Bahagia

Apa sih esensi sebuah kebahagiaan?

Entahlah, saya tidak bisa menjawabnya. Karena saya juga lagi dalam perjalanan mencari sebuah kebahagiaan yang hakiki.

Rezeki dan Jodoh, faktor utama dalam penentu sebuah kebahagiaan, betulkah itu temans?

Tak bisa dipungkiri, kedua hal itu saling bertautan dalam kehidupan kita, yang bisa membahagiakan sekaligus menjeremuskan kita dalam kubangan dosa.

ahh, sekali lagi saya tidak pintar berfilsafat, tidak pintar jika ditanyakan mengenai bahagia.. Yang ku tau untuk mencapai itu mudah tapi sulit dan berliku untuk meraihnya, yaitu dengan bersyukur dan bersabar.

Bersyukur dengan apa yang ada sekarang, itu yang akan selalu saya lakukan sampai akhir hayatku. Apa yang telah kuraih selama ini, kerja keras, disiplin, air mata, sakit hati, kekecewaan, dikhianati.. semua melebur menjadi satu..
Takkan pernah berhenti bersyukur baik maupun buruk, besar maupun kecil.

Kesabaran, mudah untuk dikatakan tapi membutuhkan tenaga extra untuk melakukannya 🙂 sabar itu tidak ada batasannya. Ya seperti kemaren yang saya dengar di ceramah Ustadz Udje : “jika ada yang mengatakan bahwa sabar itu ada batasannya, maka dia belum termasuk orang yang sabar, sabar karena Allah SWT, sungguhlah luas, tidak berbatas dan buah dari kesabaran itu sungguh nikmat.”
Sangat nendang, karena selama ini kita selalu mengatakan “kesabaran saya sudah habis.” ahh ternyata begitu susah juga menjadi orang sabar, sabar karena Allah SWT. Tetap berusaha, tidak berhenti mencoba 🙂

Jika jalan terjal dan berbatu ini harus ku lalui untuk menuntun ke jalan yang mulus, saya ikhlas Ya Rabb.. Jika ini menjadi penguji imanku, kesabaranku akan NikmatMu Ya Rabb, Insya Allah saya berusaha tegar dan kuat menjalaninya 🙂
Semoga ada kebaikan dibaliknya, yang menuntun ke jalanMu.
“Barang siapa yang meminta KepadaKu, niscaya akan Ku kabulkan.” Itu menjadi pedomanku, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan.
Dan pasti bahagia itu ada di dalam hidup kita dan diri kita, asalkan kita tidak berputus asa dalam meraihnya.

Sedikit berbagi rasa dengan kalian temans, yah mungkin sedikit “kacau” tulisanku, karena ditulis dalam keadaan g-a-l-a-u 🙂 , lagi dalam keadaan tidakbaikbaiksaja, tapi berusaha untuk tetap tersenyum walau terkadang mata ini terasa panas sekali.
Terkadang kita membutuhkan sedikit ruang untuk sendiri dan berkontemplasi, tapi tidak harus lama-lama bukan? Diluar sana masih banyak yang harus kita kerjakan, ada yang menunggu kita, jangan sampai menjadi egois. 🙂

Seperti kata Maher Zein : “Insya Allah, will find the way.”
and im so sure bout it, God never leave us, but we always leave God 🙂

Selamat hari senin temans, mari kita meraih bahagia kita, selalu smangaaad, terus smangaaad dan tetap smangaad 🙂

3 Comments

  1. Luella
  2. Basuki Pramana
  3. Lidya

Leave a Reply to Luella Cancel reply