Cara Memilih Produk Pangan Siap Konsumsi dengan Logo “Pilihan Lebih Sehat”

Setiap berbelanja kalian sering membaca label kemasan nggak?

Kalau saya kadang iya, kadang nggak. *lhaa

Jadi, untuk bahan makanan yang udah sering dikonsumsi keluarga biasanya saya nggak baca lagi label kemasan. Tapi, ketika pertama kali mengonsumsi satu produk biasanya saya akan membaca dulu.

Ini terkait dengan kejadian nggak enakin beberapa tahun lalu.

Kala itu, Kei mengonsumsi salah satu camilan yang dibeli di depan restoran. Selesai makan sih fine-fine saja, tapi saat pulang ke rumah muncul bentol-bentol di seluruh badannya.

Keesokan harinya, bentol itu mulai ada nanah. Asli baper banget. Untuk cerita lengkap bisa kalian baca di Cerita Alergi Kei.

Sejak itulah, saya mulai mencatat segala bahan makanan yang menimbulkan alergi dan mulai membiasakan membaca label kemasan.

Cara Membaca Label Kemasan

Kadang, kita suka ribet ya mau baca label kemasan. Alasannya, tidak paham, waktu belanja mepet, bentuk produk lucu, tertarik dengan varian baru sehingga kita kerap mengabaikan label kemasan.

Sebagai konsumen dan orang tua penting banget kita lebih bijaksana akan makanan yang akan dikonsumsi. Apalagi di tengah pandemi gini, mesti bisa menyaring lagi berbagai makanan agar imunitas terjaga.

Di sinilah peran penting label kemasan, di mana bisa membantu kita membuat keputusan tepat dalam membeli sebuah produk.

Memangnya apa sih yang tercantum di label kemasan?

  • Jumlah kalori dalam setiap sajian
  • Seberapa besar ukuran porsi
  • Nutrisi dalam produk
  • Berapa banyak gula dan lemak
  • Komposisi
  • Tanggal kedaluwarsa
  • Terdaftar BPOM dan MUI
  • Alamat perusahaan

Tujuan adanya label kemasan apa sih?

  • Menyediakan informasi untuk konsumen agar dapat memilih pangan yang lebih sehat.
  • Mendorong industri untuk melakukan reformulasi dalam menyediakan pangan olahan yang lebih sehat.

Lalu bagaimana cara membaca label kemasan?

  1. Perhatikan komposisi

Biasanya posisi list komposisi ada di bagian paling atas. 

Penting kita perhatikan karena,  ada bahan-bahan yang mengandung alergen. Untuk bahan yang mengandung alergen biasanya dicetak tebal.

Apabila ada produk dengan komposisi : gula, air, perisa buatan konsentrat jus, ini berarti sebagian besar produk adalah gula. Dan konsentrat jus adalah bahan yang paling sedikit.

Nah, untuk konsumsi bahan yang mengandung alergen menurut dokter anak langganan kami bisa dikonsumsi asal dalam jumlah terbatas.

  1.  Perhatikan komposisi yang bisa menyebabkan terganggunya kesehatan

Itu seperti apa sih mak?

Jadi, ini terkait lagi dengan komposisi dan juga nutrisi. Ada komposisi yang mengandung lemak, gula dan garam. Di mana jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan sering akan menimbulkan penyakit seperti obesitas juga masalah jantung, dan diabetes.

  1. Kandungan nutrisi diperhatikan

Informasi nutrisi di label kemasan diberikan per 100g produk atau jumlah asupan energi dan nutrisi yang direkomendasikan.

Gunanya? Ini membuat kita bisa membandingkan jumlah nutrisi di merk lain dan sesuaikan kebutuhan.

Di kemasan pun tercantum AKG (angka kecukupan gizi) berdasarkan kebutuhan energi. Dan tiap orang memiliki kebutuhan energi yang berbeda, jadi disesuaikan konsumsinya per hari. 

Gunakan prinsip less is better dalam mengonsumsi produk.

Baca juga : 5 Cara Memilih Jajanan Sehat di Supermarket

  1. Cek berat bersih dan jumlah sajian

Berat bersih adalah jumlah produk dalam kemasan. Ini ada di bagian depan label kemasan atau di belakang biasanya ada juga. Misalnya, 29g, 300ml.

Jumlah sajian adalah jumlah per porsi produk. Biasanya ada di bagian informasi nilai gizi.

  1. Pahami klaim nutrisi

Biasanya ada tuh klaim nol kalori, lemak, gula tapi sebenarnya nggak seperti itu.

  • Klaim nol kalori bukan berarti nggak ada kalori loh, tapi mengandung kurang lebih 4 kalori per sajian.
  • Fat free, bisa mengandung sampai 0,5 gram lemak per sajian.
  • Low fat bisa mengandung 3 gram untuk produk padat dan 1,5g untuk produk cair.

Label kemasan didesain untuk dijadikan pedoman oleh membantu konsumen, dengan tau cara membacanya setidaknya kita sudah one step ahead demi hidup yang lebih baik.

Adakah Cara Mudah Membaca Label Kemasan?

 “5 dari 10 orang Indonesia mengonsumsi gula lebih dari 50g/hari. 53 dari 100 orang Indonesia mengonsumsi garam lebih dari 2000mg/hari. Dan 27 dari 100 orang Indonesia mengonsumsi lemak lebih dari 67gr/hari.”  Ibu Yusra Egayanti, S.Si, Apt, MP – Kepala Subdit Standardisasi Pangan Olahan Tertentu BPOM

Saya tercengang mendengar pemaparan dari Ibu Ega saat sesi Webinar Cara Cerdas Memilih Produk Pangan Dengan Logo ”Pilihan Lebih Sehat” yang diadakan Nestlé Indonesia tanggal 30 September 2020 kemarin.

Ternyata dari konsumsi yang berlebihan tersebut, menyebabkan penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes, darah tinggi dan lainnya.

Hal tersebut sudah tampak nyata sekarang, ya. Penyakit tidak menular tidak mengenal umur, jenis kelamin. Anak kecil sekarang saja ada yang kena diabetes. Hiks.

Salah satu cara untuk menekan risiko tersebut adalah mengubah gaya hidup ke yang lebih sehat, memperhatikan gizi seimbang, dan rajin olahraga. 

Dan tak kalah penting adalah memperhatikan label kemasan produk pangan dengan cermat. Karena berhubungan dengan asupan gizi yang akan dikonsumsi.

Peran pemerintah lewat BPOM pun ingin agar kesadaran masyarakat lebih meningkat perihal membaca label kemasan, nggak sekedar melihat logo halal dan tanda kedaluwarsa saja. 

Oleh karena itu melalui Peraturan Badan POM Nomor 22 Tahun 2019, BPOM mewajibkan seluruh produsen makanan dan minuman mencantumkan Informasi Nilai Gizi (ING) pada label produk pangan. 

Lanjut lagi, peraturan ini juga mengatur desain ING yang mudah dipahami konsumen serta pengaturan pencantuman logo “Pilihan Lebih Sehat”.

Jadi, produk yang memiliki logo “Pilihan Lebih Sehat” berarti telah memenuhi kriteria untuk menjadi “Pilihan Lebih Sehat” berdasarkan kandungan GGL (garam, gula, lemak) dibandingkan dengan produk sejenis dan dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Singkatnya, dengan ada logo “Pilihan Lebih Sehat” memudahkan kita dalam membaca label kemasan dan memilih produk yang baik untuk keluarga.

Produk Apa Saja yang Sudah Ada Logo “Pilihan Lebih Sehat”?

To be honest, saya baru tau adanya sematan logo “Pilihan Lebih Sehat” dari webinar yang ikuti kemarin. Banyak insight baru yang saya dapatkan dari penyampaian beberapa narasumber seperti Ibu Yusra Egayanti dan Dr. Rimbawan.

Dari Webinar, saya pun jadi lebih paham bahwa label pangan yang baik memiliki enam manfaat.

  1. Memberikan informasi tentang komposisi bahan penyusun dan sifat produk untuk menghindari kebingungan konsumen.
  2. Melindungi konsumen dari kemungkinan kesalahan penggunaan, risiko, dan bahaya.
  3. Menciptakan lingkungan pemilihan pangan yang lebih kondusif untuk pilihan yang lebih sehat. 
  4. Memberikan informasi untuk membantu menyediakan pilihan pangan sehat pada konsumen.
  5. Membantu konsumen untuk membuat keputusan yang tepat dalam memilih komposisi pangan dan kandungan gizi yang baik untuk kesehatan.
  6. Memastikan bahwa konsumen mendapatkan nilai lebih dari uang yang dibelanjakan dan menghindarkan kita dari pemahaman klaim yang salah.

Perihal logo “Pilihan Lebih Sehat” dalam tahap awal diberlakukan untuk produk minuman siap konsumsi dan mie juga pasta instan.

Dukungan Nestlé lewat Logo “Pilihan Lebih Sehat”

Sejalan dengan komitmen dalam menggunakan potensi makanan untuk meningkatkan kualitas hidup setiap individu, saat ini dan untuk generasi mendatang, Nestlé Indonesia mempersembahkan produk minuman siap konsumsi, yaitu MILO UHT, DANCOW UHT, dan BEAR BRAND, yang sudah mendapat persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mencantumkan logo “Pilihan Lebih Sehat “.

Saat webinar lalu, Bapak Ganesan Ampalavanar selaku Presiden Direktur Nestlé Indonesia mengatakan bahwa Nestlé Indonesia bertekad untuk ikut meningkatkan kualitas hidup dan masa depan lebih sehat.

Nestlé juga berharap bisa berperan aktif mendukung masyarakat agar lebih bijak membaca label produk dan memperhatikan asupan yang diperlukan.

Lebih lanjut dikatakan bahwa pengetahuan tentang asupan gizi seimbang serta pembatasan asupan gula, garam, dan lemak di Indonesia merupakan masalah yang membutuhkan perhatian semua pihak.

Oleh karenanya Nestlé Indonesia mendukung pemerintah untuk mendorong masyarakat dalam memilih pangan yang baik melalui logo “Pilihan Lebih Sehat.”

Konsumsi GGL di masyarakat saat ini masih sangat tinggi. Sebagai produsen,  Nestlé Indonesia mengurangi kadar gula pada MILO Activ-Go sebanyak 25%. Serta 0% sukrosa pada Dancow Nutritods. Untuk membantu memenuhi kekurangan zat gizi mikro, dilakukan berbagai fortifikasi produk.

Menurut Ibu Debora Tjandrakusuma, Direktur Corporate Affairs, Nestlé Indonesia, untuk membantu konsumen membaca label, Nestlé Indonesia sudah melakukan kemudahan dengan mencantumkan informasi nilai gizi pada bagian utama label.

Milo UHT merupakan salah satu produk minuman siap konsumsi yang sudah diluncurkan ke pasaran dengan mencantumkan logo “Pilihan Lebih Sehat”. Sedangkan Dancow UHT dan Bear Brand rencananya akan dipasarkan pada kuartal keempat 2020.

Well, kalau bisa kita simpulkan produk minuman siap konsumsi dari Nestlé Indonesia sudah memenuhi syarat sebagai berikut:

  • Memiliki kandungan gula total kurang dari 6g/100ml
  • Tanpa pemanis buatan

Nah, untuk tambahan referensi bisa kamu baca-baca tentang produk Nestlé Indonesia di http://bit.ly/SNpilihanlebihsehat

Kesimpulan

Sekarang ini sebagai orang tua kita nggak boleh masa bodo lagi dengan gaya hidup sehat. Terlebih sebagai Mama yang selalu berbelanja, penting banget untuk membaca label kemasan. ‘Hantu’ penyakit tidak menular ini benar-benar menakutkan.

milo pilihan lebih sehat

Belanja lebih lama mah nggak masalah yang penting produk dibeli itu aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Pencantuman logo “Pilihan Lebih Sehat” adalah upaya terbaik dalam memudahkan konsumen dalam memilih pangan sehat untuk keluarga. Semoga kedepannya makin banyak produk yang mencantumkan logo ini.

Semoga sharing ini bermanfaat, ya.

24 Comments

  1. Helena
  2. Adriana Dian

Reply