Cek Kesehatan Rutin Itu Penting Loh, Broh, Mbaksis!

Holaaaa, aim bek egeeen … *bersihin debu seminggu nggak apdet

Haelah, maapkeun karena seminggu nggak posting. Saya sibuk pakai banget! Udah jangan tanya sibuk apa pliss pliss, bisa jadi satu postingan tuh. 😀 LOL

Beklah, postingan kali ini saya mau bahas tentang cek kesehatan. Tenang, topiknya nggak berat kok. Karena saya mau tjurhaat di mari.

So, semua pada tau yes kalau cek kesehatan itu maha penting! Kenapa saya pakai kata maha penting? Karena kalau kita sehat, uang bisa dicari, mau lakuin apapun bisa. *halah klise

Gini analoginya : kalau kamu nggak tau kondisi kesehatan tubuh kayak kolesterol, asam urat, gula darah dan tensi, saat ada pegal-pegal di badan disangka masuk angin. Esoknya kamu cari tolak angin dan berharap sembuh. Etapi sayangnya, pegal itu nggak hilang.

Segala obat pun dicoba berdasarkan kira-kira saja. Efeknya? Bisa jadi badan kamu tambah pegal dan ada ketambahan sakit lainnya. Kalau udah gini, jadi berat di ongkos kan? Mana udah nggak sembuh, eh dompet pun jadi ikutan sakit. Nggak mau ke dokter? Yakin? Kalau tambah parah gimana?

Karena itulah peran cek kesehatan itu penting! Mengeluarkan uang nggak nyampe 100rb, kamu udah bisa tau kadar kolesterol, asam urat, gula darah hingga tensi.

Baca juga : 5 Tips perut ramping dan tubuh sehat

Masalah utamanya, tiap orang itu ada ketakutan untuk lakuin cek kesehatan. Hayo bener nggak? Takut menghadapi realita bahwa dirinya sakit. Itu saja sih inti masalah kenapa orang-orang pada nggak mau lakuin cek kesehatan.

Been there, done that. *tsaahh

Saya pun takut loh cek kesehatan tapi satu kondisi membuat saya harus rutin untuk melakukannya.

2011, saya mengeluh pegal-pegal di bahu. Kayak biasalah, berasumsi ini capek karena kebanyakan duduk saja. Dipijat bakal hilang. Sayangnya pegal ini betah banget di tubuhku.

Mama pun nyaranin untuk cek kesehatan. Sedikit ketar-ketir nih. Tapi, bismillah saja.

Hasilnya? Kolesterol saya di atas normal! 250! Oemjiiiiiii …

Saya stres, masa iya masih mudah tapi udah ada kolesterolnya. Dem! Ini kan penyakit lansia! Di sinilah letak kualatnya saya. Karena berasumsi kolesterol penyakit lansia eh ternyata bisa menimpa anak mudah seperti saya.

Sakit sekarang nggak pandang bulu, semua dihantam!

Dokter pun mengiakan bahwa gejala penyakit sekarang udah nggak sama kayak di teori lagi. Disinyalir ini karena gaya hidup yang berubah pula.

Contoh kasus, ya pegal itu. Selama ini asumsinya kan pegal itu karena capek. Ternyata bisa efek naik kolesterol loh!

Plis jangan sepelekan kolesterol pun dengan lainnya. Why? Karena dari kolesterol akan terjadi penyumbatan jantung dan juga penyakit jantung koroner! Saya nggak akan jelaskan detail, silakan menghubungi dokter jika pengin mendapatkan saran dari ahlinya.

Gula darah tinggi? Bisa berimbas penyakit diabetes. Asam urat tinggi? Dapat memicu penyakit ginjal, rematik asam urat dan gout. *hiiy

Idealnya, cek kesehatan itu dilakukan rutin satu bulan sekali.

Cek kesehatan apa mesti ke laboratorium? Nope! Nggak mesti kok. Saya cek kesehatan di apotik dekat rumah. Harganya 31rb untuk paket : tensi, kolesterol, asam urat, gula darah. Mau di dokter juga bisa, ke dokter umum saja. Malah lebih baik ke dokter karena kamu akan mendapatkan banyak keterangan soal kesehatan.

Apa bedanya cek kesehatan di laboratorium sama di apotik dan dokter?

Kalo cek kesehatan di laboratorium itu diperiksa lebih lengkap, ada leukosit, trombosit, HDL, LDL dan harganya pun nggak murah. Kalau di apotik dan dokter, periksanya lewat alat kecil dan jari ditusuk jarum untuk diambil darah. Hasilnya menunjukkan angka secara umum, ya. *CMIIW

cek kesehatan2

Sejak jauh dari Cici, saya jadi jarang cek kesehatan. Tapi, awal tahun 2017 saya sudah mulai melakukannya lagi. Semua bermula dari s a k i t! Yeah, kalau sakit baru cek kesehatan deh.

Di awal tahun, saya tiba-tiba pusing nggak bisa bangun dari tempat tidur. Duh! Saya begitu takut, jangan-jangan kolesterol nih. Saya pun minta Abang untuk anterin ke rumah sakit.

Baca juga : Berapa jumlah maksimal kopi yang bisa dikonsumsi setiap hari?

Waktu itu saya minta cek lab lengkap untuk kolesterol, asam urat, gula darah. Bayarnya? Hampir 500rb! Hasilnya? Di posisi aman semua. Jadi pusing yang saya rasakan ternyata efek dari turunnya mines mata.

Selang beberapa bulan cek kesehatan pun terhenti lagi karena kemalasan saya.

Di bulan Juni, saya melakukan cek kesehatan lagi. Hasilnya? Amaaaan brooohhh …

Saya pun cuek makan apa saja.

Lalu, cek kesehatan lagi di bulan agustus. Duh! Asam urat naik sodara-sodara.

Emang sih selama sebulan itu saya merasakan pegal luar biasa di punggung kiri, udah dipijat nggak sembuh. Saya sempat takut apa kena jantung karena di titik punggung kiri. Tapi, setelah tau asam urat tinggi ternyata itulah penyebab pegal.

Selama sebulan pun saya minum obat penurun asam urat.

Dan, di akhir bulan kemarin alhamdulilah asam urat udah turun lagi, kolesterol naik dikit tapi masih diambang normal. Pegal? Alhamdulilah nggak ada lagi. Ciyus!

cek kesehatan

Sebenarnya, kalau kita rutin cek kesehatan, akan lebih mudah mengontrol apa yang akan dimakan. Dalam artian, semua bisa kok dimakan tapi ada takarannya.

Kalau kayak gini hidup itu nyaman bukan? Bisa makan, tanpa khawatir mikirin sakit ini-itu.

Melakukan cek kesehatan juga sebagai bukti bahwa kita ini sayang akan tubuh dan hidup yang diberikan olehNya. *benerin jilbab

Saya serius loh ini, hargailah tiap detik kehidupan. Hal kecil tapi sering kita abaikan tapi efeknya bisa menyenangkan sekaligus bisa meluluhlantahkan hidup.

Sebenarnya paradigma sehat itu mahal salah sejak dalam pikiran. Sehat itu murah, gratis juga tapi kita yang bikin mahal karena mengabaikannya sehingga harus melakukan perawatan ekstra which is need lots of cost, yekan?

Saya nggak bosan-bosannya ngajak kamu, kamu, kamu untuk hidup sehat. Yuk, benahi pola makan kita, dan rutinkan melakukan olahraga. ^.^

So, kamu masih takut untuk cek kesehatan? Masih nggak sayang sama tubuh kamu? Masih menganggap cek kesehatan lebih menyeramkan daripadan film Pengabdi setan? Demi Dewa!

11 Comments

  1. Uci

Reply