Mengurangi Kekhawatiran Akan Kualitas Produk Cold Chain Dengan Internet of Things

Pernah mengonsumsi frozen food seperti daging beku, nugget, sayuran jenis kacang polong maupun ice cream?

Nah, dalam penanganan makanan beku dari pabrik hingga ke konsumen diperlukan yang namanya cold chain, serangkaian tindakan dan peralatan yang diterapkan untuk memelihara suatu produk dalam kisaran suhu rendah tertentu dari panen/produksi hingga konsumsi.

Tantangan industri ini adalah proses distribusi yang panjang dan kualitas produk yang cenderung sensitif pada berbagai faktor seperti temperatur atau tingkat kelembaban ruang penyimpanan.

Inilah mengapa diperlukan pengelolaan khusus untuk menghindari kerugian yang cukup tinggi akibat kerusakan produk selama proses pembuatan, distribusi, hingga sampai ke konsumen.

Nah, dengan implementasi Internet of Things (IoT), pemilik perusahaan cold chain bisa menjalankan bisnis tanpa masalah seperti di atas, juga tanpa rasa khawatir akan kualitas produk makanan yang tidak maksimal.

Apa Itu Internet of Things?

Internet of Things (IoT) adalah sebuah konsep di mana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia, atau manusia ke komputer.

Lebih dari itu, IoT telah berkembang dari konvergensi teknologi nirkabel, micro-electromechanical systems (MEMS), dan Internet.

Contoh dari IoT adalah mobil yang telah dilengkapi dengan built-in sensor yang berguna untuk memperingati pengemudi saat terjadi tekanan ban rendah.

Di bidang kesehatan pun sudah ada yaitu monitor implan jantung. Dalam industri suppIy chain, IoT paling erat kaitannya dengan komunikasi machine-to-machine (M2M) dalam industri manufaktur, perminyakan, gas dan listrik, dan tentunya industri makanan.

Kabar baiknya, teknologi IoT yang tepat untuk industri cold chain bernama Asset Performance Management sudah ada di Indonesia.

Sekarang pemilik usaha cold chain Indonesia bisa menggunakan teknologi pengembangan Telkomsel IoT ini untuk memonitor usaha secara real-time!

Asset Performance Management dan Cold Chain

Asset Performance Management adalah teknologi yang bisa memantau kualitas aset bisnis baik yang berada di dalam ruangan, luar ruangan, hingga proses distribusi secara realtime. Dengan teknologi ini, pengelola bisnis akan mendapat berbagai kemudahan.

Kualitas produk makanan cold chain harus selalu maksimal dari storage perusahaan hingga sampai ke branch dan konsumen.

Asset Performance Management membantu memastikan tingkat kesegaran makanan selalu maksimal menggunakan perangkat beacon yang mampu memonitor suhu dan kelembapan ruang penyimpanan makanan. Beacon dan gateway dapat dipasang di berbagai tempat mulai dari gudang penyimpanan, unit pengiriman, hingga lemari pendingin untuk memonitor kondisi makanan, lokasi, juga temperatur ruang sekitar agar selalu konsisten.

Dengan visibilitas total dari kondisi aset, temperatur, lokasi, hingga kelembaban ruangan di mana produk cold chain berada, mereka bisa menjalankan bisnis tanpa perlu merasa khawatir apakah produknya terjaga kualitasnya selama proses penyimpanan, distribusi, hingga sampai ke konsumen.

Keuntungan Implementasi Asset Performance Management

Dengan Asset Performance Management, perusahaan dalam industri cold chain bisa memonitor produk makanan yang berada di indoor, outdoor dan saat distribusi secara real­-time.

Berbagai fitur seperti sistem report, alert dan penarikan data insight otomatis akan memudahkan keseluruhan manajemen dalam membuat keputusan ataupun perencanaan proses bisnis.

Kekhawatiran menjalankan bisnis juga akan berkurang dengan sistem monitoring yang detil dan dapat diakses secara real-time. Tak ada lagi ketakutan akan pencurian, serta retur akibat barang rusak yang disebabkan oleh temperatur yang tidak terjaga dan kesalahan monitoring. Hal ini tentunya akan mengurangi cost yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Kesimpulan

Industri apapun itu, baik cold chain, logistik, farmasi, bahkan FMCG, Asset Performance Management merupakan solusi yang tepat untuk meningkatkan efisiensi proses bisnis Anda. Dengan solusi end-to-end dari Telkomsel IoT ini, Anda dapat memonitor aset bisnis Anda kapan pun, di mana pun dan melalui device apa saja.

Semoga artikel ini bisa membantu dalam memahami IoT, cold chain, juga Asset Performance Management, ya. Kalau ingin tahu lebih lanjut tentang Asset Performance Management untuk bisnis atau coba free trial, cuss klik: www.telkomseliot.com.

30 Comments

    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny

Leave a Reply to Caroline Adenan Cancel reply