Kolesterol itu Jahat

Kemarin sehabis pulang dari kantor, seperti biasa sehabis magrib saya pun berleyeh-leyeh depan tipi sama mama sambil baca majalah yang dibeli tadi sore. Tiba-tiba badan saya terasa gag enak, tengkuk juga gag enak terasa. Saya pun ngomong sama mama gag enak badan saya ini.
“Jangan pandang enteng, besok periksa asam urat dan kolesterol sama cici.” Kata mama.
Untuk orang kantoran seperti saya ini biasanya menganggap remeh soal gejala seperti ini, yang ada hanya kata CAPEK. Pijat dan istirahat pun jadi alternatif untuk meredakan sakit ini.

Tadi pagi sebelum mandi, saya diperiksa oleh cici (kakak perempuan) yang memang seorang Dokter. Jari saya diambil setitik darah untuk stik yang kemudian stik itu dimasukkan ke alat periksa kolesterol dan asam urat. Hasilnya untuk asam urat 4,2 alias normal, sedangkan untuk kolesterol 242/dl. Langsung shock saya tau bahwa kolesterol saya tinggi. Sedih? pastilah. Mama dan cici langsung menasehati saya untuk tidak makan ini itu dulu.
Saya pun langsung ingat kalo kemaren saya makan nasi rendang dengan sayur nangka santan. Dan ingatan yang lampau berkelebat, dimana tiap sore dikantor (gag setiap hari) kami sering makan pisang goreng dan tempe goreng ala Melati Cafe, dan akhir-akhir ini saya suka makan pempek dan lenjer. Jadi pas sudah jika kolesterol saya naik.
Nyampe dikantor, ada sedikit waktu untuk magabut, saya langsung meng-googling dengan kata kunci “Gejala Kolesterol” dan “Tips mengatasi kolesterol.”

Ini sedikit sharingnya.

*Kolesterol adalah substansi serup lemak yang diproduksi oleh tubuh atau berasal dari makanan. Ini penting untuk tubuh supaya berfungsi normal dan digunakan membangun diding sel, walaupun diambil hnya sejumlah kecil dalam darah untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kolesterol dibawa melalui pembuluh darah seseorang dengan protein special disebut lipoprotein.

Terdapat dua macam lipoprotein. Pertama adalah lipoprotein densitas-rendah (LDL) atau kolesterol “jahat”, yang meningkatkan tumpukan lemak pada arteri. Lainnya adalah lipoprotein densitas-tinggi (HDL) atau kolesterol “baik”, yang membersihkan kolesterol dari sel sebelum mereka membentuk plk pada arteri.

Tujuan adalah mempertahankan tingkat kolesterol total Anda serendah mungkin. Kelebihan kolesterol dalam darah dikumpulkan di arteri, termasuk arteri jantung. Kumpulan ini mengakibatkan pengerasan dan penyempitan arteri, menyebabkan aliran darah ke jantung berkurang atau tersumbat. Jika terdapat kekurangan darah dan oksigen pada jantung, seseorang mungkin mengalami nyeri dada. Jika asupan darah ke bagian jantung terputus totl karena tersumbat, serangan jantung akan terjadi.

Beberapa factor umum yang dapat meningkatkan tingkat kolesterol Anda termasuk keturunan, diet, berat badan, ketidakaktifan fisik, usia, kelamin, alkohol, dan stres.

Namun, kolesterol darah tinggi sendiri tidak memiliki gejala. Sehingga, sangatlah penting untuk mengecek tingkat kolesterol Anda secara teratur, untuk mengurangi kemungkinan penyakit jantung koroner.

Jika tingkat total kolesterol Anda antara 5,2 dan 6,1 mmol/L, resiko untuk penyakit jantung koroner Anda meningkat. Jika tingkat total kolesterol Anda 6,1 mmol/L keatas, Anda mengalami hiperkolesterolemia, yang terpengaruh oleh factor genetik, diabetes melitus, obesitas, dan pola makan buruk.

Tingkat LDL yang diinginkan tergantung pada resiko penyakit jantung yang sudah ada. Jika Anda sudah berpenyakit jantung koroner, penyakit vaskuler perifer, atau diabetes, Anda berada dalam grup resiko tinggi dan tingkat yang diinginkan lebih ketat. Sebaliknya, jika Anda tidak atau hanya memiliki satu fantor resiko, nilai LDL lebih tinggi dapat diterima sebelum intervensi obat-obatan.

HDL melindungi terhadap penyakit jantung, maka dari itu tingkat HDL makin tinggi, makin baik. Tingkat kurang dari 1,0 mmol/L adalah rendah dan dianggap sebagai factor resiko. Resiko penyakit jantung lebih rendah jika tingkat HDL adalah 1,0 mmol/L keatas. Wanita biasanya cenderung memiliki kolesterol HDL lebih tinggi dibandingkan pria.

Tingkat trigliserida lebih tinggi dari normal juga membuat resiko penyakit kardiovaskuler Anda lebih besar. Peningkatan tingkat trigliserida lebih umum pada orang yang obesitas atau dengan diabetes kurang terkendali. Seiring Anda bertambah usia dan kelebihan berat badan, tingkat trigliserida dan kolesterol cenderung meningkat.

Klasifikasi Tingkat Total Kolesterol LDL dan HDL dan Trigliserida

Total Kolesterol Darah (mmol/L [mg/dL])
< 5.2 (200) Diinginkan 5.2 – 6.1 (200 – 239) Batas Tinggi ? 6.2 (240) Tinggi LDL Kolesterol (mmol/L [mg/dL])
< 2.6 (100) Optimal 2.6 – 3.3 (100 – 129) Diinginkan 3.4 – 4.0 (130 – 159) Batas Tinggi 4.1 – 4.8 (160 – 189) Tinggi ? 4.9 (190) Sangat Tinggi HDL Kolesterol (mmol/L [mg/dL])
< 1.0 (40) Low 1.0 – 1.5 (40 – 59) Diinginkan ? 1.6 (60) Tinggi Triglyceride (mmol/L [mg/dL])
< 1.7 (150) Optimal 1.7 – 2.2 (150 – 199) Diinginkan 2.3 – 4.4 (200 – 399) Tinggi ? 4.5 (400) Sangat Tinggi HDL=lipoprotein densitas-tinggi; LDL=lipoprotein densitas-rendah Sumber: MOH Clinical Practice Guidelines 2/2006 Tip-tip untuk mencapai tingkat kolesterol yang diinginkan

• Batasi makan kuning telur tidak lebih dari tiga kali seminggu
• Batasi makan organ binatan sebulan sekali dan porsi kecil
• Batasi makanan laut tertentu, seperti cumi-cumi, udang atau kerang, satu atau dua kali seminggu dan porsi kecil
• Buang lemak daging dan kulit unggas sebelum memasak
• Pilih minyak masak dengan isi lemak jenuh rendah
• Pilih butir dan lemak tidak jenuh dari ikan, sayuran, legume, dan kacang-kacangan

*Sumber bisa di klik di sini

Kesehatan memang sangat penting adanya. Jangan pernah pandang enteng dengan pola makan kita. Setidaknya kita harus rutin mengecek kesehatan dan olahraga.
Mama saya sering bilang : “semua dari mulut.”
Ya semua memang bermula dari mulut, sakit kita karena mulut yakni makan-makanan apa saja tanpa mempertimbangkan kesehatan. Dan karena mulut juga orang-orang bisa bertengkar dan terkena dosa *ilang pokus* hehehe

So, jagalah kesehatan sejak dini 🙂 *kek duta department kesehatan aja*

8 Comments

  1. ranny
  2. Lidya
  3. Mayya
    • ranny
    • ranny

Reply