Review Skin Barrier Erhalogy : Menjaga Moisture Barrier Agar Kulit Sehat dan Glowing

Belakangan ini saya sering membaca tentang perawatan kulit,  rekomendasi skincare dan juga skin barrier. Khususnya skin barrier, saya agak sedih ternyata selama ini pengetahuan tentang kesehatan wajah sungguh lah minim. Ada yang sama seperti saya? *nyari temen.

Merawat kesehatan kulit wajah bagi saya hukumnya wajib.

Okelah kita sibuk ngurus segala perintilan di rumah, kerjaan banyak, dikejar deadline tapi ya mesti perhatikan kulit wajah juga. Kebanyakan orang selalu beralasan malas untuk merawat kulit apalagi setelah tau urutan penggunaan skincare, jadi tambah malas.

Padahal, kalau kita rajin merawat kulit wajah, toh efeknya kita juga yang merasakan. Jika, kita malas merawat kesehatan kulit itu akan memengaruhi skin barrier. Nah, jika skin barrier nggak terjaga, siap-siap kita mesti menghadapi berbagai masalah kulit.

Tapi, sudah pada tau belum sih apa itu skin barrier?

Mengenal skin barrier

Kalau teman-teman masih awam dengan istilah skin barrier, yhaa sama dong.

Awalnya saya juga nggak tahu apa itu skin barrier. Saya memutuskan untuk mencari tahu tentang skin barrier ini dengan googling. Dan muncullah beragam jurnal, artikel kecantikan yang membahasnya.

Dilansir dari jurnal Sociolla, skin barrier adalah jaringan pelindung alami kulit yang berada di bagian terluar. Fungsinya, menghentikan berbagai faktor eksternal yang berpotensi untuk merusak kulit, mejaga kelembapan air, melindungi kulit dari debu juga bermacam bakteri. Skin barrier terdiri dari 50% ceramides, 25% cholesterol dan 10% fatty acids.

Walau disebut sebagai pelindung, ternyata skin barrier ini memiliki struktur yang rapuh & mudah terkikis. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan hal tersebut. Yang terkenal adalah penggunaan cleanser yang keras dan bersifat basa, temperatur ekstrim (menggunakan air yang telalu panas juga dingin), over eksfoliasi hingga cuaca buruk.

Apabila skin barrier ini menjadi tipis, maka akan muncul berbagai masalah seperti jerawat, inflamasi, iritasi, kemerahan, komedo. Duh! *ambil kaca.

Makanya seperti yang saya bilang di atas, membaca jurnal ini asli bikin makjleb sekaligus sedih. Karena wajah saya berjerawat walau munculnya saat period saja. That’s why, saya pun mulai mencari berbagai cara agar skin barrier tetap terjaga.

Menjaga skin barrier bisa dilakukan dengan cara ini

Menjaga dan memperbaiki skin barrier ini nggak sulit kok. Trust me! Beberapa cara di bawah ini direkomendasikan oleh dermatolog terkenal dunia.

  1. Kembali pada rutinitas skincare

Untuk yang suka ngeluh urutan skincare itu malesin, nggak ada guna, coba deh sekali waktu saja kalian itu menyediakan waktu untuk melakukan rutinitas ini. Because been there, done that!

Saya dulu termasuk malas menggunakan ini itu. Tapi, setelah berkaca kok kulit ini kusam, minyak berlebihan. Saya pun mulai berniat untuk mengubah kebiasaan.

Mulai saja dulu. Ini yang penting karena saya yakin kalian pasti merasakan perbedaan befor-after dengan skincare.

2. Urutan skincare

Biar nggak bingung ini urutan skincare dasar yang bisa dilakukan.

  • Double cleansing (ini dimulai dengan micellar water atau bahan dasar air maupun milk, dilanjutkan dengan face wash).
  • Gunakan hydrating toner untuk menjaga kelembaban air pada kulit dan lapisan dalam kulit.
  • Serum wajah.
  • Pakai moisturizer yang mencandung ceramide juga niacinamide.
  • Di pagi hari gunakan sunscreen, di malam hari gunakan krim malam.

Ini urutan dasar perawatan kulit untuk menjaga skin barrier tetap sehat. Nggak rempong banget lah.

3. Jangan lupa memakai masker wajah

Usahakan seminggu sekali menggunakan masker dengan kandungan hyaluronic acids atau ceramides.

  • Hentikan penggunaan bahan bersifat astrigen seperti alkohol dan with hazel

Ini akan membuat lapisan kulit menjadi tipis. Kalau perlu, hentikan juga tindakan scrubing dengan bahan aktif maupun scrub.

  • Perbanyak minum air putih

Air putih ini punya segudang manfaat, jadi jangan sampai kurang dari delapan gelas sehari, ya.

Cara-cara di atas selain memperbaiki skin barrier secara umum, juga meminimalisir faktor yang bisa merusaknya. Sedikit tambahan, menggunakan produk yang mengandung anti oksidan juga mampu menghalau radikal bebas juga bisa membuat skin barrier sehat.

Review Skin Barrier Erhalogy – Skincare penyelamat untuk menjaga kesehatan skin barrier

skin barrier erha

Seperti yang saya tulis di atas, menjaga skin barrier itu yang utama adalah penggunaan skincare yang tepat. Lucky me, mendapat kiriman skin barrier series dari Erhalogy. Ada facial wash juga moisturizer.

Dua skincare ini bagi saya penting dalam menjaga skin barrier. Penggunaan facial wash yang salah bisa menyebabkan iritasi, breakout hingga jerawat. Sedangkan untuk moisturizer, banyak orang sering melewati bagian ini. Padahal moisturizer  menurut saya PENTING banget dalam menjaga kelembaban kulit.

Here we go for the review

Skin Barrier Facial Wash Erhalogy for Dry and Sensitive Skin

skin barrier facial wash erha

Kemasan. Bentuknya menurut saya traveling friendly, bisa dimasukkan ke tas maupun pouch. Facial wash ini nggak butuh dipencet kuat, cukup tekan pelan cairannya akan keluar.

Tekstur. Tidak kental juga nggak cair banget.

Warna dan bau. Berwarna putih dan tidak bau sama sekali.

Bahan aktif. Zinc PCA, aquaxyl, D-Panthenol, gluconolactone (PHA), dipotassium glycyrrhizinate, aloe vera, mild surfactant. Bahan aktif ini membuat wajah terasa lembut, mengangkat kotoran namun tidak membuat wajah kering, melembabkan serta menjaga fungsi barrier kulit.

Pemakaian.

Tuangkan secukupnya di telapak tangan, lalu campur sedikit air dan usap pelan di wajah. Saya membiasakan untuk mendiamkan facial wash kurang lebih 60 detik agar meresap dengan baik di kulit wajah. Lalu bilas hingga bersih dan keringkan.

Hasilnya?

Wajah nggak keset, nggak kering, namun terasa lembab. I like this!

Kesimpulan.

Plus :

  • Busanya lembut
  • Kulit wajah terasa lembab, nggak kering
  • Tidak mengandung paraben, SLS, pewarna, parfum
  • Bahan aktifnya mengandung NPF (natural moisturizing factor)

Minus :

  • Cairannya cepat tumpah jadi mesti hati-hati saat menuangkannya

Harga. Rp. 71.100,-

Overall,  skin barrier facial wash ini pertama saya pikir khusus untuk kulit kering saja, namun cocok juga di wajah saya yang berminyak dan berjerawat. Selama pemakaian seminggu, nggak muncul bruntusan, breakout. Wajah lebih terasa lembab.

Jerawat tetap muncul saat period. Untuk foto di artikel ini, munculnya jerawat karena lagi period. So far, minyak di wajah benar-benar terkontrol. Saat siang hari, nggak berminyak banget.

Skin Barrier Face Moisturizer for Dry and Sensitive Skin

Kemasan. Bentuknya agak lonjong. Mudah untuk dibawa ke mana saja.

Tekstur. Kental berwarna putih dan tidak bau.

Bahan aktif. Ceramide complex, niacinamide, vitamin E. Kandungan Ceramide complex, soothing agent dan formula pH-Balance bisa memberikan kenyamanan, mengurangi kemerahan, dan merawat kulit yang mengalami iritasi ringan.

Tidak mengandung Paraben, perwarna, dan parfum

Pemakaian.

Saya menggunakan moisturizer ini setelah pemakaian serum. Cukup ditotol ke beberapa bagian wajah dan diusap pelan menyeluruh.

Kesimpulan.

Plus :

  • Memiliki bahan aktif yang khusus menjaga skin barrier
  • Tidak mengandung paraben, pewarna, parfum
  • Kulit terasa lembut dan lembab

Minus :

So far, belum menemukan minusnya.

Harga. Rp. 71.100,-

Overall, to be honest saya suka banget moisturizer ini! Kulit setelah memakainya terasa lembut juga lembab. Memakai skincare berikutnya seperti sunscreen maupun age corector nggak menimbulkan breakout malah kulit wajah terlihat glowing. Seringkali, saya memakai BB cream setelahnya, wajah nggak kusam, malah terlihat cerah loh!

Pemakaian baru seminggu tapi saya sudah jatuh cinta sama skincare ini. Saya bakal rutin menggunakannya agar hasil bisa maksimal.

Btw, kadang saya kombinasikan juga dengan pemakaian age corrector day Erha loh di siang hari. Krim anti agingnya itu menempel bagus di wajah.

Sama seperti facial wash, walau ini untuk kulit kering dan sensitif tapi nggak masalah dipakai di kulit wajah saya yang berminyak. Sebum benar-benar terkontrol.

Inilah perjalanan saya dalam menjaga kesehatan kulit wajah khususnya skin barrier. Satu langkah sudah saya lalui yaitu menggunakan skincare khusus menjaga skin barrier. Saya percaya, nggak ada proses yang instan, masih istiqomah untuk hasil maksimal dengan menggunakannya hingga habis. 😀

Jika kalian ingin cari info yang lebih lengkap, bisa buka website Erha.co.id dan instagram @Erha.Dermatology. Sementara, kalau mau order produknya secara online, cukup klik ERHASTORE.CO.ID atau datang langsung ke Erha Derma Center, Erha Clinic, Erha Skin, Erha Apothecary.

So, teman-teman apa sudah mulai merawat kulit wajah untuk menjaga skin barrier? Cerita dong caranya di kolom komen.

Reply