Alangkah Lucunya (Negeri Ini)

Hari ini jadwalku (cieeee) sebenarnya maw  Me Time, tapi entah karena cuacanya mendung dan membuatku jadi rada malas beranjak dari depan komputer πŸ™‚ dan mendengar cici ku maw keluar ma kak Dewi, diriku langsung ngekor ma cici, pengen nonton 21. 
Akhirnya sampai di Manado Town Square, ketemu sama temen-temen cici dan berencana nonton film Alangkah Lucunya (Neger Ini) garapan Dedi Mizwar. Sebelumnya udah baca resensinya tapi rada-rada lupalupa ingat πŸ™

Sayah tidak ingin menceritakan isi dari Film ini, silahkan temanteman tonton film ini karena film ini sayah REKOMENDASIKAN UNTUK WAJIB TONTON!!
Kenapa sayah rekomendasikan ke temanteman, karena ini adalah salah satu film Indonesia yang BERMUTU dan sangat MENGINSPIRASI, untuk akting para pemain sudah bagus.
Film ini sangat mengena dengan aspek kehidupan kita sekarang, lebih tepatnya “sindiran” halus untuk korupsi dan pandangan orang mengenai “mencuri uang” dalam skala besar dan kecil.
Di Film ini juga mengajarkan kita untuk bisa menjadi manusia yang berguna bagi sesama dengan mengamalkan pendidikan kita.
Sedikit tergelitik aku akan percakapan antara Dedi Mizwar dan Jaja Miharja yang berantem masalah : “Pendidikan Itu Penting Ga seh??” dan yang di jawab dengan enteng dalam percakapan antara Muluk (pemeran utama Reza Rahardian) dan Samsul :
Samsul : “Tak ada gunanya pendidikanku ini Mul, baru ku sadari bahwa pendidikan itu tidak penting..”
Muluk : “Pendidikan itu penting makanya karena penting baru kau sadar bahwa sebenarnya pendidikan itu tidak penting..”
Samsul : *bengong*
Membuat kami tertawa atas percakapan ringan itu..karena zaman sekarang ini orang berlomba-lomba untuk mendapatkan pendidikan tapi sayangnya kenapa semakin berpendidikan kok berkelakuan seperti orang yang tidak berpendidikan??
Dan membuat refleksi atas apa yang haram dan mana yang halal, membuat bertanya apakah selama ini kita memakan uang halal apa haram??
Overall dari cerita ini sungguh mengesankan dan ku acungkan 4 jempolku untuk film ini πŸ™‚ Bravo untuk Film Indonesia… Harusnya para sutradara muda kita bisa membuat film yang bermutu seperti ini tidak melulu dengan film horor yang ga jelas maknanya dan tidak mendidik sama sekali!!!
Ironis, mosok sutradara yang “tua” bisa membuat film sebagus dan mendidik seperti ini dibandingkan sutradara “muda” yang katanya ampe berguru ke tanah seberang demi sebuah ilmu perfilman yang hanya menghasilkan film tidak mendidik seperti itu??
hmm kayaknya dipertanyakan lagi : Penting ga seh Pendidikan??? *halaaaah*
Pokoknya dijamin gag nyesel nonton film ini…ayoo buruan nonton ^^
Sebelumnya sayah tidak pernah membuat resensi sebuah film walaupun film itu kesukaan sayah,baru kali ini sayah tertantang untuk membuat sebuah tulisan mengenai sebuah film Indonesia, untuk mengobati kekecewaan sayah terhadap perfilman Indonesia dan untuk Lembaga Sensor Indonesia yang tidak jeli melihat tren perkembangan perfilman di negeri kita ini yang semakin hari film dihasilkan tidak mendidik, dan karena sayah tau bahwa bibit-bibit muda berkualitas ada di negeri kita tapi mengapa yang dihasilkan seperti itu??apa hanya untuk mengejar materi saja kah??
wallahualam πŸ™‚

35 Comments

  1. baims
  2. edi jabrik
  3. kawanlama95
  4. Rumah-sehat afiat
  5. ariefborneo
  6. BrenciA KerenS
  7. NyieL ^_^
  8. clingakclinguk
  9. mar yoyoyo
  10. mocca_chi
  11. achen
  12. buwel
  13. Blogger Gombong
  14. Isti
  15. Inuel^-^
  16. Lilah
  17. attayaya
  18. deekkyy
  19. siroel
  20. the others...
  21. catatan kecilku
  22. eka
  23. Clara
  24. Sou Stalker
  25. rizal
  26. waroeng coffee
  27. nietha
  28. Sudino Dinoe
  29. nitya
  30. elpa
  31. Seiri Hanako
  32. Bunglon Blog
  33. TRIMATRA
  34. Itik Bali
  35. inge / cyber dreamer

Reply