diamku..

terdiam ku menatap jalan kosong itu
sepi..
tak ada suara..
angin pun seakan malu untuk bersuara

sepi merasuk sukma
menggapai jiwaku..
mencabik kalbuku
meluluh lantakkan ragaku..

tapi, aku menikmatinya
seperti menikmati secangkir cappucino
ditemani sepotong tiramissu..
di sore hari sambil menikmati rerintikkan hujan

masih sepi..
sesepi hatiku ini..
pikiran tertuju pada dirimu
yang selalu membuat ku mengurungkan langkahku..

terlalu cintakah?? terlalu sayangkah??

dan membuat aku menyakiti diri sendiri..

ku urungkan langkahku untuk maju mencari cinta yang lain
diam di tempat ini saja
tak bergerak
sampai ditelan sepi..

aku bimbang…

dan ku biarkan diriku
menangis dalam lelapnya tidur..

04.10.09
00.15am

teruntuk :
sendy atas obrolan yang menyegarkan jiwa dan pikiran di sebuah subuh yang gelap, membawa diriku terlarut dalam tidur yang nyenyak..u still my brother and best friend..sayah bergembira menyambut harimu 🙂
rana yang meminta ke-gundah-gulali sayah menjadi sebuah poem dan “memaksa” sayah untuk memposting di tengah malam ini
dan yang menyepi dalam kesendirian cepetlah kembali karena dunia ini terlalu indah untuk ditinggalkan bahkan untuk sedetik sajah..

23 Comments

  1. anazkia
  2. Seti@wan Dirgant@Ra
  3. Sang Cerpenis bercerita
  4. Sang Cerpenis bercerita
  5. Newsoul
  6. attayaya
  7. -3-
  8. vie_three
  9. Kabasaran Soultan
  10. yanuar catur rastafara
  11. Munir Ardi
  12. mocca_chi
  13. mocca_chi
  14. Dinoe
  15. Dinoe
  16. Rully Amri
  17. RanggaGoBloG
  18. lilliperry
  19. Aulawi Ahmad
  20. BrenciA KerenS
  21. alamendah
  22. Rana Rasuna
  23. Rana Rasuna

Reply