Asiknya di Instagram

Social media selalu menarik untuk diikuti. Saya pun salah satu dari sekian juta manusia yang memiliki beberapa akun social media. Katakanlah, facebook, twitter, G+, instagram, pinterest, klout, path. Perubahan zaman dan majunya teknologi membuat kita mau tak mau harus bisa melek teknologi dan memiliki akun jejaring sosial. Sms sekarang sudah turun pamornya, berganti twitter atau facebook. Mau nyari orang? Colek saja dia di akunnya, pasti langsung balas! Heheheh

Nah, akhir-akhir ini saya lebih suka ‘ngedon’ di instagram. Mungkin karena di facebook yang dibahas dikit-dikit politik, bikin pucing pala barbie *di-unfriend berjamaah* heheheh.. Di twitter masih tetap eksis lah, ya, secara jejaring sosial satu itu paling enak untuk ‘nyampah’.

Balik ke instagram. Semua juga pada tahu kegunaan jejaring sosial satu ini. Yap, untuk uplod foto apapun itu. Analogi instagram seperti : biarkan foto berbicara. Saya terhibur melihat foto-foto dari teman di mana pun mereka berada. Mulai foto makanan, keluarga, outfit of today, lingkungan, bunga dan masih banyak lainnya. Saya terkadang suka stalking loh di instagram hahahah stalkingnya lebih ke online shop atau foto artis, well, masih tahap waras lah. 😀

Saya pun mulai tergelitik untuk memelajari fotografi lebih lanjut setelah melihat foto-foto uplod IG-ers dari berbagai dunia yang sangat menakjubkan! Foto yang dihasilkan ternyata menggunakan handphone ada juga sebagian gunakan DSLR.

Berada di instagram seakan punya pintu Doraemon yang bisa ke mana saja. Membuat saya betah berlama-lama melihat foto demi foto yang di-capture sama orang yang saya gak kenal 😀 hehhehe … Seringnya jika ada foto yang saya sukai pasti dikomen atau minimal di-like. Jika di foto tersebut gak ada caption yang tunjukin lokasi, gak segan saya bertanya.

Akibat suka lihat foto lewat tombol ‘search’ atau tombil ‘following’, saya sering nemu tempat-tempat yang menjadi impian untuk dikunjungi seperti, Turki, Cappadocia, Santorini. Bikin mupeng tingkat dewa.

Biasanya di ‘search’ (gambar bulat itu loh), kumpulan foto-foto dari teman following kita ataupun ada yang like. Itu bisa dilihat di keterangan foto : based on people you follow, based on people like. Kalau ‘following’ (gambar hati), itu teman-teman like foto siapa saja dan follow siapa saja. Bisa juga kita gunakan # hashtag untuk mencari sesuatu. Biasanya nih saya suka cari barang pakai # hashtag.

Tapi, dari sekian foto yang saya lihat, ada beberapa yang hmm entah, ya, saya rasa tuh dari google dan editannya terlalu banyak jadi kesan asli foto itu jadi memudar. Paling sering di-edit foto pemandangan alam. Padahal, paling asik tuh foto alam tanpa filter tapi, ya, itu susah momennya hehehe… Mau edit mah gak kenapa, hanya saja gak usah terlalu ‘waaah’ *imo* ;).

Tahun lalu, Agus Noor, bikin satu segmen yaitu cerita instagram. Jadi, berdasarkan foto dibikin cerita flash fiction. Lumayan banyak yang ikut, saya sangat menikmati membaca cerita-ceritanya. Dan, rencananya kumpulan cerita itu akan dibuku-kan. Well, can’t hardly wait! 😉

Selain saya sebut di atas, akun-akun online shop sekarang lagi membajiri IG. Wih, bikin cenat-cenut ATM saja hahahaha… Tapi, yang ngeselin tuh OLshop promote, beuh promotenya itu nutupin foto-foto lain 🙁 dan lama kelamaan capek juga lihatnya. Sampe tengah malam pun, masih ada akun olshop yang promote *fiuuh*.. Akhirnya, saya memutuskan untuk unfollow akun olshop yang sering promote. Hasilnya? Saya bisa nikmatin foto-foto dari teman yang saya follow.

Siapa bilang emak-emak gak bisa foto cakep? Hashtag #Uplodkompakan itu salah satunya. Gila, kreasinya para emak-emak patut diancungi empat jempol! Saya penikmat para foto kompakers. ^.^

Sekian dulu cerita instagram saya. Next, saya akan berbagi akun-akun yang worth it lah di follow dan ada beberapa tips fotografi yang saya rangkum dari beberapa akun.

Punya cerita tentang instagram? Ayo, berbagi!

 

Reply