Review Buku : Cerita Di Balik Noda

picmix-2722013-151934.jpegAnak adalah anugerah terindah dariNya. Mendidik anak tak semudah membalikkan telapak tangan, harus ada kesabaran dan kasih sayang. Saking cintanya kita kepada anak-anak, terkadang sikap kita menjadi overprotektif, melarang ini itu, diberi fasilitas berlebihan,  yang pada akhirnya membentuk kepribadian anak yang kaku dan tidak mau bergaul. Menjadi orang tua terlebih seorang ibu, dimana tiap harinya berhadapan langsung dengan anak-anak, membuat  kita harus pintar dalam mengurus dan mendidik anak, harus bisa menyeimbangkan antara aturan, keinginan anak dan rasa sayang. Seringkali kita sebagai ibu, takut jika anak-anak bersentuhan dengan kotor. Tapi, sebenarnya ada hal-hal positif dibalik kegiatan-kegiatan yang bersentuhan dengan kotor.

Buku bertajuk “Cerita Di Balik Noda” karya Fira Basuki, memberikan suatu pemahaman dalam mendidik anak dan ternyata ada kebijaksanaan dalam diri anak-anak yang tak terduga. Buku yang berisi 42 kisah ini di re-make kembali oleh Fira Basuki dengan gaya bahasanya yang sangat khas. Pemilihan judul, kata-kata yang padat membuat buku ini enak untuk dibaca. Kekuatan utama dari buku ini adalah 42 kisah mengenai anak-anak yang berani kotor. Ternyata anak-anak bisa mendatangkan inspirasi dan terkadang “menampar” kita dengan ketulusan perkataan dan perbuatan mereka. Jika harus memilih cerita yang paling favorit, rasanya semua cerita itu favorit saya. 42 cerita itu mampu membuat saya berkaca-kaca saat membacanya, bahkan saya sampai menghentikan membaca karena menangis, mengingat almarhum papa saya dalam cerita Untuk Papa. Cerita Tulisan di Kain Seprai mengingatkan saya akan salah satu iklan susu anak-anak, cerita Nasi Bungkus Cinta dan Imlek buat Lela memberi gambaran kepekaan sosial anak-anak yang sangat tinggi terhadap sesama, cerita Harta Sebenarnya mengajarkan arti kebahagiaan sebenarnya dan selalu rendah hati dalam hidup. Cerita-cerita itu hanyalah sebagian kecil yang dituangkan dalam buku tersebut, masih banyak cerita yang sangat menyentuh dan membuat takjub akan perilaku anak-anak.

Saat membaca buku ini, ada sedikit kesalahan kecil dalam pengeditan.

Halaman 24 : “Kain kali, mereka berebut mencari perhatikan saya.”

Mungkin yang dimaksud adalah Lain kali dan perhatian.

Di halaman 56, dijelaskan Wulan adalah adik Hendro dan Dewi adalah anak Hani-Hendro, tapi di halaman berikutnya (57 – 62) Wulan menjadi anak Hani dan Hendro. Kesalahan ini menurut saya sedikit fatal, karena tidak hanya 1 halaman yang salah tapi 6 halaman.

Sedikit kecewa dengan covernya yang terlalu simple. Mungkin mengusung tema ‘Berani Kotor Itu Baik’, jadinya cover hanya berlatarkan putih yang melambangkan pakaian dan dipadu warna coklat yang melambangkan noda. Padahal,  pakaian anak-anak tak semuanya putih dan noda tak selamanya coklat. Ditambah lagi, cerita-cerita didalamnya yang begitu berwarna, sayang sekali jika covernya hanya se-simple itu.

Dibalik kesalahan dan cover yang terlalu simple, tak membuat buku ini untuk dilewatkan. Bagi saya pribadi yang baru memiliki bayi, buku ini sangat inspiratif dan memberi pandangan bagi saya bagaimana cara mendidik anak, sekaligus renungan bahwa di luar sana masih banyak orang yang tak seberuntung kita.

Buku Cerita Di Balik Noda dan Berani Kotor Itu Baik wajib dibaca oleh para wanita yang belum atau sudah menikah. Bagi Anda yang belum membeli, buruan ke toko buku untu membelinya.

 

Judul : Cerita Di Balik Noda – 42 Kisah Inspirasi Jiwa

Penulis : Fira Basuki

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia

Tebal : 235 halaman

Cetakan Pertama : Januari 2013

 

**Poto dokumentasi pribadi

 

 

6 Comments

    • ranny
  1. alaika
    • ranny
  2. lieshadie
  3. Lidya

Reply