5 Langkah Awal Membiasakan Pola Hidup Sehat pada Anak

Pola hidup sehat pada anak bagi saya penting untuk dibiasakan sejak dini. Ini adalah hal yang nggak bisa ditawar.

Kok terkesan berat ya kita membiasakan hal tersebut ke anak sejak dini? Sebenarnya menurut saya pribadi, ini masalah mindset saja. Ketika kita memulai dari langkah yang mudah, ini akan terasa ringan.

Ada banyak faktor yang membuat saya memutuskan untuk mulai membiasakan pola hidup sehat pada anak. Salah satunya, karena di zaman sekarang ini perkembangan teknologi membuat banyak orang sulit beradaptasi sehingga menimbulkan berbagai penyakit yang dulu jarang ditemui di anak, sekarang kok makin lekat.

Contoh paling mudah dilihat adalah penggunaan gadget.

Pola hidup sehat pada anak tak sekedar tentang mengatur makanan tapi juga aktivitas mereka.

Penggunaan gadget berlebihan sudah membuktikan membawa dampak buruk bagi anak. Mulai dari nyeri persendian tangan, pusing, anak minim gerakan hingga susah makan.

Atau perkara memilih makanan sehat. Sebagai pecinta mie, sekarang ini saya mulai selektif memilih mie sehat untuk dikonsumsi keluarga.

Itulah mengapa, kita sebagai orang tua harus turut berperan aktif untuk membiasakan pola hidup sehat pada anak. Memang betul, kita ini adalah contoh utama mereka. Makanya, kita pun harus bisa membiasakan hal ini dalam keseharian.

Tidak ada kata terlambat kok untuk memulai, karena saya meyakini timing setiap orang berbeda-beda. Yang penting niat dan diiringi tindakan. Jangan mentok niat doang, ya. Hehe …

Kapan Memulai Pola Hidup Sehat pada Anak?

Sebenarnya jika diingat-ingat, memulai pola hidup sehat pada anak-anak saya diterapkan ketika mereka memasuki fase MPASI.

Saya berusaha untuk membuat MPASI sendiri sejak anak pertama dan dilanjut anak kedua. Ribet? Sudah pasti, tapi namanya seorang ibu ya ini sebuah tantangan tersendiri bagi saya.

Lalu, kejadian tak terduga dialami Kei ketika berusia 1,5 tahun. Dia mengalami alergi susu di usia tersebut. Semua bermula ketika saya mau membiasakan fase ‘menyapih’.

Ternyata, Kei nggak cocok dengan salah satu susu formula. Padahal sufornya itu bisa dikatakan yang premium lah.

Itu hanyalah pemantik dari munculnya alergi makanan lainnya.

Saya sampe frustasi ketika Kei harus menjalani diet untuk melihat apa saja makanan yang tidak bisa dimakan. Kei menjalani menu sarapan diet seperti nasi-daging saja dulu untuk beberapa hari. Lalu diganti protein lainnya.

Daftar makanan yang menimbulkan alergi pun mulai bertambah. Dan saya semakin ketat memilihkan apa yang bisa dimakan Kei.

Namun, pemikiran saya tercerahkan ketika bertemu dokter anak di salah satu rumah sakit swasta di Solo.

Beliau mengungkapkan, untuk anak alergi bisa makan bahan makanan tersebut tapi porsinya dijaga.

Misalnya, alergi kacang. Nggak harus si anak tidak makan kacang seumur hidup. Tapi dikurangi porsinya.

Saya mencoba dan it’s works!

Jadi, apabila ditanya kapan waktu yang tepat memulai pola hidup sehat pada anak? Saya akan jawab kapan saja! Memulai sejak dini pun sangatlah baik.

Nah, berikut ini saya ingin berbagi langkah awal yang sudah keluarga saya lakukan untuk membiasakan pola hidup sehat pada anak.

5 Langkah Awal Membiasakan Pola Hidup Sehat pada Anak

1. Memulai dengan meluruskan basis pemikiran tentang sehat

Saya menyadari bahwa segala sesuatu haruslah memiliki basis pemikiran yang tepat. Nah, yang tepat ini butuh waktu di mana kita harus banyak membaca, belajar, praktik.

Lalu bagaimana menerapkan pemikiran pola hidup sehat pada anak?

Dimulai dengan hal yang simpel, bahwa tubuh kita harus dijaga. Sebagai manusia, wajib menjaga kesehatan sebagai bentuk rasa syukur kita terhadapNya.

Iya itu yang saya sampaikan ke anak-anak. Dan alhamdulilah, di sekolah pun didukung oleh pelajaran yang mengajarkan bahwa apa yang diberikan olehNya haruslah dijaga.

Jadi, pola pikir utama menjaga kesehatan itu terbentuk.

Lalu praktik. Nah, contoh paling mudah adalah menjaga kebersihan tubuh. Membiasakan mereka mandi dua kali, menggosok gigi saat mandi juga sebelum tidur.

Itu dulu dilakukan. Step by step. Tidak mesti langsung dijejali dengan hal-hal berat.

2. Memberikan contoh

Orang tua itu role mode bagi anak-anak.

Sebagai role mode, tugas kita adalah memberikan contoh ke mereka. Apapun itu, termasuk menjalani pola hidup sehat.

Saya menyadari tidak bisa sempurna banget. Tapi, membiasakan mereka untuk makan sehari tiga kali, meminimalisir camilan dari jajan luar, menyediakan buah-buah, mengingatkan untuk minum air putih yang cukup itu langkah awal yang baik.

Seriously, saya saja masih keteteran untuk menyediakan buah. Masih sering absen. Dan juga ingetin untuk minum air putih.

Tapi, jadi ibu itu harus pantang menyerah! Semangat!

3. Membiasakan menu seimbang untuk anak

Langkah berikutnya untuk membiasakan pola hidup sehat pada anak adalah menu seimbang.

Saya pernah menuliskan tentang menu piring seimbang (silahkan diklik) untuk melihat apa saja yang saya sediakan untuk anak.

Nah, ini juga menjadi tantangan.

Tantangan di mana? Harus kreatif bikin menu.

Bagi saya menyediakan karbohidrat, protein, vitamin di meja makan itu kewajiban. Namun, karena terkadang saya mesti kerja jadi menyiasati di menu.

Seperti apa? Saya membuat menu yang sudah ada kandungan protein nabati, hewani dan vitamin dalam satu porsi menu.

Sekali masak, selesai. Hehe …

Begitulah ibu-ibu ya, memang harus kreatif dalam menu masak.

Pernah nggak masak? Iyes dong. Dalam seminggu, biasanya sabtu saya nggak masak. Jadi, mengandalkan beli di tempat langganan.

Kadang saya suka mengonsumsi mie jadi setiap belanja bulanan saya membeli Lemonilo. Nah, saya menyukai varian shirataki noodle. Karena varian ini termasuk mie goreng dan sering saya masak bareng sayur juga telur.

4. Olahraga

Olahraga bersama anak itu menyenangkan!

Saya pun baru memulainya sejak dua tahun lalu. Mulainya dengan jogging ringan saja di lapangan olahraga di dekat rumah.

Durasinya pun seminggu sekali saja. Tapi, setidaknya kita sudah mengajarkan ke mereka bahwa olahraga itu penting sebagai salah satu cara membiasakan pola hidup sehat pada anak.

5. Minimkan penggunaan gadget

Seperti yang sudah saya ungkapkan di atas bahwa penggunaan gadget pada anak harus bisa dikendalikan. Jika tidak, ambyar!

Sebagai orang tua menerapkan disiplin pada anak itu wajib ya termasuk dalam menggunakan gadget. Saya pernah menyaksikan sendiri, anak tantrum karena gadget.

Fiuh.

Tantangan banget!

Oleh karena itu butuh kerja sama dengan pasangan. Suami dan saya menerapkan penggunaan gadget hanya bisa sekali dalam seminggu.

Hadirkan aktivitas fisik bersama mereka untuk mengganti gadget. Kalau saya membeli permainan zaman dulu seperti halma, ludo, ular tangga atau lego. Ini sangat membantu.

Membiasakan pola hidup sehat pada anak ini butuh kerja sama dengan pasangan khususnya juga si kecil. Karena untuk bisa berhasil, komunikasi harus terjalin dengan baik.

Hindari ujug-ujung melarang ini-itu tanpa ada penjelasan. Anak-anak sekarang mereka lebih kritis, mereka butuh dijelaskan mengapa ini dilakukan. Dengan begitu, mereka akan selalu mengingat dan melakukan.

Semoga saya dan teman-teman bisa konsisten ya membiasakan pola hidup sehat pada anak.

Terus semangaat! Ingat maju terus pantang mundur. *halah

16 Comments

  1. Damar Aisyah

Reply