[Guest Post] 5 Langkah Menulis Konten Blog yang Brilian dan Bikin Ketagihan Pembacanya

Holaaaa…

Seminggu nggak apdet bikin blog ini berdebu hiks πŸ™ tapi mau gimana lagi, signal di tempat mertua minim banget dan momen kumpul keluarga juga jarang banget bisa lengkap formasinya. Jadi, bagi saya nggak apalah absen ngeblog seminggu lebih.

Now, im back!

Kali ini, ada guest post dari blogger favorit saya mak Carolina Ratri *siapa yang nggak kenal dia? TERLALU!!!* Saya banyak belajar dari MakCar, terlebih tentang konten blog. Senang bangeet MakCar mau bagi tips kali ini di blog saya tentang menulis konten. Dan tulisan ini adalah pembuka untuk kategori baru di blog saya : BLOGGING. Simak sampai habis ya! Ilmu keren nih dari ahlinya. ^^


5 langkah menulis konten yang brilian

Apa sih yang bisa membuat sebuah konten itu menjadi begitu menarik dan unik, sehingga worth to read? Dengan kata lain, bagaimana membuat sebuah konten yang brilian?

Konten yang brilian adalah konten blog yang dibuat secara akurat berdasarkan fakta dan data, original, dan ditulis sedemikian rupa, sehingga para pembacanya merasa perlu juga untuk melihat konten-konten lain dalam blog yang sama. Konten yang brilian adalah konten yang mampu memancing pembacanya untuk memberikan komentar, mau ikutan sharing, dan kemudian mau untuk ngeshare agar orang lain juga dapat ikut merasakan manfaatnya.

Wuidih. Gimana caranya ya, bisa bikin konten blog yang sebrilian itu?

Well, berikut ini ada 5 langkah yang harus kamu lakukan agar bisa menghasilkan konten yang brilian.

  1. Be yourself yang unik dan original (kalau perlu kontroversial)

unique

Kadang kita terlalu terbius dengan hal-hal yang sedang ngetrend dan dibicarakan oleh banyak orang. Yah, memang nggak ada salahnya sih nulis soal yang lagi ngehits-ngehits kayak gitu.

Yang salah adalah saat kamu menuliskan hal yang sama, yang juga dibahas oleh orang lain. Come on, sebenarnya setiap dari kita itu unik kan? Mengapa kamu tak menulis mengenai apa pendapatmu sendiri? Mengenai pikiranmu sendiri? Kemaslah opini kamu, perkuat dengan data dan fakta. Kontroversial? Nggak masalah. Selama kamu punya dasar pemikiran yang kuat dan jelas.

Mengenai kontroversi ini, kamu juga harus memahami, bahwa kontroversial itu tidak sama dengan β€˜being offensive’. Menulis hal yang kontroversial bukan berarti harus menyerang pihak lain. Selain itu, jangan menulis hal yang kamu nggak pahami. Pastikan kamu paham betul titik persoalannya, baru deh nulis.

Itu yang namanya menulis konten kontroversial. Dan itu nggak masalah.

  1. Optimization itu penting, namun jangan lupakan kualitas

pencil

SEO, jelas, itu harus! Bagaimanapun meski kamu menulis konten yang sebagus apa pun, gimana bisa dibaca orang kalau nggak terindeks di Google? Media sosial saja, mungkin nggak cukup.

Namun, nangkring di pejwan tanpa memberikan informasi berharga apa pun pada pembaca, itu juga sama saja bohong. Mungkin kontenmu memang berada di peringkat paling tinggi. Tapi kalau pembacamu merasa tidak menemukan jawaban dalam konten kamu, ya mereka akan pergi. Boro-boro mau lihat artikel yang lain, mungkin dia juga cuma tinggal beberapa detik saja di blog kamu. Bounce rate jadi tinggi deh.

So, kualitas konten dan optimasi harus seiring sejalan.

  1. Kualitas, kualitas dan kualitas

quality

Setiap kali kamu akan publish konten blog kamu, pastikan beberapa hal berikut sudah benar.

Yang pertama, konten kamu tersebut harus berdasarkan data yang akurat. Kamu menuliskannya berdasarkan pengalaman pribadi? Jujurkah kamu saat menuliskannya? Jika kamu mendapatkan data konten kamu dari sumber yang lain, apakah sumber tersebut bisa dipercaya? Sudah dicek bukan hoax kan? Sudah cantumkan sumber?

Yang kedua, cek typo, ejaan, dan juga tata bahasanya. Membaca konten tulisan yang kebanyakan typo, itu ibaratnya mata kita kelilipan melulu. Apalagi kalau sampai harus menebak-nebak maksud si penulis. Ini nulis apa sih? Duh, please deh. Baca sekali lagi sebelum kamu publish. Pastikan semua rapi dan bersih dari typo.

  1. Kenali pembacamu

reading

Karakter pembaca memang berbeda-beda. Ada yang suka membaca artikel singkat namun padat, ada juga yang suka artikel yang membahas satu topik secara mendalam dan detail. Beberapa yang lain suka kalau membaca konten dengan konten visual yang banyak, sedangkan yang lain lagi suka membaca teks saja (soalnya mungkin konten visual bikin boros kuota #eh)

Nah, pastikan kamu tahu karakter pembacamu ya. Juga sesuaikan bahwa mereka adalah orang-orang yang mempunyai tingkat pemahaman yang berbeda-beda. Gaya bahasa, cara kamu bercerita, juga topik yang kamu tulis sangat berpengaruh pada karakter pembaca yang akan datang ke blog kamu.

  1. Pastikan konten kamu bermanfaat

woman

Mau nulis curhatan? Siapa bilang nggak boleh? Boleh bangetlah! Namun, pastikan saat pembaca kamu datang dan membacanya, ada manfaat yang akan dia dapatkan. Mungkin dia kemudian bisa ikutan curhat? Mungkin kemudian dia bisa mengambil pelajaran dari curhatan kamu? Mungkin dia kemudian bisa sharing karena dia punya pengalaman dan insight berbeda?

Pembaca blog kamu adalah mereka yang peduli akan apa yang kamu tulis, mencari informasi yang mereka butuhkan, atau sekadar mencari hiburan dari tulisan kamu. Jadi, berikan apa yang mereka butuhkan. Jika mereka merasa kebutuhannya terpenuhi, maka tak perlu kamu undang pun, mereka akan balik lagi ke blog kamu.

Baca juga : Watermark pada foto

Nah, gimana nih? Tentunya hal-hal tersebut di atas sudah kamu lakukan kan di blog kamu? Belum? Maka, sekarang saatnya kamu harus mulai melakukannya. Supaya blog kamu makin ngehits dan melejit.

Mau menambahkan tips lain? Yuk, cus tulis di kolom komen ya.

Happy blogging!

27 Comments

    • ranny
    • ranny
  1. Ririyusniati
  2. Uci
  3. Yesi Intasari
  4. Inna Riana
  5. Ety Abdoel

Reply