Kapan Mengganti Perlengkapan Rumah?

Saya terkena cairan tomcat! Ugh, ngeselin karena kena di bagian lutut. Rasanya nggak enak banget, mana agak susah untuk posisi berlutut. Nggak hanya satu loh tapi dua. Saya pun mikir sambil melihat sekeliling kamar, sepertinya harus berbenah dan mengganti perlengkapan rumah seperti seprai, menjemur kasur, mengganti bed cover lebih rutin lagi!

FYI, tomcat ini jenis serangga kecil dan bikin berbahaya adalah cairan yang dikeluarkannya. Berbahaya karena jika kulit terkena cairannya akan menimbulkan luka, agak melepuh dan biasanya ada nanah gitu. Efeknya, bisa bikin demam juga. Luka di lutut akibat cairan tomcat bikin nggak enak gerak loh dan sakit. πŸ™

Adanya tomcat di rumah nggak heran juga karena depan perumahan ada tanah kosong dan sekarang ditumbuhi tanaman liar. Biasanya pemilik tanah membersihkannya, tapi udah mau setahun dibiarkan saja tumbuh seperti β€˜hutan’. Dan kami lah sasaran tomcat! Huh!

Terlepas perkara tomcat, memang ada baiknya kita rutin mengganti perlengkapan rumah.

Kenapa? Walau terlihat bersih, jangan terkecoh! Beberapa perlengkapan rumah seperti, bantal, seprai, kasur menyimpan banyak bakteri loh!

Kok bisa? Ya jelas bisa. Walaupun kamar sudah ada AC dan letaknya jauh dari jalan raya, tapi debu itu adalah partikel kecil yang melayang dan kotoran bukan hanya dari debu saja. Betul? Banyak jenis kotoran yang membuat kita nggak nyaman dan perlu rutin menjaga kebersihannya.

Lalu muncul satu pertanyaan maha penting, kapan mengganti perlengkapan rumah?

Ada 7 perlengkapan rumah yang akan saya bahas di sini, cekidot yes.

  1. Seprai – 1 minggu sekali

Tahu nggak, kalau setiap orang melepaskan 25 gram sel kulit setiap minggunya? Jumlah yang sama dengan sebungkus keripik kentang.

Ini akan menjadi sumber makanan segar bagi 10.000 ekor tungau yang hidup di tempat tidur. Agar tempat tidur bebas dari tungau dan seprai harum menyegarkan, cucilah setiap tujuh hari sekali, pada suhu 60’ celcius tanpa banyak deterjen.

Nah, kalau seprai sudah diganti kan nggak lengket yes dan ada baiknya juga jika menggunakan seprai dari bahan linen agarΒ masalah susah tidur pun perlahan bisa teratasi.

  1. Bantal – 2 kali setahun

Menurut satu penelitian, pada bantal yang sudah berumur 2 tahun, 10% beratnya akan terdiri dari serpihan kulit mati, tungai dan kotorannya.

Solusinya, untuk membunuh tungau, simpan bantal dalam plastik dan letakkan dalam lemari es selama 6 jam. Harus rajin juga mencuci bantal setiap enam bulan. Untuk sarung bantal, cuci minimal dua kali seminggu.

  1. Kasur – 2 kali setahun

Tidak perlu mencuci kasur bila tidak ada noda atau kotoran yang cukup mengganggu. Cukup membalikannya setiap enam bulan.

Bersihkan debu dengan vacuum cleaner setiap mengganti seprai. Apabila terkena noda, sebaiknya sikat permukaan kasur memakai sampo atau deterjen, yang dicampur air hingga berbusa. Bersihkan area noda dengan spons yang telah dibasahi air hangat.

Yang penting, jangan biarkan bagian dalam kasur basah atau lembap. Segera keringkan dengan kipas angin, hair dryer atau dijemur di luar ruangan.

  1. Baju tidur – 2 kali seminggu

Tanpa disadari, kita mengeluarkan keringat setengah liter setiap malam yang sebagian besar diserap oleh baju tidur atau piyama.

Jika kamu termasuk orang yang mandi teratur setiap hari, pagi dan sore, kamu boleh mengganti baju tidur setiap 3-4 hari. Namun, bila udara panas dan tidur di kamar tanpa pendingin, usahakan ganti baju tidur setiap hari.

  1. Sisir – 1 tahun sekali

Para penata rambut menganjurkan mengganti sisir minimal setahun sekali, meskipun kondisinya masih terlihat baik. Sisir yang sikatnya sudah lepas dapat melukai kulit kepala, juga menghambat produksi sebum (pelembap alami rambut), sehingga rambut menjadi kusam dan tidak sehat.

Jangan lupa untuk membersihkan sisir secara teratur dengan cara direndam di dalam air hangat yang dicampur sampo.

Sisi dapat menyimpan minyak dari produk perawatan rambut serta debu dari ruangan. Jangan sampai kotoran tersebut akan ditransfer kembali ke rambut, ya!

Perlengkapan rumah yang satu ini memang sering banget kita abaikan tapi pengaruhnya besar juga.

  1. Handuk – 1 minggu sekali

Handuk yang lembap adalah tempat paling ideal untuk hidupnya kuman yang bersarang di tubuh kita seperti stapylococus aureus, mikroorganik yang sebenarnya tidak berbahaya tapi bila bertemu dengan luka bisa menyebabkan infeksi.

Dianjurkan untuk mencuci handuk minimal seminggu sekali dalam suhu 60’ celcius. Jangan lupa untuk mengeringkannya sebelum dilipat atau digantung.

  1. Sikat gigi – 3 bulan sekali

Hayo seberapa sering kamu mengganti perlengkapan rumah yang mungil ini, sikat gigi?

Sebagian besar orang menyimpan hingga 10 juta bakteri dalam mulut, yang dipindahkan ke sikat gigi. Bakteri ini akan dapat bertahan hingga 48 jam atau bahkan lebih lama, apabila sikat gigi tidak dibiarkan mengering.

Sikat gigi juga rentan terhadap kuman di kamar mandi, seperti 750.000 kuman yang terletak di udara setiap kali toilet disiram.

Karena itu juga disarankan agar menyimpan sikat gigi minimal 2 meter jaraknya dari toilet!

Dari dokter gigi, disarankan untuk mengganti sikat gigi setiap tiga bulan.

Baca juga : Memilih art decor untuk hiasan rumah

Ini ada sedikit tambahan yes, yang saya dapetin dari Pinterest.

Beuh, list di atas bikin bergidik! Saya dong melewati batasan untuk mengganti perlengkapan rumah. *hiksΒ  Barangkali tomcat ini hasil saya belum ganti seprai, padahal sebulan 2 kali ganti loh karena anak-anak suka ngotorin.

Memang sih perlengkapan rumah kecil kayak bantal, sisir, sikat gigi sering luput dari perhatian kita ya. Palingan selalu menunda untuk mengganti. Tunggu rusak dulu baru ganti, betul? Tapi, sebaiknya mengubah pemikiran seperti itu karena kita nggak pernah tahu ada bakteri apa saja yang hinggap di perlengkapan rumah tersebut.

Yuk, lebih rajin lagi mengganti perlengkapan rumah kita!

Kalau kamu, mengganti perlengkapan rumah seperti poin-poin di atas nggak? Share dong ceritanya.

10 Comments

  1. Yesi Intasari
  2. MeriskaPw
  3. Dhanang Sukmana Adi
  4. Ety Abdoel

Leave a Reply to nh18 Cancel reply