Cerita dan Jawaban

Warna merah LED blackberryku menyala diiringi bunyi Ting sekali, menandakan ada email yang masuk. Kubiarkan sejenak, dan melanjutkan ketikanku menyelesaikan laporan pertanggung jawaban kegiatan kantor.  Sejam lebih berkutat didepan laptop membuat pundak dan pantat terasa pegal.  Akhirnya selesai juga laporan yang sudah beberapa hari ini aku tunda pengerjaannya. Ku reganggkan badan, menarik napas yang panjang, menghabiskan pulpy orange yang tinggal seperempat dan sepotong terakhir roti keju favoritku. Warna merah LED blackberry masih terus nyala,  ternyata ada beberapa notifikasi dari BBM, FB, twitter dan email. Ku cek satu per satu dan membalas seadanya, tiba-tiba aku terpaku dengan email yang masuk, sebuah nama dari Sender membuat napasku hilang sedetik.  Aku terdiam, masih ragu-ragu untuk membaca email yang masuk.  Ada perasaan yang bercampur aduk menelusup dalam hati, ingatan akan bayangan wajahnya, suaranya, senyumannya yang khas dan berakhir akan ingatan tentang apa yang dia lakukan padaku.

 

Tik tok tik tok… Akhirnya ku beranikan diri membaca email itu..

Received Using :

ardhionaputri@gmail.com

Labels : Inbox

Message Status :  Opened

To : My Self

From : bisma@gmail.com

Hai..

Mungkin aku tak pantas untuk mengirimkan email ini kepadamu. Tapi ada sesuatu dalam diri aku yang mengharuskan untuk mengirimkan email ini. Sebuah cerita dan jawaban yang mungkin kamu ingin tau atau tidak ingin tau tentang apa yang terjadi selama ini. Mungkin isi email ini akan mengubah segalanya di antara kita. Aku sudah siap dengan segala konsekuensinya.

Oh ya Wi …., ada banyak hal yang terjadi dalam hidup dan mulainya waktu aku pergi untuk satu bulan itu. Aku pergi tanpa mencari apa-apa : selain pantai, laut dan kata-kata, namun aku kembali membawa hal tentang hidup, dan cinta. Sewaktu pergi, hatiku kosong. Sewaktu pulang, hatiku penuh dengan setumpuk surat dan puisi yang ditulis tangan, percakapan demi percakapan yang tidak putus-putus hampir 3 jam 20 menit, perjalanan di tengah rinai hujan, dan genggaman tangan di pagi hari.

Banyak pelajaran tentang menikmati “sekarang”, Wi …. Masa lalu sudah tak dapat diapa-apakan lagi, masa depan belum lagi akan datang. Perjalanan membuat lebih menghargai yang ada “sekarang”. Seorang teman bertanya, “what is the sense of  life?” Mungkin hidup ini adalah lebih tentang kesempatan-kesempatan  yang kita raih, daripada kesempatan-kesempatan  yang kita lewatkan, itulah jawabanku Wi…. Hidup adalah tentang sekarang, tentang hal-hal yang terjadi sementara kita sibuk memikirkan masa depan, pernah kulihat dari kutipan entah lupa siapa.


Dia bertanya lagi, “what is love?” Cinta adalah apa yang terjadi ketika kita tengah sibuk mempertanyakan arti cinta itu sendiri. Cinta adalah momen. Ketika kamu bersama seseorang dan berpikir bahwa dengan dia di sampingmu, kamu bisa melakukan apa saja. Ketika kamu pergi jauh dan merindukan dia, dan mengetahui bahwa jika kamu harus pulang, tempat yang akan kamu tuju adalah tempat-tempat di mana dia berada…….

Wi, mungkin penjelasanku tidak dapat kamu terima, tapi itulah yang terjadi selama sebulan ini. Aku tak kemana, hanya pergi sejenak tidak untuk selamanya. 🙂 Memang aku keterlaluan tidak memberitahumu lebih dulu, menghilang begitu saja, memutuskan segala bentuk komunikasi. Mungkin ada beribu pertanyaan yang ingin kamu tanyakan. Aku sudah siap, untuk segala konsekuensinya.

Udah dulu yah Wi, tar terlalu panjang membuat kamu bosan bacanya. Badanku terasa capek teramat sangat, proyek yang sedang aku kerjakan menuntut konsentrasi dan energi yang lebih.

Selamat tidur Wi, jangan tidur kemaleman yah.

Selamat malam.

-Bisma-

Ku hembuskan napas panjang, aku tak bisa berkata apa-apa, ingin rasanya berteriak, tapi suaraku terhenti di tenggorokan. Mataku memanas dan bulir-bulir air mata perlahan merembes turun ke pipi. Dadaku begitu sesak tak mampu berkata dan berpikir. Hanya sebuah perasaan yang tercabik terasa sakit sampai ke tulang tapi di satu sisi sudut hati ada sesuatu yang menghangat. Entahlah aku pun tidak tau perasaan apa ini. Mau marah apa senang, aku sudah tidak bisa mengejahwantahkannya. Yang ada bulir air mata semakin deras dan suara yang tercekat.

 Lagu The Corrs sayup-sayup terdengar dari laptopku, seakan mengiringi perasaanku malam ini.

“Don’t say u love me, unless forever.. Don’t tell me u need me if ur not gonna stay.. Don’t give me this feelling.. I only believe it.. Make it real.. Or take it all away…”

Aku pun jatuh tertidur dengan posisi blackberry  masih dalam genggaman tangan kiri dan air mata yang mengering dengan sendirinya.

 

*Cerita tentang Dewi dan Bisma ini bisa di baca di post sebelumnya, silahkan di klik page cerita. Kisah mereka berdua sengaja saya bikin random.

Semoga berkenan ^.^

 

 

2 Comments

  1. Lidya

Reply