April. Penyakit A-Bride-To-Be

April tlah tiba, April tlah tiba *nyanyi* 😀

See, rotasi bumi berputar semakin cepat mengelilingi matahari. Dan pada akhirnya kita tiba di April.
Astaga, saya so so nervous, erornya semakin menjadi jadi, ditambah tensi sering naik karena anak-anak, belum lagi menjadi new member di “Insomnia Club”. Gosh, sungguh sangat berwarna bukan. Selalu berusaha untuk menikmati warnawarni itu walaupun terkadang warna merah selalu menghiasi dikantor.
Persiapan alhamdulilah udah 90%, undangan pun udah disebar khusus yang diluar daerah. Rasanya? i cant explain it, so so excited, nervous, eror hehehe

Menjadi a bride to be pastinya punya kecemasan dan rasa yang berbeda. Yang sangat mengkhawatirkan penyakit insomnia yang tiba-tiba datang menyerang. Astaga sungguh gag menyenangkan, udah waktu untuk tidur tapi mata masih 100 watt, tidur pun cuma beberapa jam saja. Tentunya harus di-doping sama vitamin C, ya ya pastinya jadi kurus dan semoga tidak pingsan pas hari H.

Sampai detik ini saya masih gag menyangka, kalau i will getting merid soon, lembaran kehidupan baru akan segera dimulai. Seperti percakapan saya dan abang yang tiap harinya ada pertanyaan ini :

Me : “bang, kita akan nikah ya?”
Abang : “iyah sayang,kita akan nikah..”
Me : “ini pertanyaan ke berapa bang?”
Abang : “ke 202.”
Me : “kalo udah sampe 1000,dapet payung cantik gag bang?”
Abang : “ntah apa ade ini hehehehe”

Ini salah satu contoh “kegilaan” (penyakit nomor 3 a-bride-to-be) yang menyerang seorang calon pengantin. Telah terjadi halusinasi akibat gugup yang berulang-ulang.
Untuk mengatasi penyakit nomor 1 a-bride-to-be (baca : insomnia), saya meminta abang untuk nyanyiin “Nina Bobo” tiap malam. Ini bukan karena masa kecil tak bahagia, tetapi terlalu bahagia sehingga ingin diulang sama calon suami, karena gag mungkin meminta papa untuk nyanyiin. Walaupun suara abang tak sebagus Afgan, setidaknya saya mulai mengantuk saat dinyanyiin lagu ini.
Penyakit nomor 2 a-bride-to-be adalah pelupa, kadang saya suka eror bin hang tiba-tiba yang menyebabkan saya lupa apa yang mau dibilang dan dikerjain, untuk mengatasi hal ini terkadang saya diem sejenak dan mencoba mengingat apa yang harus dilakuin dan diomongkan.
Penyakit nomor 4 a-bride-to-be adalah sering marah tiba-tiba, nah penyakit ini sudah menyerang saya diawal bulan, yang dulunya saya selalu anteng sama kejahilan anak-anak,skarang saya sering memarahi jika mereka udah mulai kumat.
Penyakit nomor 5 a-bride-to-be adalah harus bisa mengalah. Nah tentunya seorang calon pengantin ingin segala hal diacaranya nanti berjalan seusai rencana. Nah segala omongan dari WO ataupun tetangga, sering ditelan mentah-mentah, jadinya adu pendapat dengan mama, kakak maupun abang. Nah udah ditahap ini, saya pun harus legowo untuk mengalah. Keinginan saya yang mau ini itu, harus rela tidak bisa diwujudkan. *hikz*

Menjadi seorang a bride to be, selalu menciptakan varian penyakit baru, dan pengobatannya pun berbeda-beda tergantung stadium penyakitnya.
Ahh, semoga penyakit ini gag lama-lama bersarang, karena bisa efek samping menjadi kurus dan kurang gizi.

PERHATIAN : Tiap calon pengantin mempunyai penyakit yang berbeda-beda jadi jangan tersugesti dengan penyakit yang menyerang saya ini.

13 Comments

  1. ranny
  2. attayaya
    • ranny
  3. helen
    • ranny
  4. Lidya
  5. Lidya
    • ranny
  6. Mayya
    • ranny

Reply