Search : WWW – Belajar Leadership di Kantor ala Bae Ta-mi

Menonton drama Korea atau drakor adalah jalan ninjaku agar tetap ‘waras’ di tengah tumpukan aktivitas yang selalu sukses menyedot energi dan kesabaran.

Barangkali terdengar klise ya alasan saya menonton drakor : bikin hepi.

Tapi, itulah yang dirasakan. Sebuah kesenangan yang murah meriah, tidak membutuhkan biaya yang banyak, tidak mengganggu orang lain sekaligus bisa ‘mengamalkan’ program pemerintah yaitu #dirumahaja.

Menurunkan ekspektasi agar ada celah untuk diri sendiri, melakukan hal yang disenangi adalah paket combo yang bikin hormon serotonin meningkat.

Dari sekian judul drama Korea yang sudah saya tonton, ada satu yang mencuri perhatian saya, Search : WWW.

Drakor ini termasuk underatted, gemanya kalah dengan Hotel del Luna di mana tayang di tahun yang sama, tapi ceritanya justru menarik dan akting pemain pun nggak kaleng-kaleng.

Drama Search : WWW direkomendasiin sama sahabat saya, Nancy. Saya ingat betul dia bilang, “Ran, film ini cocok banget deh untuk kamu karena related sama kerjaanmu.”

Saya penasaran dong seperti apa sih drama Search : www. Setelah baca sinopsisnya saya langsung oke untuk nonton. Dan ternyata drama ini ada dong di aplikasi Viu. *huraaay

Search : WWW – Ternyata seperti ini loh kerja di perusahaan IT khususnya web portal

Dari posternya saja kita sudah tau ya kalau drama ini bisa dibilang women centered karena pemeran utamanya adalah perempuan. Saya jadi ingat Power Puff Girls!

Adegan pembuka menurut saya sangat menarik karena menampilkan Bae Ta-mi (Im Soo Jung) yang tengah berada di pengadilan. Nantinya, drama akan mengalami flashback kenapa sampai Bae Ta-mi ada di persidangan.

Bae Ta-mi kerja di Unicon sebuah web portal milik grup KU. Web portal ini merupakan hasil kerja keras Bae Ta-mi dan Song Ka-Kyung (Jeon Hye-Jin) yang mendirikannya di awal.

Perjuangan mereka itu nantinya akan kamu lihat secara sepotong dari ingatan Bae Ta-mi.

Akhirnya KU grup (salah satu perusahaan besar di Korea Selatan) tertarik mengakusisi Unicon.

Setelah diakusisi, Song Ka-Kyung menjadi direktur utama. Ini tak lepas dari pernikahan bisnis yang dijalaninya dengan anak terakhir pemilik KU grup,  Oh Jin Woo (Ji Seung Hyun).

Yup, pernikahan ini terjadi untuk menyelamatkan bisnis orang tua Song Ka-Kyung yang berada di ujung tanduk.

Balik lagi ke persidangan Bae Ta-mi. Dia berada di situ sebagai kambing hitam, karena harusnya Song Ka-Kyung yang disidang.

Ini karena Unicon berpihak di salah satu calon presiden. Jadi, ada satu kejadian si capres ini terlibat skandal dan viral dong. Pihak Unicon dengan sengaja menghapus real time keyword tentang si capres ini.

Gunanya apa menghapus real time keyword? Agar tidak muncul artikel terkait skandal tersebut. Mereka beralasan untuk melindungi hak asasi si capres ini. *rolling eyes

Karena merasa janggal, maka disemprit dong Unicon oleh pemerintah. Unicon dipanggil di persidangan dengan tuduhan manipulasi real time keyword.

Ta mi sudah tau ini kerjaan Ka-kyung makanya dia nggak mau pasrah aja jadi kambing hitam. Saat persidangan, dengan gagahnya dia menyerang salah satu anggota parlemen.

Heboh? Jelas, kayak di sini langsung viral lah Ta-mi. Nama Bae Ta-mi masuk ke real time keyword yang dicari dan trending topic di media sosial.

Tingkah Ta-mi yang dirasa mencemarkan nama baik Unicon, maka dipecatlah dia.

Di sini saya bisa rasakan emosi Ta-mi. Sudah dijadiin kambing hitam, tidak dibela eh malah dipecat. Padahal dia adalah co-founder Unicon.

Sakitt banget ~

Lalu, datanglah pihak Barro yang diwakili oleh CEO Brian untuk melamar Ta-mi agar kerja dengan mereka.

Jadi, Barro ini web portal juga saingan Unicon. Mereka memiliki ambisi untuk menggeser Unicon sebagai web portal nomor satu di Korea Selatan. Selama ini mereka nomor dua saja.

Bae Ta-mi pun mengiakan dengan syarat dia membawa dua anak buahnya. Yaitu, pegawai baru di divisi Unicon, Choi Bong-ki (Woo Ji-Hyun) dan pelayan coffeeshop Jo A ra (Oh Ah-yeon).

Kehadiran Bae Ta-mi tidak mendapat respon positif dari staf Brian, terutama Scarlett a.k.a Cha Hyeon (Lee Da Hee). Dia mah terang-terangan menolak.

Untuk meredakan suasana, Ta-mi pun berjanji dalam kurun waktu enam bulan dia akan membuat Barro menggeser Unicon di puncak, kalau tidak dia akan keluar.

Agar misi mereka tercapai CEO Brian membentuk Task Force (TF) team. Tim ini diketuai oleh Ta-mi, dari Barro ada Scarlett, Jennie (Ha Seung-ri), serta Alex (Song Ji-ho).

Dari drama ini, kita bisa melihat perbedaan kultur kerja antara Unicon dan Barro.

Unicon ini terkesan elegan dan konvensional. Para staff mesti pakai jas, blazer untuk bekerja. Walau nggak bisa dipungkiri teknologi mereka superb.

Sedangkan Barro, lebih santai mirip Google. Sepintas saya berpikir bahwa Barro ini mengadopsi konsep kantor Google. Staff di Barro bekerja dengan memakai pakaian kasual (jeans, blouse).

Yang menarik perhatian saya, tempat kerja Barro itu so cozy! Ada ruang baca, santai, ruang main. Impian banget dah. Dan satu lagi di Barro para staff harus punya nama English. Hahaha

Love line?

Tentu ada dong.

Sejak episode pertama sudah diwakilkan oleh Bae Ta-mi dan Park Morgan yang bertemu di tempat game, berlanjut minum dan berakhir di ranjang.

Bagi Bae Ta-mi itu hanyalah one night stand biasa, tapi tidak bagi Morgan.

Hubungan mereka pun berkembang dengan manis. Morgan yang bucin dan berusaha meluluhkan Ta-mi bikin senyum-senyum uwuwuw saat nonton.

Tapi, yang menarik perhatian juga kisah Scarlett dan dedek emesh kesayangan Seol Ji-hwan yang diperankan Lee Jae-wook. Duh mereka berdua lucu dan menggemaskan.

Apalagi tuh saat Ji-hwan ulang tahun, Scarlett dong bikin iklan di LED yang di kereta bawah tanah untuk tampilin ucapan. Aiiihhh so sweet banget.

Sayangnya kisah cinta Song Ka-kyung tidak semulus temannya. Pernikahan selama sepuluh tahun terasa hambar dan berujung perceraian. Dan menjelang perceraian justru suaminya mulai menyukainya. *duh

Konflik utama bagiku ini menarik, karena melibatkan strategi kedua belah pihak. Bumbu-bumbu percintaan pun terasa pas. Belum lagi antagonisnya pemilik KU yang sangat ambisius bikin cerita menarik.

Endingnya menurutku tidak memaksakan semua bahagia versi netijen. Bahagia mereka ya menjalani hidup sekarang yang sesuai pilihan. Ending yang realistis.

Karakter Bae Ta-mi sukses mencuri perhatian saya dan menginspirasi! Hal apa saja sih yang membuat Ta-mi menjadi panutan?

Belajar leadership dan positive vibes di kantor ala Bae Ta-mi

  1. Perempuan yang tangguh

As we know ya, kebanyakan karakter female lead di drakor itu lemah lembut dan menye-menye. Tapi, tidak untuk Bae Ta-mi.

Ta-mi digambarkan perempuan yang tangguh, mau menantang badai! Istilah zaman now, badass.

Dia tidak terpengaruh dengan omongan, memiliki pendirian yang teguh. Dan ini pula membuatnya sukses.

2. Fokus

Adegan-adegan saat Bae Ta-mi memulai Unicon di awal bareng Song Ka-kyung hingga pulang larut membuktikan ke kita bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil. Mereka fokus dengan apa yang dikerjakan dan hasilnya pun menggembiarakan.

Yup, sebagai pemimpin wajib untuk bisa fokus akan apa yang kita kerjakan. Karena jika kita bisa serius, fokus menjalaninya, well sukses akan lebih mudah diraih.

3. Penampilan yang stylish

Bisa dilihat kalau fashion Bae Ta-mi lebih ke simple chic. Pakaian yang dikenakan semasa kerja di Unicon lebih ke kulot, kemeja linen dan scarf, eits tak lupa high heels. Make up yang minimalis dan rambut yang dibiarkan tergerai. Cantik maksimal!

Pindah ke Barro, fashionnya lebih santai. Seperti kemeja digulung, jeans. Pas dengan suasana kantor Barro.

Saya sangat suka dengan coat, long cardi, blazer, rok yang sering dipakai Ta-mi. Cucok banget deh kek long cardi dipaduin dengan jilbab tapi harganya bikin auto kere. Hahaha

Untuk yang nyari inspirasi outfit ke kantor bisa nih nengok padu padan ala Ta-mi.

4. Kamu dikambinghitamkan? Lawan!

Ini nih yang saya suka banget dari Bae Ta-mi. Dia sosok yang tak lantas berpasrah diri saat didorong ke jurang oleh perusahaan. Ta-mi melawan!

Yup, bisa dilihat kan sewaktu persidangan dia menunding anggota parlemen dengan skandal. Cara ini termasuk berisiko, tapi kalau saya jadi Ta-mi, ini merupakan bentuk pertahanan sekaligus perlawanan.

Jangan mau deh dijadiin tumbal.

Kecehnya lagi, Ta-mi keluar dengan ‘dagu terangkat’ walau sakit banget.

5. Punya skill, jangan takut tak punya kerjaan

Dari Bae Ta-mi saya belajar bahwa skill itu membuat kita berharga. Apalagi jika skill diasah terus dan jadi profesional di bidangnya. Beuh, mahal nilai jual kamu.

Trust me.

Coba liat Ta-mi, dipecat dengan tidak hormat dari perusahaan yang dicintainya eh langsung dilamar oleh Barro.

Dan di perusahaan baru ini, dia pun memulai dari awal. Menggunakan seluruh ilmu dan skill untuk membawa Barro ke puncak mesin pencarian, menggeser Unicon.

It takes two tango.

Bisa dapat kerjaan baru dengan level posisi sama, dan sekaligus mampu membuat Barro lebih powerful.

6. Sabar juga ada batasnya

Yup, sabar itu ada batasnya dong. Tapi, kalo terus-terus disudutkan, wajar dong kesal.

Suatu cara yang udah-deh-gue-gak-sabar-ma-loe menurutku sih saat Ta-mi dan Scarlett menghancurkan mobil Jin woo. Semua bermula dari Jin woo yang manipulasi keyword dengan memasukkan nama Bae Ta-mi di list trending topic.

Berbekal tongkat baseball, Scarlett dan Ta-mi pun menghancurkan mobil mahal Jin woo. Antara ngeri dan woow.

Memang berisiko cara ini. Untung saja Jin Woo tidak laporin.

Saya tidak rekomendasiin ya kamu pakai cara ini, tapi bisa gunakan another smooth way. 😉

7. Bisa kerja sama dengan tim

Yash, menjadi seorang pemimpin, mesti kudu bisa ngeblend dong dengan tim.

Ini pun ditunjukkan oleh Ta-mi saat pindah ke Barro. Dulunya di Unicon, Ta-mi terkenal ‘garang’, pokoknya apa yang dia bilang itu jadi sabda yang harus diikuti staf.

Saat pindah, Ta-mi lebih fleksibel. Apalagi harus menghadapi Scarlett yang tidak menyukainya dengan terang-terangan, dan tim Scarlett juga.

Di sini kita bisa lihat bagaimana Ta-mi mampu membuat suasana tegang menjadi cair dengan mendengarkan usulan-usulan mereka.

Butuh waktu memang untuk tim ini bisa ngeblend. Tapi, cara soft Ta-mi yang mau mendengarkan, dan negosiasi membuat tim Scarlett pun luluh.

Ahh, pokoknya sangat inspiring banget dah Ta-mi as a leader. Kamu bisa mencontohi sisi positifnya dia dari poin-poin di atas.

Nonton drama Korea di aplikasi Viu

Saya tau aplikasi Viu ini beberapa tahun lalu. Ketika itu ada yang share di Facebook drakor recomended, salah satunya Black yang dibintangi ahjussi Song Seung-heon.

Atas saran teman, akhirnya saya download aplikasi Viu di ponsel. Karena penasaran, saya dong maraton tiga hari hahaha. Dan memilih layanan premium aplikasi Viu agar tidak ada iklan.

Sekarang ini saya masih juga nonton drama Korea di aplikasi Viu. Nonton di kala semua kerjaan telah selesai, sambil ngemil, rasanya hepi banget.

Saya menyukai drakor karena banyak pesan moral yang bisa kita dapetin. Kayak di drama Search : WWW ini, saya pun tau seluk beluk perusahaan IT khususnya web portal. Bagaimana cara kerjanya, team work dan cara menyelesaikan masalah.

Bagi teman-teman yang mau nonton drama Korea jalur halal *halah, cuss langsung download aplikasi Viu di ponsel.

Semoga artikel ini bisa membantu ya, yang mau nyari referensi drama tentang perempuan.

Btw, ada yang udah pernah nonton drama ini nggak?

Have a good day.

39 Comments

    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
        • ranny

Leave a Reply to Aswinda Utari Cancel reply