#postcardfiction : Potongan Yang Hilang

Aku tak mengerti,mengapa tiba-tiba aku sudah berada di tempat ini. Yang aku tahu,aku hanya berjalan saja,menyusuri trotoar saat gelap menyurutkan senja, di tengah keriuhan kendaraan bermotor yang memacu perlahan dengan seribu tujuan, udara terasa kotor, tapi aku tak peduli. Kakiku tetap berjalan dan berhenti tiba-tiba di tempat ini. Halte bus.
Dari sudut ini aku bisa melihat arus kendaraan melaju dari beberapa arah. Pastinya mereka punya tujuan bukan, pulang rumah? Mungkin salah satunya.
Sedangkan aku? Ahh entah kemana tujuanku saat ini.

Ingatanku tertuju pada percakapan dengan emak beberapa minggu lalu melalui ponsel ini..
"Nak pulang lah emak rindu. Udah lama rasanya kamu ndak pulang, sampe Idul Adha kemaren pun kamu enggan pulang. Pulang lah biar cuma sebentar.." Suara emak terdengar memohon.
Aku hanya terdiam, tak bergeming.
"Iyah mak, aku usahain yah." Ucapku kala itu.

Ku hembuskan asap rokok perlahan-lahan. Aku begitu pusing dengan kerjaanku akhir-akhir ini. Tumpukkan kerjaan yang memasuki batas deadline, belum lagi ditambah keuangan yang menipis. Semuanya bercampur aduk. Dan sekarang aku berada di titik jenuh dengan semua hal ini.
Dering ponsel sedari tadi tak ku hiraukan, aku hanya ingin ketenangan kecil saja. Ku ambil dan tanpa mengecek langsung ku matikan.

Ku palingkan wajahku, terasa ada yang hilang, sesuatu yang biasa menghangatkan jiwa..
Dalam keramaian ini aku merasa kesepian yang meraja, tidak ada tempat untukku. Bukan disini tempatku.

Tak ada lagi sepi, tak ada lagi ruang tuk bermain kata-kata semua begitu tergesa, persis seperti yg terjadi di luaran sana, dijalanan ini.
Dan aku menemukan jawaban untuk kekosongan jiwa ini.
Rumahku.

Malam kian menua, ku matikan batang rokok terakhir,jalanan mulai sepi dan udara semakin dingin sampai ke tulang sumsum.
Besok, ya besok aku akan pulang mak.

3 Comments

  1. hana sugiharti
  2. Lidya
  3. kampungfiksi

Reply