Pindah *lagi*

Siapa bilang pindahan itu enak? Mau pindah rumah sampai pindah ke lain hati itu gak enak #eaaaa 😀 Kali ini saya HARUS pindah. *elap keringat*. Satu hal yang males bangeeett dah. Dari packing, nyari kardus, dll itu melelahkan binti memalaskan. Selama hampir 2 tahun saya udah 3x pindahan. Sebenarnya udah nyaman sama kompleks sekarang ini, tapi mau gimana, harga rumah di kompleks ini udah mahal membahana badai dah -_-". Kompleks rumah kontrakku ramah untuk anak-anak, lebar jalan luas, banyak pohon, ada taman, keamanannya terjamin, tetangga yang gak bossy nan kepo. Beraaatt bangett ninggalin rumah ini.

Ceritanya bermula dari harga rumah kontrakan yang dinaiikin 75%, semula 10jt, tiba-tiba melonjak jadi 17,5jt *pengsan*. Kami pun mutar otak gimana dapet duid segitu banyak dalam kurun waktu beberapa bulan. Secara persiapan duit hanya cukup untuk kontrak awal. Setelah ditimbang, kami memutuskan untuk nyari KPR. Pertama, kami dapet di daerah colomadu, harganya agak mahal dengan type rumah yang yaaa kecil. Karena terisisa 1, kami pun membayar booking fee. Dan ternyata apa yang diiming-iming agennya tak sesuai harapan. Bunga flat dari bank yang dirujuk lebih mahal dari perkataan agen. Nah, kami pun membatalkan, sialnya uang fee udah gag bisa diambil. Geez! Berasa ditipu! I mean, kami mau ambil rumah itu, dengan cicilan sekian *dari perhitungan agen developer*, tapi dari bank bunganya udah lain, dan tiba-tiba udah di-acc. Kok bisa-bisanya developer dan pihak bank tidak ada komunikasi untuk info suku bunga terkini. X((

Kedua, saat jalan ke SS, ada perumahan lagi pameran. Setelah ngobrol, kami agak sreg. Lokasinya di daerah Gentan, gak jauh dari perumahan sekarang ini. Gak mau salah langkah, kami diskusi panjang di rumah. Kami sepakat ambil rumah type 2 lantai, harganya lumayan dan cicilan insya allah sanggup. Abang pun mengontak, si agen, gayung bersambut, agennya begitu baik mengurus semuanya, malah dikasih diskon dan hadiah tv LED 32'. Proses bank pun berjalan. Dan kami dinyatakan lulus BI checking dan KPR kami disetujui. *alhamdulilah*

Naaaaahhh, karena pembangunan rumah berjalan 6bulan, kami memutuskan, Athar ma saya pulang dulu ke Manado dan abang ngekos. Tiap 2 bulan sekali abang nengok kami ke Manado. Packing barang dimulai. Ribet? Banget!! Mellow durjana pun, ninggalin suami *lagi*. Tapi, ya ini resikonya, kudu bisa dijalanin. Semoga kedepannya gak ada pindah lagi. *amin* Temans, doain yaaah semoga pembangunannya bisa tepat waktu. Gak sabar nempatin dan dekorin rumah baru. Hehehe daripada ngontrak mending uangnya dipake untuk kredit rumah. Tapi, dari pengalamanku, carilah rumah yang nyaman dan agen baaiikkk, mau bantuk urusin semua dan kasih solusi yang mengenakan kedua belah pihak. Happy wiken, temans..

Rumah

Insya ALlah rumah kami kelak seperti yang di poto. Eh, itu modelnya unyu yaaah 😀 :)))

4 Comments

  1. uniek
    • ranny
  2. Lidya
    • ranny

Reply