Memilih Krim Ruam Popok yang Tepat Untuk Kulit Si Kecil

Menjadi seorang Mama adalah anugerah yang membawa kita ke berbagai macam cerita. Dan sepanjang perjalanan menjadi Mama, kita akan belajar bagaimana menjadi orang tua yang bijak, sahabat bagi anak, chef rumahan sekaligus dokter. Betul nggak?

Adalah tugas kita untuk selalu memerhatikan kesehatan anak, entah itu dari makanan, pakaian hingga barang-barang yang bersentuhan dengan kulit mereka.

Ketika menjadi seorang new Mama, perasaan bahagia itu nggak bisa diungkapkan. Segala macam perlengkapan si kecil pun nggak luput kita beli. Bahkan barang yang nggak terlalu penting pun dibeli. Hehehe

Sebagai #TimDiaper, saya harus ekstra hati-hati dalam memilih diaper. Yha, memilih diaper itu gampang-gampang susah juga ya. Karena kulit si kecil itu ada yang sensitif dan tidak. Kadang harus berkali-kali mengganti diaper demi menemukan yang tepat.

Untuk mejaga kelembapan dan kesehatan kulit si kecil dari penggunaan diaper, saya selalu menyediakan baby rash cream atau biasa disebut krim ruam popok.

Hasil research menunjukkan, bahwa bayi berumur 0 sd 3 tahun daya tahan tubuh (imunitas) tubuhnya belum terbentuk sempurna sehingga lebih rentan terhadap serangan bakteri, kuman, dan penyakit.

Ruam adalah momok bagi anak. Dan selalu sukses bikin Mama baper. Nggak tega bener lihat kulit mereka yang mulus terus muncul kemerahan di beberapa daerah seperti bokong, lipatan paha, paha, sekitar alat kelamin dan mereka merintih kesekitan. Duh! Si kecil pun nggak nyaman dan susah bergerak.

Kalau begini kadang suka feeling guilty, ya.

Masalah ruam akan terus muncul selama si kecil memakai diaper. Itulah mengapa saya selalu rutin mengecek apakah diapernya sudah penuh atau nggak, kalau ada poop langsung dibersihin. Dan menyediakan krim ruam popok.

Apa sih yang menyebabkan ruam diaper?

memilih krim ruam popok

sumber : baby gear lab

Wah ini mah pertanyaan sejuta umat para new Mama. Hehehe …

Dari pengalaman saya bisa merangkumkan beberapa poin penyebab ruam diaper.

  1. Terlalu lama mengganti diaper saat udah penuh atau ada poop. Ini bagi saya penyebab utama karena bakteri dibiarkan bersarang dan memicu iritasi pada kulit bayi yang masih sensitif.

  2. Diapernya terlalu ketat. Ini bisa terjadi karena berat si kecil naik tapi masih memakai ukuran lama. Ada baiknya memerhatikan tabel ukuran dan berat dalam memilih size diaper, ya.

  3. Iritasi karena sabun, bedak.

  4. Kulit sensitif. Duh kalau si kecil memiliki kulit sensitif ini mudah terkena ruam popok.

  5. Infeksi bakteri dan jamur, kulit yang tertutup diaper cenderung lembap ya jadi risiko tumbuhnya bakteri dan jamur itu lebih besar.

Dari dua anak nih, Athar pernah kena ruam diaper. Penyebabnya karena iritasi kulit karena debu. Kala itu, saya baru pindah rumah jadi bisa dibayangkan yes rumah baru dengan debu yang menumpuk.

Untuk Kei, pernah kena ruam popok kain (clodi) dan suka bermasalah dengan karet diaper tipe pants. Jadi, kalau mau mandi pagi, suka banget garuk belakangnya yang tertutup karet diaper. Gatal banget kayaknya, sering digaruk dan menimbulkan warna merah dan juga lecet.

Mengatasi ruam dan iritasi kulit akibat karet diaper dengan bahan alami

memilih krim ruam popok2

sumber : sheknows.com

Saya memang lebih memilih untuk menyembuhkan ruam dan iritasi kulit dengan cara alami sebelum akhirnya menyerah ke dokter anak.

Beberapa cara yang saya lakukan untuk mengatasi ruam diaper dan iritasi kulit seperti :

  1. Mengganti diaper 3-4 jam sekali.
  2. Membersihkan bokong, lalu mengeringkannya. Didiamkan sebentar aga kulit bisa bernapas dulu sebelum dipakaikan lagi popok.
  3. Menghindari menggunakan bedak sehabis mandi di bagian bokong dan juga tisu basah. Khususnya tisu basah yang mengandung alkohol dan pewangi, hal ini bisa menyebabkan iritasi kulit loh.
  4. Memakaikan diaper jangan terlalu ketat. Kalau udah ketat, mending ganti ukuran.
  5. Mengoleskan krim khusus ruam diaper.

Saya yakin, sebagian besar Mama selalu menyediakan baby rash cream di rumah, betul? Saya juga gitu kok. Ini termasuk barang yang WAJIB untuk dimiliki selama si kecil masih mengenakan diaper.

Memilih krim ruam popok yang tepat untuk si kecil

memilih krim ruam popok3

 

Dari beberapa referensi yang saya baca, pada umumnya menyarankan untuk membeli krim ruam popok yang mengandung zinc oxide, aloe, calendula. Tapi, seperti yang saya sudah sebutkan sebelumnya, which is saya lebih menyukai produk yang alami dalam artian mengandung bahan-bahan alami.

Tapi, ada nggak sih krim ruam popok yang mengandung bahan alami? Absoluetly yes!

Sleek Baby Diaper Cream menjawab keinginanku.

Jadi, Sleek Baby Diaper Cream ini mengandung bahan-bahan alami yang bisa menyembuhkan ruam popok dan juga iritasi kulit karena karet diaper.

Penasaran nggak dengan kandungan alami yang terdapat pada Sleek Baby Diaper Cream?

  1. Ekstrak minyak zaitun, yang berfungsi untuk menjaga kulit dari bakteri yang menyebabkan iritasi.

  1. Chamomile dan ekstrak bunga matahari sebagai anti iritasi alami yang aktif untuk mengurangi kemerahan pada kulit.

  2. Avocado Extract, Shea Butter & Argan Oil  sebagai pelembap alami untuk menjagai kulit bayi tetap halus dan lembut.

  3. Formula yang aman bahkan untuk bayi yang baru lahir karena mengandung pH 5.5

  4. Hypoallergenic formula, allergy free

  5. Dermatologically tested , no irritation

  6. Clinically Tested, terbukti bisa melindungi dan menyembuhkan kemerahan akibat ruam popok. 100% terbukti melindungi dan membunuh bakteri seperti Staphylococcus Aureus, Pseudomonas Aeruginosa, Escherichia Coli, Candida Albicans.

Testimoni pemakaian

memilih krim ruam popok3

 

Kandungan alami yang terkandung dalam Sleek Baby Diaper Cream ini bikin saya jatuh hati.

Baunya harum. Krimnya nggak pekat maupun encer. Saat mengoleskannya ke kulit terasa lembap tapi cepat meresap. Packagingnya ini memang Sleek banget which is warna ungu dan putih mendominasi, bentuknya traveling friendly.

Selama ini saya selalu beranggapan bahwa krim ruam popok dipakai saat terjadi ruam saja. Ternyata, pemakaian sebenarnya adalah sebelum menggunakan popok! Dengan mengoleskannya sebelum dipakaikan popok, bisa melindungi kulit dari bakteri yang menyebabkan ruam.

Sleek Baby Diaper Cream ini juga ampuh loh menghilangkan kemerahan akibat iritasi karet popok. Saya mengecek, setelah sejam penggunaan, warna merahnya memudar loh dan bersih dari kemerahan hingga ganti popok lagi.

Overall, saya menyukai produk ini. Very recomended untuk Mama yang bingung mencari krim ruam popok.

Kulit si kecil sehat, impian semua Mama

memilih krim ruam popok4

Mama yang mana sih pengin lihat kulit si kecil iritasi, bintik kemerahan dan ruam? Kalau saya sih No!

Makanya sebagai Mama saya pun harus aware dengan masalah kulit ini terlebih ruam popok. Menjadi Mama peduli saya lakukan dengan memilih produk yang aman untuk kulit si kecil dalam menyembuhkannya.

Kini, hati saya lebih tenang dengan hadirnya Sleek Baby Diaper Cream ini. Kulit Kei pun terlindungi dari bakteri jahat yang menyebabkan ruam!

30 Comments

    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
    • ranny
      • ranny
    • ranny
    • ranny

Reply