Serunya Tupperware Gathering Solo 2014

Sabtu kemarin, pagi-pagi saya sudah menyiapkan segala keperluan Athar untuk ditinggal sampai sore. Pekerjaan rumah sudah beres, saya pun sudah siap untuk ke acara Tupperware Gathering di Danar Hadi.

Lurik BatikEmak Athar udah cetar ulala dengan Lurik Batik dari Layana Shop

Lalu lintas pagi hari lancar jaya, mendekati Museum Kuno Danar Hadi sudah terlihat umbul-umbul ELC Tupperware. Memasuki gerbang pun disambut spanduk selamat datang. Parkiran mulai dipenuhi mobil dan motor entah itu dari peserta maupun pegawai museum. Nampak, beberapa ibu-ibu duduk bergerombol di selasar, ada yang berdiri, ada pula yang kebingungan seperti saya yang entah mau mulai dari mana. Mataku tertuju pada dua meja yang dikerumuni ibu-ibu sambil menulis di sebuah kertas. Saya tak salah, dua meja itu untuk registrasi peserta. Di meja pertama, saya mendaftarkan nama dan dibagi kelompok berdasarkan nomor urut, di meja pertama saya mendapat name tag. Lanjut di meja kedua, saya dikasih kertas angket dan sebuah kantong kain berwarna merah bertuliskan Tupperware.

ELC Gathering SoloMeja registrasi dan penyerahan angket-hadiah

ELC gathering soloDekorasi ruangan elegan

Tak lama berselang kami diajak masuk menuju venue. Ini adalah kali pertama bagi saya mengunjungi Museum Kuno Danar Hadi. Dekorasi pintu masuk, taman sangat klasik khas zaman dulu. Memasuki ruangan acara, saya berdecak kagum melihat dekorasi ruangan yang elegan dan mewah. Tupperware memang gak salah memilih tempat ini. Pemilihan tempat gathering ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa Tupperware adalah usaha yang sudah mumpuni di bidangnya.

ELC gathering soloPanggung utama

IMG_1867Nah, ini dia isi dari kantong berwarna merah. Produk Tupperware yang diisi snack dan air.

Saya beruntung mendapat kelompok empat, di mana tempat duduknya di bagian depan. Setiap kelompok berjumlah sepuluh orang. Total yang hadir sekitar dua ratus orang lebih dan dinominasi oleh ibu-ibu.

Acaranya sedikit molor dari jadwal, dimulai pukul sepuluh. Suara nyaring MC membuka acara yang dilanjutkan pengenalan Ezy Living Club Tupperware oleh Ibu Yeni. Ibu ini berperawakan kecil, agak sipit, berbadan mungil tapi semangatnya seperti anak muda. Berbagai benefit ditawarkan jika kita begabung dengan ELC, antara lain dengan mendaftar sebesar Rp.150.000,- akan mendapatkan welcome member berupa produk Tupperware. Selain itu setiap tiga bulan akan mendapatkan ELC magazine.

IMG_1869Ibu Yeni menjelaskan tentang ELC

Acara pun dilanjutkan dengan demo masak oleh Chef Yeni. Tak salah memilih chef mungil ini, karena chef Yeni bisa membawa suasana menjadi santai, cair dengan celutukan ringannya. Chef Yeni membandingkan kualitas T-Chef Tupperware dengan teflon merek biasa. Saya pun takjub melihat frying pan T-Chef ini. Peserta yang ikut membandingkannya pun dikasih hadiah Tupperware, gosh, keren! Selanjutnya Chef memperagakan pembuatan risoles Solo dan kami pun disuguhkan hasilnya. Tiba kami di sesi berikutnya, yaitu lomba. Jadi, di meja sudah disediakan bahan dan alat untuk resep risoles. Kami diminta untuk berkreasi dengan bahan dan alat tersebut. Dua puluh menit waktu yang diberikan, setelah dikumpul, pemenang tak langsung diumumkan karena akan ada penilaian dari Chef dan Panitia.

IMG_1870Demo masak oleh Chef Yeni

Di sela acara, MC membagikan doorprize untuk lima orang. Ahh, saya belum beruntung!

Sesi selanjutnya, kami diajak untuk berkreasi dengan hijab dan sarung. Sesi ini dibawakan oleh Ibu Reni Kusumawardhani. FYI, Ibu ini adalah pakar model hijab dan sarung. Sudah belasan buku diterbitkan oleh penerbit besar untuk tutorial hijab dan sarung. Sekali lagi, tiga orang peserta diminta untuk naik sebagai model hijab. Oleh Ibu Reni, diperagakan model hijab sehari-hari dengan step by step yang mudah diingat. Dan, kembali lagi peserta yang menjadi model diberikan hadiah oleh Ibu Reni berupa buku karangannya.

IMG_1875Ibu Reni memperagakan variasi hijab

Sarung yang selama ini dikenal hanya untuk sholat, divariasikan oleh ibu dengan baik menjadi model yang unik dan chic. Bagi awam seperti saya yang tak tahu cara pakai sarung dan kain batik,sesi ini sangat bermanfaat sekali.

Lomba? Ada dong. Kami diminta untuk memilih mau ikut lomba hijab atau sarung. Kelompok kami memilih hijab. Selesai mendandani salah satu teman kelompok, mereka diminta untuk bergaya ala model di catwalk. Dan, alhamdulilah kelompok kami menang! *yiaaay* Kami dapatkan satu produk Tupperware.

Jam sudah menunjukkan pukul setengah satu siang, kami pun disuguhkan makanan ala prasmanan. Makanannya enak!

Selagi menunggu sesi berikut, saya didekati oleh salah satu panitia dan diberikan sebuah nomor. Saya pikir untuk acara table dinning, eh ternyata….

Sebelum masuk sesi terakhir, diumumkan pemenang lomba resep. Sekali lagi, kelompok kami menang *horeeee*, ada lima kelompok yang menjadi favorit. Alhamdulilah, hadiahnya dua Tupperware. Acara diselingi oleh doorprize oleh MC. Tupperware menghujani kami dengan produknya!

Tiba-tiba MC, memanggil para peserta yang mendaptkan nomor. Nah, bagian ini paling menyebalkan! Jadi, ibu di samping saya ini golongan ‘suka tampil’, karena saya bilang nomor itu untuk sesi berikut, pas MC panggil, dia langsung serobot nomor itu dan grasak grusuk ke depan. Teman kelompok pun bengong lihatnya, apalagi saya. Ternyata nomor itu, untuk best dress! Ouchhh! Sakitnya tuh di sini kakaaaa *nunjuk dada*. Si ibu pun entah udah putus urat saraf malu, melenggang gitu saja.. *pfuuhhh*

Acara berikut, table dinning, oleh Ibu Uci Soemarmo. Wah, Ibu ini tomboy, lincah dan modis. Beliau memperagakan beberapa bentuk variasi serbet dan cara menata meja makan. Sekali lagi, diadakan lomba untuk menata meja dan variasi serbet. Sayangnya, untuk lomba menata meja diundi oleh panitia karena hanya bisa empat kelompok.

IMG_1878Ibu Uci tengah menjelaskan tentang table dining

Selesai acara table dining, berarti usai sudah acara gathering. Jam pun sudah menunjukkan pukul tiga sore. Saat diumumkan oleh Ibu Yeni bahwa para peserta akan mendapatkan goddie bag berisi produk Tupperware, semua pun bersorak. Sayangnya, instruksi MC tak diikuti oleh peserta yang sudah sibuk keluar. Kata perpisahan dari Pak Egen, manajer Tupperware pun dibatalkan karena ibu-ibu sudah keluar pintu. Padahal, semua bakal dapat juga.

Overall, saya sangat menikmati gathering ini. Kenapa? Saya bisa ketemu dengan orang baru, terlebih saya mendapatkan ilmu gratis! Hadiah-hadiahnya bagi saya adalah compliment.

ELC gathering soloDapat ilmu, hadiah dan teman!

Semoga tahun depan gathering ELC bisa diadain di Solo lagi.

Ezy Living Club, panceeeen oyeee!!

Terimakasih Tupperware.

3 Comments

  1. Lidya

Reply