Bahan Makanan Tetap Awet, Coba Cara Ini!

Pernah nggak kesal saat mau bikin brownies batal karena tepungnya bau tengik atau ada kutu? Saya pernah mengalaminya! Keselnya tuh sampai diubun-ubun, ugh! Belum lagi rasa kecewa mendapati almond yang disimpan menjadi ‘sarang’ kutu. Heran deh, mengapa bahan makanan masih saja rusak, walau sudah disimpan dengan baik bahkan tertutup rapat?

Penyebab kerusakan bahan makanan bisa bermacam-macam : karena mikroba, kapang, jamur, bahan kimia dan suhu penyimpanan yang tidak tepat. Selain itu, karena tiap bahan makanan memiliki karateristik yang berbeda, ini turut memengaruhi cara penyimpanannya agar kualitasnya tetap terjaga.

Sebagai emak, harus pintar-pintar dong menyiasati segala macam bahan agar awet dan bisa dipakai dalam kurun waktu lama. Coba cek dapur dan ubah cara simpan yang selama ini kurang tepat! Bahan makanan tetap awet, coba cara ini! Sstt, ada beberapa yang sudah saya praktekkan di rumah, loh.

Bahan makanan

  1. Tepung

Sifatnya yang mudah menyerap uap air dan bau membuat tepung rentan berjamur, berbau tengik, menggumpal dan menjadi ‘sarang’ kutu. Menyimpan di dalam wadah tertutup adalah syarat mutlak penyimpanan.

Bila kemasan belum dibuka, simpan di suhu ruang. Untuk sisanya, pindahkan ke wadah kedap udara, tidak terkena cahaya, tetap di suhu ruang.

Manfaat : menjaga kondisi tepung tetap baik hingga 6 bulan. Untuk umur simpan yang lebih lama, boleh simpan di dalam freezer.

  1. Kopi

Yang paling menggoda dari secangkir kopi panas adalah aromanya. Namun, sifatnya yang mudah menyerap bau, membuat aromanya mudah rusak. Simpan kopi di wadah gelap bertutup rapat untuk melindunginya dari oksidasi akibat paparan cahaya.

Manfaat : selain menjaga aroma tetap ‘terkunci’, juga menghidari gumpalan karena udara yang diserap kopi. Jangan dibekukan, sebab suhu rendah membuat lemak kopi mengkristal. Lemak itu terpisah dari kopi, mengurangi aroma khasnya.

  1. Teh

Tiap jenis teh memiliki umur simpan berbeda. Teh bunga (tisane) berumur simpan kurang dari sebulan. Teh hitam dua tahun, sedangkan teh hijau kurang dari setahun. Untuk menjaga kualitas teh hingga masa akhirnya, simpan di dalam kemasan kaleng atau kemasan laminat aluminium yang memiliki perekat. Wadah kedap cahaya dan udara mampu menjaga kondisi teh tetap kering. Atau, masukkan silica gel agar teh tetap kering.

Manfaat : cara ini juga menghindari aroma teh rusak karena sifatnya mudah menyerap bau. Idealnya disimpan di dalam ruangan yang sejuk.

  1. Gula

Gula pasir dan gula bubuk mudah menggumpal karena bersifat mudah menyerap uap air. Maka, simpan di kemasan kedap udara, kedap cahaya, kering dan sejuk. Pastikan kemasan tertutup rapat setelah digunakan, sebab gula juga dapat menyerap bau di sekitarnya. Simpan di dalam suhu ruang. Bila disimpan di dalam freezer, kualitasnya bisa tetap terjaga hingga 2 tahun.

  1. Telur

Simpan di dalam kulkas agar kualitasnya terjaga 4-6 bulan. Sebelum disimpan, cuci bersih telur dengan air. Sebab, kotoran ayam yang tertinggal mengandung bakteri salmonella dan bisa masuk serta merusak telur lewat pori kulitnya. Jangan pula menyimpan telur yang retak, karena bakteri mudah masuk.

Telur yang dijual dalam kemasan karton sebaiknya tetap disimpan di dalam wadahnya. Kemasan karton dapat melindungi penguapan air dari dalam telur melalui pori kulitnya.

Tips : jika akan digunakan untuk adonan kue, gunakan telur pada suhu ruang.

  1. Kacang-kacangan

Tempat penyimpanan yang kering, bebas paparan cahaya dan kedap udara, bisa menjaga kadar air dalam kacang tetap rendah (7%-14%). Bila suhu lebih tinggi, kacang mudah berbau tengik dan ditumbuhi jamur. Suhu yang lembap juga bisa mengundang kutu dan serangga pemakan kacang.

Manfaat : di suhu ruang, kualitas kacang terjaga 6 bulan. Bila ingin umur simpan yang lebih panjang, simpan di dalam freezer.

  1. Saus dan bumbu cair

Jangan asal taruh semua saus botolan di dalam kulkas, atas alasan kepraktisan. Setiap jenisnya memiliki karakter simpan yang berbeda, lho!

  • Jenis yang bisa disimpan di dalam kulkas antara lain black bean sauce, saus sambal, saus hoisin, dan saus tiram.
  • Jenis yang bisa disimpan di dalam lemari dapur bersuhu ruang antara lain hot chili oil, cuka beras, minyak zaitun, minyak wijen, kecap ikan, kecap manis, dan saus BBQ siap pakai.

Hindari paparan cahaya dan panas secara langsung agar tidak timbul reaksi oksidasi pada produk. Sejak kemasan dibuka, saus dan bumbu masih bisa bertahan 2 – 6 minggu. Jangan gunakan bila muncur jamur dan bintik putih (khamir) di permukaan mulut botol, warna berubah lebih gelap dan kekentalan berkurang.

  1. Garam

Kandungan yodium pada garam mudah rusak bila terpapar cahaya. Maka, ada baiknya simpan garam di dalam wadah kering yang kedap cahaya. Sering kali kita mendapati garam dalam keadaan basah dan menggumpal. Ini dikarenakan sifatnya yang mudah menyerap air di udara. Usahakan wadahnya tertutup setelah digunakan. Garam cukup disimpan di dalam suhu ruang yang sejuk.

  1. Cokelat

Cokelat cukup disimpan di suhu ruang. Hindari ruang simpannya dari paparan cahaya langsung, sebab cokelat akan mudah meleleh. Cokelat bisa bertahan hingga 18 bulan. Jangan simpan di dalam kulkas, akibatnya akan timbul bercak putih di permukaan cokelat yang disebabkan oleh terpisahnya lemak cokelat.

Tips : untuk semua sisa cokelat, selalu bungkus rapat dengan plastik lengket.

  1. Susu

Berbeda jenis susu, berbeda pula perlakuannya. Namun, apapun jenisnya hindari mengonsumsi susu yang sudah berubah warna, rasa dan aroma.

  • Susu cair pasteurisasi harus disimpan di kulkas walau belum dibuka. Masa simpannya singkat, yaitu 7-21 hari.
  • Susu cair sterilisasi bisa disimpan di suhu ruang, bila belum dibuka. Jika sudah dibuka, harus disimpan di kulkas. Masa simpannya bisa mencapai 6 bulan.
  • Susu bubuk paling mudah penanganannya. Cukup simpan di wadah kedap udara, kedap cahaya, di suhu ruang (bertahan 6-12 bulan). Penyimpanan di freezer bisa meningkatkan umurnya.
  1. Cabai

Di kulkas, cabai bertahan seminggu. Bungkus dulu dengan kertas agar cabai masih bisa ‘bernapas’ saat disimpan. Hindari kemasan plastik karena membuatnya lekas busuk.

Untuk penyimpanan jumlah banyak, rebus cabi hingga matang. Taruh di dalam wadah kedap udara, bekukan. Cara ini memperpanjang umurnya hingga 1 bulan!

Tips : cara lain adalah mengeringkannya di bawah sinar matahari atau oven, lalu dibungkus dengan kertas dan simpan di dalam suhu ruang.

  1. Bawang-bawangan
  • Di kulkas, bawang bombay dan bawang merah bisa bertahan selama 6-7 bulan.
  • Di kulkas, bawang putih hanya 2 minggu. Bila ingin awet, justru simpan di dalam suhu ruang karena bisa bertahan hingga 1 bulan. Alasannya, bawang putih lebih cepat kering dan kulitnya keriput bila terlalu lama di kulkas.

Tips :  untuk bawang yang sudah diiris, bisa direndam di dalam air, dan tempatkan dalam wadah tertutup misalnya stoples atau kontainer dan bekukan. Ini menjaga bawang tetap lembap namun tidak busuk.

  1. Bumbu bubuk

Merica, kayu manis, pala dan sejenisnya mengandung air yang sangat rendah dan mudah menyerap uap air di udara, sehingga mudah menggumpal. Selalu simpan di wadah kedap udara dan kering.

Kelemahan bumbu bubuk adalah mudah kehilangan cita rasa dan aroma. Segera tutup setelah digunakan. Umur simpannya di suhu ruang adalah 6-12 bulan.

Tips : bila persediaan banyak, sebaiknya simpan di dalam freezer, karena bumbu bisa awet hingga 2 tahun.

  1. Bumbu dapur segar

Misalnya daun salam, daun jeruk, lengkuas, jahe dan serai. Sebelum disimpan, cuci dan seka hingga kering. Lalu bungkus dengan kemasan berpori (tisu, kertas, kardus) agar bumbu masih bisa ‘bernapas’. Pisahkan tiap bumbu. Sebab, umur simpan dan aromanya saling berbeda. Simpan di dalam kulkas, bukan di dalam freezer.

Tips : kondisi bumbu yang kering menandakan kualitasnya sudah menurun sehingga cita rasanya berkurang saat digunakan.

Sebagian besar bahan makanan yang saya sebutkan di atas pasti sering ada di rumah. Bahan makanan tetap awet, coba cara ini! semoga bisa bermanfaat. Prakteknya mudah banget kok, nggak butuh biaya mahal.

Tags:, ,

4 Comments

  1. Lianny Hendrawati
    • ranny
    • ranny

Leave a Reply to Astin Astanti Cancel reply