika saya terlalu capek, alarm tubuh saya itu mulai menyala. Tandanya, kepala suka terasa berat. Ya, beberapa tahun belakangan ini sejak akhir 2018, saya masuk ke Vertigo’s club. *sigh

Jadi, sebisa mungkin saya mengatur kegiatan agar semua beres dan sehat. It’s not easy …

Okay balik lagi ke operasi.

Apa ya, saya merasa tidak baikbaik saja ketika mesti menjalani operasi lagi-lagi-lagi. Tapi, ya mogimana kondisi mengharuskan. So, mesti terima.

Iya mesti terima, tapi terkadang saya baper juga sedih.

Sedih karena saya nggak selincah dulu dalam mengerjakan pekerjaan rumah. Ritme mesti saya turunkan karena kalau terlalu cepat, pasti selesai kerja (di dapur misalnya), badan terasa lelah. Parahnya, kalau kebanyakan nunduk ya nggak enak kepala (let’s blame to Vertigo! Huh!).

Dan saya nggak boleh lepas sandal di dalam rumah, suka rasa dingin. 😀 *apa mesti deket-deket kompor aja ya, LOL

Terus belum lagi omongan-omongan yang seringkali mematahkan semangat.

“Dih lebay banget deh masalah operasi saja bikin ceritanya panjang.”

“Operasi kok terus …”

“Lemah banget sih mau operasi …”

So on and on …

Operasi itu udah pilihan terbaik, mylaf.

“Tapi kan, cuma masalah gigi?”

Menurut ngana?

Setahun saya menahan sakitnya gigi bungsu yang tumbuh melintang. Setahun, di tiap pagi saya merasakan perih teramat sangat di gigi tersebut. Setahun pula seperti orang bodoh menanti panggilan operasi yang tak kunjung datang.

Saya seperti orang yang disakiti berkali-kali tapi kok gak bisa move on. Pinjam istilah netizen, kayak berada di toxic relationship.

hhhh …

Pengin kok tetap tangguh apalagi ada banyak tujuan-tujuan yang mesti dicapai. Nggak ada juga yang pengin menjalani operasi lagi-lagi-lagi.

Life must go on … *beksondnya Life Goes On – BTS

Agar kesedihan ini nggak berlarut, saya melakukan beberapa hal.

Kadang kala saya suka afirmasi diri dengan mengatakan ke diri apa saja yang sudah saya lakukan dalam sehari. Wow ternyata banyak juga! Haha … Afirmasi seperti ini ampuh bikin mood saya kembali membaik.

Lalu, saya suka chat dengan sahabat-sahabat. Ada sih sahabat yang suka saya gangguin untuk ini. Hehe … Untuk kamoh, gomawo ya.

Dan juga menulis di blog. Ketika saya menulis Random berarti emang butuh keluarin yang di pikiran untuk diletakkan ke botol pensieve bernama blog. Ini pun bikin saya lega.

Well, it’s okay to not be okay ya.

Untuk kamu yang membaca tulisan ini dan berada di posisi seperti ini, saya pengin bilang, “Kamu hebat loh!”

Saya juga mau mengatakan ke diri saya, “Ranny hebat!”

Solo

2.44 pm

Sambil melihat rintik hujan tipis-tipis

Tags:

2 Comments

    • ranny

Reply