Cerita Desember

Saya rindu aroma Desember di kota itu. Manado.Aroma yang sangat kental dengan kekeluargaan dan pluralitas kehidupan.

Setiap memasuki bulan Desember, Manado sudah dihasi pernak-pernik Natal. Semua tempat-tempat umum seperti hotel, mall bahkan jejalanan pun berhias pernak-pernik Natal. Oh ya,tiap bulan Desember selalu ada acara Santa Claus Berbagi yang diadakan di semua mall dan pemuda-pemudi Gereja. Bahkan tiap kantor pun pasti ada acara Santa Claus. Yang boleh ikutan acara ini hanyalah anak-anak SD, inti dari acara ini Santa Claus memberi hadiah dan nasehat untuk anak tersebut atas permintaan orang tua. Untuk Santa Claus yang diadakan di mall-mall agak sedikit berbeda karena biasanya dicampur dengan lomba-lomba untuk anak-anak sampai lomba paduan suara. Setiap hari pasti jalanan rame dengan pawai santa claus dan pastinya macet pun tambah parah. >.<

Saya dibesarkan di lingkungan rumah yang mayoritas muslim, tapi lingkungan sekolah, kuliah dan tempat bekerja bercampur baur segala etnis dan agama. Jadi sejak kecil sudah terbiasa dengan ke-plural-an ini. Keluarga besar sebelah mama beragam agamanya. Ada yang Islam, Kristen Protestan, Kristen Advent dan Budha. Jadi tiap acara besar keagamaan pasti saling mengunjungi.

Menjelang Natal, manado pasti mengalami penyakit macet stadium 4! Karena masyarakat di kabupaten berbondong-bondong ke kota untuk menikmati sale di semua mall, membeli kebutuhan makanan di supermarket dan pasar, toko kain yang penuh sesak, toko kelontong pun ikut ketularan rezeki nomplok. Kalau dikalkulasi, perekonomian Sulawesi Utara saat bulan Desember melonjak naik secara drastis. Pemandangan yang "enak" dinikmati saat menjelang Natal ini selain macet di jejalanan dan macet di antrian kasir, adalah susahnya dapat restoran yang tidak penuh sesak! Tak hanya itu, mall-mall akan penuh dengan bus-bus dari luar kota Manado. Dan yang menggelitik dan menimbulkan senyum diwajahku adalah penampilan para oma-oma yang masih kental dengan budaya Belanda. Cara berpakaian yang moiii, pake sandal hak, make up, rambut yang rapi dan terkadang memakai topi. Ahhhh sungguh pemadangan yang jarang-jarang didapatkan!  Selain itu, tiap menjelang natal, pastinya di tiap trotoar ada penjual bunga-bunga segar, langsung dari kota bunga kami, Tomohon.  Dan tak kalah meriahnya Desember itu yaitu petasan yang udah mulai bunyi dari awal bulan >.<

Setiap tanggal 25 Desember, kami sudah punya agenda untuk mengunjungi sodara-sodara dan teman kantor yang beragama Kristen. Tidak perlu takut soal makanan, karena mereka sangat menghormati kami. Jadi sudah ada meja khusus untuk makanan halal dan kebersihan pun terjaga. Dan setiap Misa di Gereja saat Natal, pasti akan dijaga oleh masyarakat Muslim. Sungguh kekeluargaan dan toleransi umat beragama,sudah melekat di tatanan hidup masyarakat Manado. Priceless!!

Setelah Natal, mall-mall dan restoran pun masih rame. Tingkat hunian hotel pun masih tinggi, karena masyarakat suka bersantai menjelang akhir tahun. Menjelang akhir tahun, ramenya sangat terasa. Jalan, mall, pasar penuh dengan jualan petasan dan terompet. Hotel-hotel berbintang di deretan Sudirman, berlomba bikin bazar. Untuk harga tiket ke Manado dipastikan bikin sakit kantong,karena selalu di atas 1jt. Dikarenakan banyak yang mudik ke Manado. Sedangkan untuk tiket ke luar Manado agak murah. Dan itu yang sering saya manfaatkan untuk liburan hehehe.. Sudah beberapa tahun terakhir ini saya suka travelling pas Natal. Dan mamaku selalu sebel tiap saya tidak ada saat Natal,karena tiap kumpul keluarga pasti kena absen hehehe..

Desember, sebulan penuh Manado rame dengan hiruk pikuk Natal dan Tahun Baru. Dan saya akan selalu merindukannya.

2 Comments

  1. EO Kids Party
  2. Lidya

Reply