Mengolah Daging Sapi Itu Butuh Trik Agar Enak Disantap. 3 Cara Ini Membantu Kamu Melakukannya!

Mengolah daging sapi itu butuh trik agar enak disantap. Bener nggak?

Siapa sih yang nggak pernah makan daging sapi? Pasti hampir semua orang pernah mencicipinya, kecuali kamu termasuk pecinta vegetarian.

Banyak makanan-makanan di Indonesia yang berbahan dasar daging sapi, contohnya adalah rendang.

Rendang adalah makanan yang sudah terkenal di dunia ini enaknya bisa menggoyang lidah dan bikin nambah porsi makan!

Untuk mengolah daging sapi, kita membutuhkan penanganan yang benar dan aman.

Ketika membeli daging di pasar atau supermarket, kita harus teliti  karena jika tidak takutnya kita malah memilih daging yang kurang baik, kurang segar, atau bahkan sudah busuk.

Baca juga : Resep tahu bakso kecap

Memang mengolah daging sapi itu nggak mudah, perlu trik khusus agar bisa mendapatkan yang segar, cara membersihkannya hingga menyimpan agar daging bisa bertahan lama.

Cara mengolah daging sapi ini perlu kamu ketahui dan lakukan.

  1. Memilih Daging Sapi

mengolah daging sapi

Mengolah daging sapi : memilih daging yang baik

Cara pertama untuk mengolah daging sapi yang baik ada pada pemilihan daging.

Ketika membeli daging, biasanya kita dihadapkan dengan beragam pilihan daging, setidaknya harus mengetahui mana daging yang bagus dan mana yang kurang bagus.

Biar nggak salah pilih daging sapi, tips memilih daging sapi ini wajib kamu tahu.

Warna Daging

Lihatlah warna dagingnya. Daging yang berkualitas biasanya berwarna merah segar. Jangan pilih daging yang pucat atau kotor.

Tekstur Daging

Biasanya daging sapi yang segar mempunyai tekstur yang kenyal. Ketika kita memilih daging, tekanlah sedikit dagingnya dan lihat, jika daging kembali ke posisi semula artinya daging tersebut baru dan segar.

Sebaliknya, daging yang busuk akan terasa lembek ketika ditekan.

Bau / aroma

Ketika hendak membeli daging, biasanya daging yang segar mempunyai bau khas “sapi” dan daging yang busuk biasanya berbau asam.

Tidak berair

Pilihlah daging yang tidak berair, karena daging yang berair adalah tanda bahwa daging tersebut berada cukup lama pada udara bebas. Tapi jika kamu menemukan cairan itu berwarna merah seperti darah, itu bukanlah darah melainkan sari dari daging tersebut. 

  1. Bersihkan daging sapi

mengolah daging sapi2

Mengolah daging sapi : dibersihkan.
Image from the hearty soul

Kenapa harus dibersihkan?

Karena jika tidak dibersihkan dengan baik, takutnya masih ada tersisa bakteri-bakteri yang tertinggal pada daging tersebut dan jika masuk ke tubuh kita dapat menimbulkan berbagai penyakit yang tidak kita inginkan.

Pastinya kita tidak mau ada keluarga yang kita sayangi terkena penyakit hanya karena kita tidak mengolah daging dengan baik.

Bagi kamu yang akan membeli daging, perlu  banget untuk membersihkan daging ketika akan diolah. Jikamembeli daging untuk dimakan dikemudian hari, kamu perlu memasukannya ke mesin pendingin atau freezer.

Daging harus tetap dibersihkan sebelum diolah. Untuk membersihkan daging, cucilah pada air yang bersih dan mengalir, tidak perlu lama-lama dan tidak perlu menggunakan sabun.

Baca juga : Resep bitterbalen daging cincang

Kita sebaiknya mengetahui bakteri-bakteri apa saja yang terdapat pada daging, karena dengan pengetahuan itu kita dapat mencegah agar daging yang kita olah tidak mengandung bakteri yang malah dapat membuat penyakit di tubuh.

Bakteri Escherichia coli (E. Coli) adalah bakteri yang melakukan perkembang biakan di isi perut binatang, bakteri ini dapat mengkontaminasi daging di tempat penjagalan.

E. Coli dapat merusak lapisan dinding pencernaan kita, gejala yang ditimbulkan oleh bakteri ini adalah diare. Namun kita tidak perlu khawatir, karena untuk menghancurkan bakteri ini pastikan ketika memasak, dagingnya benar-benar matang keseluruhan.

Salmonella adalah bakteri yang biasanya akan anda temukan pada hewan ternak, seperti unggas, daging sapi, produk susu, telur, makanan laut, dan beberapa buah-buahan dan sayuran.Salmonella biasanya menyerang sistem pencernaan kita.

Untuk mencegahnya, sama seperti E. Coli, pastikan daging yang dimasak matang secara menyeluruh, dan jangan lupa cuci peralatan makan dan tangan yang bersih ya!

Bakteri Staphylococcus aureus adalah bakteri organisme Gram-positif yang bisa menyerang tubuh kita melalui perantaraan tangan manusia, pernafasan, atau tenggorokan.

Makanan yang diolah dengan kurang baik dapat terkontaminasi oleh bakteri ini. Cara membersihkan bahan makanan dan memasak yang baik dapat mencegah penyakit yang kemungkinan dapat ditimbulkan oleh bakteri ini.

Listeria monocytogeneses adalah bakteri Gram-positif. Bakteri ini bisa menyebabkan penyakit pada kita seperti demam, sakit otot, keguguran dan infeksi anak untuk wanita hamil, meningitis hingga kematian.

Bakteri ini dapat dibunuh dengan proses pemasakan, maka dari itu kita harus memasaknya dengan baik, dan hindari memasak setengah matang, tak lupa selalu cuci tangan dan peralatan masak dan makan kita.

  1. Menyimpan daging

mengolah daging sapi3

Mengolah daging sapi : menyimpannya di suhu yang tepat

Ibu-ibu yang suka membeli daging sapi, biasanya tidak langsung mengolahnya untuk disantap pada hari yang sama, ada yang disimpan untuk diolah pada dua sampai tiga hari ke depan.

Perlu diketahui, daging yang dibeli harus disimpan pada mesin pendingin dengan suhu yang rendah untuk membekukan daging. Karena kalau daging tidak beku, akan cepat busuk.

Daging yang akan disimpan tidak perlu dicuci, karena kalau dicuci akan cepat busuk, cucilah daging sebelum memasaknya.

Simpan daging dalam wadah dan jangan lupa tutupi daging dengan plastik yang kedap udara.

Jika kamu menyimpan daging di kulkas, jagalah dengan suhu 3 – 5 derajat celcius, biasanya daging tersebut bisa bertahan 2 – 3 hari kedepan.

Jika menyimpannya di freezer, daging akan bertahan selama 6 – 9 bulan pada suhu minus 18 derajat celcius. Jangan lupa keluarkan daging sehari sebelum dimasak ya .

Baca juga : Resep sapi kecap

Cara mengolah daging sapi ini mudah untuk diterapkan. Jadi, pastikan sebelum memasak, daging sapinya diolah dengan baik dulu ya.

Punya pengalaman mengolah daging sapi atau ada tambahan tips? Share ya di kolom komen.


Artikel ini adalah guest post. Ditulis oleh Dylan Fardhani.

Dylan Fardhani adalah seorang mahasiswa tingkat akhir, penggemar makanan dan urban traveler yang saat ini sedang sibuk mengurus beberapa project seperti skripsi dan project perusahaan catering jakarta

3 Comments

Reply